creativefaith logo

Contoh Penerapan Marketing Mix 7P dalam Usaha Makanan yang Bisa Ditiru

DATE
07 November 2025
READING TIME
3 mins
contoh marketing mix 7p usaha makanan

Konsep marketing mix 7P bisa menyukseskan strategi marketing dari brand makanan jika digunakan secara efektif.

 

Istilah marketing mix sendiri pertama kali dikemukakan oleh E. Jerome McCharty pada 1960. Saat itu, dikemukakan konsep 4P, yaitu Product, Place, Promotion, dan Price.

 

Kemudian, teori ini diperluas oleh Bernard H. Booms dan Mary J. Bitner pada 1980 dengan mengemukakan konsep 7P, yang terdiri dari Product, Place, Promotion, Price, People, Process, dan Physical Evidence.

 

Lalu, bagaimana menerapkan konsep ini pada brand dan produk makanan? Yuk, simak contoh berikut ini!

 

Contoh Marketing Mix 7P dalam Usaha Makanan

1. Product

Salah satu contoh sukses dalam optimalisasi produk adalah brand Solaria.

 

Brand tidak hanya menjual makanan dan minuman standar, tetapi juga berupaya berinvoasi berdasarkan menu yang disukai pelanggan.

 

Salah satu contohnya adalah menu yang paling terkenal di restoran tersebut adalah nasi goreng. Solaria pun melakukan diversifikasi dengan menjual beragam jenis nasi goreng yang unik, semisal nasi goreng cabe ijo, nasi goreng tom yam, dan lain-lain.

 

Pelajaran: kembangkan atau inovasi rasa dan kemasan produk

 

2. Price

price marketing 4p usaha makanan
 

Sesuaikanlah harga dengan kemampuan target pasar Anda.

 

Contohnya, Kacang Alfamidi. Produk ini ditujukan untuk kalangan kelas menengah yang membeli kudapan di Alfamidi. Maka dari itu, harganya pun dibuat lebih terjangkau.

 

3. Place

7p khong guan

Contoh penerapan Place yang tepat adalah Khong Guan.

 

Dengan positioning yang kuat sebagai camilan keluarga, Khong Guan mendistribusikan produknya ke gerai-gerai yang mudah dijangkau segmen keluarga, misalnya toko kelontong, minimarket, supermarket, dan marketplace online.

 

Baca Juga: Strategi Digital Marketing dengan Konsep 4P, supaya Bisnis Naik Kelas

 

4. Promotion

kacang garuda

Salah satu contoh promosi yang paling ikonik adalah Kacang Garuda. Dengan slogan "Jangan nonton bola tanpa Kacang Garuda", dapat mengamplifikasi penjualan bermodalkan analisis perilaku konsumen kacang di Indonesia.

 

Pada intinya, orang Indonesia gemar nonton bola sambil makan kacang. Kebiasaan inilah yang ditangkap oleh Kacang Garuda dalam kampanyenya.

 

Pelajaran: Bangun identitas agar produk memiliki nilai tawar di pasar.

 

5. People

Marketing tidak hanya tentang yang dijual, tetapi juga bagaimana orang-orang yang terlibat di dalamnya mendukung proses penjualan tersebut.

 

Contohnya adalah restoran Pepper Lunch. Restoran ini tidak hanya menyajikan makanan yang terjaga kualitas standarnya, tetapi juga pelayanan yang berorientasi pada pelanggan.

 

Salah satu bukti kecil pelayanan yang baik adalah pelayan yang dilatih membantu masalah konsumen ketika belum diminta. Misalnya, ketika ada sumpit konsumen yang jatuh, pelayan langsung datang membawakan yang baru tanpa diminta.

 

Pelayanan seperti ini yang bisa membuat orang datang terus-menerus ke restoran tersebut.

 

Pelajaran: Latih staf agar paham nilai dan keunikan produk Anda, karena mereka adalah wajah merek di mata konsumen

 

6. Process

Kacang Sangrai Alfamart adalah contoh menarik untuk aspek Process.

 

Meski dijual dengan label private brand, proses produksinya mengikuti standar higienitas dan pengemasan massal yang konsisten. Hasilnya, produk tetap dianggap “aman dan berkualitas” meskipun berharga ekonomis.

 

Pelajaran: Jaga konsistensi rasa, tekstur, dan kemasan melalui sistem kontrol kualitas yang ketat.

 

Baca Juga: Strategi Gimmick Marketing yang Berkesan dan Simpel. Hindari Asal Viral!

 

7. Physical Evidence (Bukti Fisik)

Kemasan atau tampilan produk juga menjadi sangat penting untuk memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli sebuah produk.

 

Contohnya adalah Eskrim Diamond. Ciri khas kemasannya adalah minimalis, tidak banyak copy, tetapi visual yang ditampilkan menonjolkan kesegaran dari eskrim.

 

Hal ini membuka peluang bagi Eskrim Diamond menarik lebih banyak perhatian konsumen.

 

Pelajaran: Perhatikan elemen visual seperti warna, font, dan bentuk kemasan. Semua itu adalah “bukti nyata” yang memperkuat citra brand Anda.

 

Kolaborasi dengan Creative Faith

Marketing mix 7P merupakan sebuah konsep yang dapat menjadi acuan strategi marketing lintas sektor, tidak terkecuali industri makanan.

 

Anda harus mempertimbangkan product, price, place, promotion, process, people

 

Karena berpengaruh terhadap citra brand dan produk, train advertising harus dipikirkan secara matang.

 

Maka dari itu, Anda harus memiliki mitra strategis untuk merancang strategi yang relevan dalam mencapai tujuan dari marketing dan bisnis. Creative Faith dapat menjawab kebutuhan brand Anda tersebut.

 

Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand untuk menciptakan strategi marketing yang kuat, Creative Faith akan memikirkan semuanya dari awal sampai akhir untuk Anda.

 

Apakah brand Anda siap naik kelas?

 

Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

 

 

 

 

AUTHOR
Admin