Untuk mengamplifikasi kampanye pemasaran, sebuah gimmick memang diperlukan.
Gimmick identik dengan elemen unik yang tujuannya menarik perhatian.
Pada prinsipnya, gimmick marketing adalah taktik dalam pemasaran dengan menggunakan trik atau ide kreatif untuk menarik perhatian audiens, dibicarakan banyak orang, dan membuat layanan atau produk menonjol.
Apabila dilihat dari sudut pandang funnel marketing, gimmick marketing dapat menjaring banyak audiens pada tahap awareness.
Lalu, bagaimana seharusnya gimmick marketing dilakukan? Simak tipsnya di bawah ini, ya!
Apakah Gimmick Marketing Penting?
Jawaban singkatnya, ya, gimmick marketing penting. Berikut alasannya:
- Di tengah persaingan yang ketat, gimmick dapat membuat produk dan jasa Anda terlihat berbeda dibanding kompetitor
- Memicu audiens membuat keputusan cepat
- Memperkuat memorabilitas, sehingga audiens lebih mudah mengingat brand dan produk Anda.
Meski begitu, sebagai catatan, gimmick tidak bisa dijadikan peluru utama dalam pemasaran. Anda juga harus memastikan kualitas produk yang ditawarkan memang berkualitas, sehingga gimmick bisa mem-boost dari sisi pemasaran.
Contoh Gimmick Marketing
1. Menggunakan Humor atau Komedi
Humor bisa membantu brand lebih dikenal audiens. Pasalnya, audiens lebih mudah mengingat hal-hal lucu yang terjadi di sekitarnya.
Contoh:
Iklan Grab yang melibatkan Adam Suseno (suami Inul). Ekspresi datar dan karakternya membuat iklan Grab menjadi lucu dan dikenang oleh audiens.
2. Gimmick Slogan
Slogan yang harus dibuat harus benar-benar menyentuh psikologi audiens agar menempel di benaknya dalam waktu lama.
Contoh:
Slogan Kacang Garuda "Jangan nonton bola tanpa Kacang Garuda". Gimmick ini berhasil membuat kacang Garuda menjadi opsi camilan banyak orang saat menonton pertandingan sepakbola.
3. Edisi Khusus
Secara psikologi, audiens akan terdorong untuk membeli sebuah produk ketika dijual secara terbatas.
Contoh:
Kolaborasi KFC dengan BTS berhasil meningkatkan penjualan produk kolaborasi tersebut dalam beberapa bulan pertama setelah peluncurannya.
4. Riding The Wave
Turut serta dalam topik yang sedang dibahas audiens menjadi strategi ampuh untuk mengenalkan produk dan jasa.
Namun, Anda harus berhati-hati terhadap isu sensitif.
Contoh:
Saat musim kampanye pemilu, Prepp muncul dengan foto Arief Muhammad seperti caleg atau capres yang sedang kampanye. Lalu pada poster tersebut, dibubuhkan dengan tulisan "Siap menjadi brand fashion pria Nomor 1 di Indonesia".
Hal ini berhasil menarik perhatian audiens dan menjadi bahan perbincangan mereka.
5. Gamifikasi

Gamifikasi bisa dilakukan di event, aktivasi media sosial, dan website. Tujuannya, agar audiens terlibat lebih banyak dalam kampanye.
Contoh:
- Mini game yang dibuat oleh Mountea di website-nya
- Test drive di pameran mobil
- Kuis di media sosial
Baca Juga: Strategi Website Marketing untuk Dongkrak Bisnis Naik Kelas
6. Hadiah
Siapa pun audiensnya, pasti suka dengan hadiah. Audiens akan merasa dihargai karena mencapai sesuatu.
Contoh:
- Pemberian doorprize di event
- Pemberian hadiah ketika seseorang mencapai poin tertentu setelah menggunakan aplikasi
- Hadiah untuk pemenang kuis
Strategi Gimmick Marketing
Membuat gimmick tentu ada strategi yang tidak asal-asalan. Ikuti tips di bawah ini, yuk!
1. Tentukan Tujuan dan KPI
Anda harus menentukan, apakah gimmick ini digunakan untuk meningkatkan awareness, engagement media sosial, mendapat leads, atau konversi penjualan.
Tentukanlah metrik dari keberhasilan gimmick yang Anda buat. Contoh: jumlah share, mention, jumlah peserta, kenaikan trial produk, atau jumlah pembeli voucer.
2. Kenali Audiens
Anda harus mengenali audiens agar gimmick-nya tepat sasaran.
Jika Anda membuat kampanye dengan humor anak muda padahal target audiens adalah orang yang berusia di atas 40 tahun, tentu akan menjadi aneh.
Ingat, salah satu tujuan gimmick adalah membuat produk tetap relevan dengan audiens melalui cara yang unik.
3. Desain Gimmick yang Otentik
Gimmick harus punya “hook” yang menarik. Hook-nya dapat berupa copy yang menohok, visual yang kontras, format interaktif, atau pengalaman yang belum pernah dialami audiens sebelumnya.
Namun, pastikan juga desain gimmick berjalan seirama dengan nilai yang diusung brand sejak awal. Jadi, brand tetap relevan tanpa harus menurunkan kredibilitas.
4. Amplifikasi
Supaya gimmick ini dikenal luas, pastikan Anda memikirkan strategi amplifikasinya. Untuk menyebarkannya, bisa melalui influencer, challenge untuk audiens, iklan berbayar, dan lain-lain.
Pastikan juga gimmick tidak hanya "wow", tetapi juga memiliki CTA yang mengajak audiens melakukan sesuatu, entah itu membeli produk, membagikan konten, atau memanfaatkan diskon.
5. Evaluasi
Setelah membuat gimmick, segeralah evaluasi dalam waktu waktu beberapa bulan.
Elemen yang harus dievaluasi:
- Jangkauan gimmick
- Jumlah orang yang mengetahui (kisaran saja atau melalui survei)
- Jumlah views, share, likes, dan komentar orang di platform digital
- Sentimen publik terhadap brand
- Apakah gimmick mendorong brand recall dan loyalitas atau sekadar viral
Lalu, jika gimmick berhasil, jangan lupa bangun strategi untuk mengubahnya jadi sebuah program jangka panjang agar tidak kehilangan audiens dan konsumen.
Baca Juga: Strategi Branding Modern yang Inovatif, Clean, dan Efektif
6. Hindari Risiko "Senjata Makan Tuan"
Intinya, audiens dan konsumen akan meninggalkan brand jika Anda melakukan hal ini:
- Menipu
- Membuat mereka marah
- Tidak sensitif terhadap keresahan audiens
Ketiga poin tersebut akan menimbulkan sentimen negatif.
Maka dari itu, pastikan kualitas produk dan layanan sesuai dengan apa yang diiklankan.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Memikirkan dan mengelola gimmick untuk produk dan brand memang bukan hal yang mudah. Ada banyak aspek yang sifatnya kompleks yang harus Anda pikirkan.
Strategi gimmick marketing harus dipikirkan matang-matang karena berkaitan dengan sentimen audiens. Audiens berpotensi memberikan respect setinggi-tinggi atau jika gagal, akan meninggalkan kesan buruk dan meninggalkan brand.
Maka dari itu, Anda harus memiliki mitra strategis untuk menggapai gol dari gimmick yang Anda buat. Creative Faith dapat menjawab kebutuhan brand Anda tersebut.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand untuk menciptakan strategi marketing yang kuat, Creative Faith akan memikirkan semuanya dari awal sampai akhir untuk Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

