creativefaith logo

Isi Website yang Pengaruhi Bisnis dan Wajib Ada

DATE
21 January 2026
READING TIME
5 mins
isi website yang harus ada

Di era serba digital, keberadaan website bukan lagi nilai tambah dalam bisnis, melainkan kewajiban. Dengan website, Anda memiliki platform untuk memasarkan dan menginformasikan apa pun pada konsumen dan calon konsumen Anda.

 

Sayangnya, banyak website bisnis yang membuat website seolah-olah “sekadar ada” atau formalitas. Dengan biaya hosting yang tidak sedikit, tentu ini akan menjadi kerugian tersendiri untuk sebuah bisnis.

 

Maka dari itu, website harus benar-benar diisi oleh elemen-elemen yang memengaruhi bisnis, baik secara langsung dan tidak langsung. Lalu, elemen apa saja yang harus ada di dalam sebuah website? Yuk, simak tips di bawah ini!

 

Isi Website yang Berdampak Besar pada Bisnis

1. Homepage (Beranda)

Homepage adalah gerbang audiens untuk mengenal lebih dalam bisnis Anda. Fungsi utamanya:

  • Menjelaskan apa bisnis Anda
  • Memperkenalkan persona brand Anda (ingin dikenal sebagai brand seperti apa)
  • Mengarahkan pengunjung untuk beraktivitas di website (cek produk, promo, baca blog, dan lain-lain)

Jangan sepelekan keberadaan homepage, ya! Pastikan homepage memiliki hook yang membuat audiens tertarik dengan bisnis Anda atau minimal penasaran dengan isi dari website Anda.

 

2. About Us (Tentang Kami)

Audiens juga pasti ingin tahu, brand Anda itu apa, menjual apa saja, sudah berdiri sejak kapan, punya track record apa saja, dan lokasinya di mana.

 

Nah, Anda dapat melengkapi unsur-unsur tersebut di seksi “About Us” atau “Tentang Kami”.

 

Di seksi About Us, Anda bisa menambahkan unsur-unsur berikut:

  • Ceritakan kapan brand atau perusahaan Anda berdiri
  • Bagaimana perusahaan berdiri dan bisnis apa saja yang dijalankan
  • Pertumbuhan bisnis Anda secara general (contoh: 1980 hanya punya 1 cabang, lalu 1999 punya 1000 cabang)
  • Visi dan misi bisnis Anda
  • Lokasi bisnis Anda
  • Perkenalan dengan founder, direksi, dan manajemen

 

Baca Juga: Strategi Meningkatkan Traffic Website Berkualitas dan Dapatkan Leads

 

3. Halaman Produk/Jasa

Ketika audiens berkunjung ke halaman Anda, salah satu hal yang pasti ingin mereka lihat adalah produk atau jasa apa yang Anda jual. Jadi, pastikan, website Anda memiliki halaman yang memperlihatkan produk atau jasa yang Anda jual.

 

Selain itu, pastikan di halaman ini, Anda membuat narasi bahwa produk atau jasa tersebut merupakan sesuatu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah masalah audiens. Jadi, tidak hanya sekadar menampilkan etalase produk.

 

Beberapa elemen yang harus ada di halaman produk atau jasa adalah sebagai berikut:

  • Kategori produk/jasa
  • Nama produk/jasa
  • Harga produk/jasa
  • Deskripsi yang jelas dan mudah dipahami audiens
  • Foto produk/jasa
  • Narasi yang membuat audiens memahami bahwa produk/jasa Anda memang dibutuhkan

 

4. Blog

Jangan remehkan halaman satu ini, ya! Artikel dalam blog sangat penting, terutama dalam kampanye awareness untuk mengedukasi audiens.

 

Semakin sering audiens mendapat edukasi, mereka akan semakin familiar dan percaya dengan brand Anda. Selanjutnya, tentu akan lebih mudah untuk mereka memilih produk atau jasa Anda dibanding kompetitor.

 

Selain itu, Anda juga mengisi blog dengan konten yang mengarahkan audiens pada keputusan pembelian. Misalnya, konten tentang perbandingan produk atau kelebihan sebuah produk.

