creativefaith logo

Keberhasilan Manajemen Strategi Kopi Tuku Raih Omset Miliaran dan Buka Toko di Eropa

DATE
05 December 2025
READING TIME
4 mins
keberhasilan manajemen strategi kopi tuku

Kopi Tuku menjadi salah satu brand kopi Indonesia yang paling sukses. Berhasil menghadirkan kopi susu enak dengan harga murah, menjadikan kopi ini favorit banyak orang.

 

Keberhasilan Kopi Tuku di pasar kopi yang konon merupakan “red ocean”, membuat brand ini layak dijadikan contoh dan dipelajari.

 

Berdiri sejak 2015, kini Kopi Tuku membuka lebih dari 70 gerai di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Bahkan sekarang, Kopi Tuku sudah punya gerai di Seoul, Korea Selatan dan Amsterdam, Belanda.

 

Keren gak tuh, brand kopi Indonesia berhasil tembus pasar Eropa?

 

Lalu, apa resep rahasia bisnis dan marketing Kopi Tuku hingga berhasil sejauh ini? Yuk, pelajari lewat artikel ini!

 

Strategi Keberhasilan Bisnis dan Marketing Kopi Tuku

1. Cita Rasa Lokal

Founder Kopi Tuku, Andanu Prasetyo, mengetahui bahwa cita rasa kopi Indonesia sangat khas. Maka dari itu, dia menggunakan biji kopi asli Indonesia, yang berasal dari Garut, Lintong, Aceh Gayo, Bali, dan Flores.

 

Kemudian, Andanu memadukan kopi lokal tersebut dengan gula yang cocok dengan lida orang Indonesia, yaitu gula aren. Strategi racikan kopi lokal dengan cita rasa khas yang diciptakan Andanu ternyata berhasil memikat banyak orang untuk selalu kembali menyeruput kopinya.

 

2. Branding yang Dekat

Anda pasti tahu, ‘kan bagaimana Kopi Tuku menyapa para penikmatnya? Sapaan “tetangga” membuat para penikmat Tuku merasa lebih dekat dengan brand Kopi Tuku.

 

Kedekatan itu tidak hanya sekadar gimmick di menu kopinya, tetapi juga ditunjukkan di berbagai media komunikasinya, termasuk media sosial.

 

3. Storytelling yang Kuat

Gerai kopi tuku dengan storytelling kuat
sumber: Instagram @tokokopituku

Kedekatan antara brand dan konsumen ditunjukkan melalui sebuah storyteling yang kuat.

 

Jika Anda melihat media sosialnya, perhatikanlah bagaimana Kopi Tuku membuat copy dan visual seperti apa yang ditunjukkan.

 

Kopi Tuku selalu bercerita bagaimana gerainya berusaha menghadirkan kehangatan untuk para “Tetangga Tuku”.

 

Kopi Tuku tidak pernah berkata bahwa brand mereka adalah kopi nomor 1 di Indonesia. Namun, di setiap postingan, Kopi Tuku mengulik cerita tentang tempat mereka berasal. Pada cerita itulah, Kopi Tuku mengajak Tetangga Tuku untuk mampir ke Toko Kopi Tuku.

 

Baca Juga: Strategi Marketing KFC Bikin Konsumen Loyal. Bisa Diikuti!

 

4. Visual yang Sederhana tapi “Pas”

Jika melihat brand kopi lain, pasti Anda akan melihat logo dan tipografi yang tampaknya dibuat secara rumit agar menempel di benak audiens.

 

Akan tetapi Kopi Tuku tidak melakukannya. Logo berupa gelas kopi ditambah tipografi “Tuku” yang tampak seperti tulisan tangan. Simpel tapi “ngena” banget di benak audiens.

 

5. “Mengakali” Red Ocean

Pasar kopi memang sangat ramai alias jadi red ocean bagi para pelaku bisnis kopi. Namun, Kopi Tuku berhasil melihat celah peluang untuk sukses. Bagaimana caranya?

 

Kopi Tuku tidak bersaing di ranah kopi premium. Tampaknya, Kopi Tuku berhasil melihat peluang di kelas menengah yang menggemari kopi dan jumlahnya sangat banyak. Hal inilah yang membuat Kopi Tuku berhasil dalam bisnisnya.

 

6. SOP Rasa Kopi

Mau minum Kopi Tuku di mana pun, rasanya pasti sama. Hal ini membuktikan kuatnya pengawasan akan SOP produksi minuman kopinya. Menjaga kualitas rasa sangat krusial dalam bisnis kopi yang memiliki banyak kompetitor.

 

7. Konsep Grab and Go

Memahami bahwa Tetangga Tuku memiliki banyak kesibukan, Kopi Tuku menawarkan konsep grab and go. Maka dari itu, banyak gerainya berukuran kecil untuk memberi kenyamanan pada konsumen yang hanya ingin membeli kopi lalu melanjutkan aktivitasnya.

 

Konsep ini membuat para Tetangga Tuku tidak perlu repot mencari parkir lalu masuk ke dalam kafe yang luas untuk sekadar membeli kopi yang akan dibawa pergi.

 

Selain itu, konsep ini juga memberikan kemudahan bagi para kurir ojek online yang bertugas mengantarkan minuman ke pelanggan. Mereka juga merasakan kemudahan untuk mengambil minumannya lalu pergi lagi mengantarkan ke pelanggan.

 

8. Adaptasi Konsep

nongkrong di kopi tuku
sumber: Google Photo/Anindyka Pribadi.

Kopi Tuku juga meriset perilaku konsumen di berbagai kota. Jika melihat gerai Kopi Tuku di Jakarta, sebagian besar menerapkan konsep grab and go untuk memudahkan pelanggan yang memiliki banyak kesibukan.

 

Namun, jika melihat kota lain, semisal Bandung dan Yogyakarta, Kopi Tuku membuka sebuah kafe yang berukuran lebih besar dibanding banyak gerai di Jakarta.

 

Hal ini dikarenakan  Kopi Tuku melihat demografi masyarakat Bandung dan Yogyakarta yang menjadikan kopi sebagai teman nongkrong atau kerja di kafe dalam durasi yang tidak sebentar. Maka dari itu, Kopi Tuku secara cerdas membuat diferensiasi strategi di setiap kota.

 

Baca Juga: 8 Contoh Branding Produk Minuman yang Simpel, Tepat Sasaran, dan Menarik

 

9. Inovasi

Meski Kopi Susu Tetangga adalah produk yang paling laku, tidak membuat Kopi Tuku lengah dan hanya mengandalkan produk tersebut. Kopi Tuku juga berinovasi dan menghadirkan menu baru.

 

Misalnya, ketika tren minuman matcha sedang naik, Kopi Tuku pun menghadirkan menu kopi matcha tersebut.

 

Kolaborasi dengan Creative Faith

Amati, tiru, dan modifikasi, sangat penting dalam marketing dan bisnis, terutama bisnis food and beverage seperti kopi.

 

Strategi yang sedikit berbeda dengan kebanyakan brand akan sangat membantu bisnis..

 

Tentu tidak mudah menentukan keunikan produk atau layanan karena harus riset mendalam pada produk atau layanan sendiri, lalu riset kompetitor juga. 

 

Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk riset lebih mendalam mengenai poin-poin yang dapat dijadikan andalan ketika Anda berbisnis di industri F&B.

 

Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis F&B Anda. 

 

Apakah brand Anda siap naik kelas?

 

Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

AUTHOR
Admin