 

Anda bisa membagi konten blog menjadi 3 pilar, di antaranya:

  • Edukasi umum: tips, strategi, DIY, cara melakukan sesuatu, dan lain-lain
  • Edukasi yang mengarahkan audiens: perbandingan produk A vs B, keunggulan sebuah produk, rekomendasi produk dengan harga tertentu, dan lain-lain
  • Konversi: penawaran produk

 

Dengan rutin membuat konten blog, performa SEO website Anda juga pasti akan meningkat seiring waktu. Hal ini akan menguntungkan dalam jangka waktu panjang.

 

5. Portofolio

Audiens pasti ingin melihat bukti nyata bagaimana produk atau jasa Anda sukses menyelesaikan masalah audiens. Maka dari itu, Anda juga bisa membuat halaman khusus portofolio.

 

Halaman ini berisi studi kasus yang Anda jumpai dan berhasil diselesaikan. Audiens ingin melihat jenis masalah apa saja yang Anda temui, bagaimana Anda menyelesaikan, dan apa hasil dari action yang Anda lakukan.

 

6. Testimoni

Halaman ini sebenarnya tidak wajib, tetapi jika ada, hasilnya akan berdampak besar pada bisnis Anda.

Pasalnya, testimoni bukan sekadar pujian, melainkan bukti yang membuat orang yakin bahwa bisnis Anda bisa dipercaya.

Menurut pakar pemasaran, feedback konsumen dapat meningkatkan kredibilitas dan mengurangi keraguan calon pembeli.

 

7. Halaman Kontak

Pasti banyak audiens atau konsumen yang ingin menghubungi Anda untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komplain, menanyakan kepastian promo, dan informasi-informasi lainnya.

 

Maka dari itu, Anda harus memiliki halaman kontak untuk membantu audiens Anda. Di dalam halaman ini, jangan lupa cantumkan:

  • Nomor yang bisa dihubungi (yang bisa fast respon) atau contact center
  • Email yang bisa dihubungi
  • Lokasi bisnis, gerai, atau toko Anda
  • Formulir kontak (berisi nama pengirim pesan, topik pesan, dan isi pesannya)
  • Tombol call-to-action agar audiens terhubung dengan customer service Anda

 

Baca Juga: Strategi Website Marketing untuk Dongkrak Bisnis Naik Kelas

 

8. FAQ (Frequently Asked Question)

Banyak konsumen menanyakan pertanyaan yang sama. Supaya Anda tidak perlu menjelaskan secara  berulang, sediakanlah halaman FAQ yang berisi pertanyaan yang sering diajukan oleh konsumen beserta jawabannya.

 

Halaman ini sangat membantu konsumen menyelesaikan masalahnya. Selain itu, halaman ini juga akan mengurangi beban customer service Anda, sehingga customer service bisa fokus untuk menyelesaikan masalah yang lebih rumit atau membuat rencana kerja yang lebih strategis demi kepuasan konsumen.

 

9. Gamifikasi

isi website mountea
Gamifikasi website Mountea

Tujuan dari halaman ini tidak sekadar gimmick marketing, tetapi juga meningkatkan pengalaman audiens. Ketika mendapat pengalaman yang baik saat berinteraksi dengan brand Anda, mereka akan lebih mudah membuat keputusan untuk membeli produk atau jasa Anda.

 

Salah satu contoh gamifikasi yang sukses dilakukan adalah pada halaman website Kacang Garuda dan Mountea.

 

Pada musim kompetisi sepakbola beberapa tahun lalu, website Kacang Garuda diisi dengan gamifikasi berupa prediksi skor, trivia bola, dan leaderboard. Setiap interaksi memberi poin yang bisa ditukar dengan hadiah. Hal ini membuat pengalaman audiens lebih seru dan mendorong engagement dengan brand.

 

Lalu, pada website Mountea, audiens bisa bermain mini games bertema teh, lalu menjelajahi berbagai varian rasa, dan berinteraksi dengan brand secara lebih fun melalui mini games yang dibuat.

 

Kolaborasi dengan Creative Faith

Mengisi sebuah website agar berkontribusi pada bisnis, tentu membutuhkan sebuah strategi.

 

Jika pengelolaan konten di dalam website dilakukan secara asal, baik secara estetika, user experience, dan fungsi, website Anda hanya akan menjadi “sampah digital”. Tentu Anda tidak mau seperti itu, ‘kan?

 

Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi kreatif dan berorientasi pada bisnis yang humanis untuk mencapai tujuan marketing dan bisnis Anda melalui website.

 

Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda. 

 

Apakah brand Anda siap naik kelas?

 

Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

 

 

 

AUTHOR
Admin