Dalam dunia digital marketing, konten adalah raja. Semua yang Anda butuhkan sebagai hasil dari kampanye, bisa didapat dari sebuah konten.
Namun tentunya, tidak sekadar bikin konten, lalu mendapat leads potensial. Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah jenis konten yang tepat untuk setiap platform. Lalu, gunakanlah strategi yang tepat agar konten tersebut disukai oleh audiens.
Konten-konten tersebut bisa digunakan dalam setiap tahapan marketing, baik awareness, consideration, sampai conversion. Kuncinya, terletak pada jenis konten seperti apa yang cocok dengan tujuan marketing Anda.
Memangnya, konten seperti apa saja sih yang bisa membuat kita memenangkan leads potensial? Yuk, simak di artikel ini!
Contoh Konten Digital Marketing
1. Blog

Jangan biarkan website Anda hanya menjadi pajangan untuk formalitas semata! Manfaatkanlah website untuk menjangkau lebih banyak audiens.
Caranya adalah dengan membuat konten teks di website. Konten bisa berupa uraian portofolio, product atau service knowledge, dan artikel.
Di antara konten-konten tersebut, yang harus paling sering di-update adalah konten artikel. Anda bisa menulis mengenai tips, tutorial, dan pengetahuan-pengetahuan umum yang dapat menyelesaikan masalah target audiens Anda. Dengan rutin memproduksi artikel, Anda juga sedang membangun otoritas website Anda.
Konten artikel akan membantu Anda meningkatkan performa SEO. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya visibilitas di mesin pencari seperti Google Search serta platform AI seperti Gemini, AI Generative Result Google, dan ChatGPT.
Tips: Gunakan struktur yang jelas, mulai dari judul, subjudul, hingga konten tulisan. Lalu, fokuslah pada pemecahan masalah audiens.
2. Carousel

Konten carousel banyak digunakan di media sosial Instagram, Facebook, LinkedIn, dan bahkan TikTok. Isi dari konten carousel biasanya adalah sebagai berikut:
- Tips dan tutorial
- Menampilkan statistik penting
- Etalase produk atau promosi
- Edukasi ringan
Tricky-nya carousel adalah Anda wajib membuat visual yang menarik sekaligus copy yang lugas dan mengandung hook agar audiens bersedia membaca slide demi slide-nya.
Tips:
- Gunakan hook yang kuat di slide pertama agar audiens mau menggeser slide-nya
- Gunakanlah copy yang singkat tapi cukup menjelaskan konteks pesan Anda
- Hindari membuat terlalu banyak slide. Sekitar 4-5 slide sudah sangat cukup
3. Video Pendek (Reels dan Video TikTok)
Jenis konten ini sedang naik daun dan hampir semua lapisan masyarakat menyukai tipe konten seperti ini. Kenapa? Dalam kurun waktu lima menit saja, Anda sudah bisa menyerap banyak informasi dari konten, entah itu berita, komedi, edukasi, dan lain-lain.
Maka dari itu, jika tetap ingin relevan dengan audiens, membuat video TikTok sudah menjadi keharusan.
Tips:
- Membuat hook di awal video supaya audiens mau nonton sampai akhir
- Riding the wave terhadap tren jenis konten dan audio yang sedang populer (tapi harus selektif ya)
- CTA singkat untuk konversi (ajakan untuk follow, klik keranjang kuning, klik link di bio, dan lain-lain)
- Satu video hanya untuk satu pesan utama supaya audiens tidak kewalahan dalam menerima informasi
Baca Juga: Strategi Content Marketing Funnel yang Awet, dari Awareness sampai Conversion
4. Iklan Google Search

Beda dengan SEO, iklan Google Search memungkinkan konten website Anda muncul pada banyak kata kunci yang telah Anda targetkan dari awal. Walau tidak bergantung pada search intent dari setiap kata kunci, Anda juga harus cerdik dalam memilih kata kunci agar audiens tertarik pada iklan Anda.
Selain itu, walau tidak presisi, sasarlah kata kunci yang tetap mendekati intent asli audiens ketika mencari kata kunci tersebut.
Contoh:
Anda memiliki usaha properti sehingga saat ini Anda sedang berusaha menjual rumah di Ujungberung, Kota Bandung. Kebetulan rumah yang Anda jual adalah rumah berukuran 36 m2 dengan desain minimalis. Pada iklan Google Search, Anda bisa menargetkan kata kunci “jual rumah 36 m”, “rumah minimalis”, “rumah ujung berung”, “rumah mungil bandung”, “rumah mungil minimalis”, dan lain-lain.
Tips:
- Targetkan kata kunci yang sesuai dengan intent konten Anda dan yang mirip dengan intent konten.
- Targetkan lokasi dengan spesifik. Tujuannya, jika berjualan untuk orang di Yogyakarta, warga Makassar tidak perlu melihat iklannya karena hal tersebut akan memakan biaya. Sayang, ‘kan…
- Buat hook yang memancing orang untuk klik
5. Iklan Google Performance Max
Performance Max (PMax) adalah kampanye untuk menayangkan iklan di berbagai jaringan Google sekaligus, yaitu Search, Display, YouTube, Discover, Gmail, dan lain-lain. Keunggulannya, iklan ini dapat menjangkau kanal yang lebih luas tanpa harus membuat kampanye terpisah.
Tips: Siapkan materi iklan berkualitas, mulai dari logo, copywriting, hingga video-video yang menampilkan keunggulan brand atau “jualan” Anda. Pasalnya, pada Performance Max, Google dapat menampilkan berbagai bentuk iklan, mulai dari teks, gambar, hingga video.
6. Iklan Media Sosial
Sama dengan iklan Google, iklan di media sosial, termasuk TikTok Ads dan Meta Ads, memungkinkan Anda menjangkau audiens berdasarkan usia, lokasi, minat, dan perilaku. Hal ini akan meningkatkan efektivitas Anda dalam mencari leads dari konten-konten digital yang pernah dibuat.
Konten bisa berupa gambar statis atau video. Anda dapat menayangkannya di timeline, feed, atau story, atau di semua bagian tersebut.
Tip: Kombinasikan iklan berbayar dengan konten organik untuk memaksimalkan hasil baik dari sisi brand awareness maupun konversi.
7.. Gamifikasi

Gamifikasi artinya menerapkan elemen permainan seperti kuis, permainan, tantangan, atau hadiah giveaway ke dalam konten kampanye. Cara ini efektif untuk meningkatkan engagement, traffic, dan mengumpulkan data prospek.
Setelah menyelesaikan misi dari brand, audiens akan diberikan reward, bisa berupa poin atau hadiah langsung. Salah satu contoh kampanye gamifikasi yang cukup terkenal adalah gamifikasi yang dilakukan Kacang Garuda yang terkenal dengan slogan “Jangan nonton bola tanpa Kacang Garuda!”.
Untuk mendukung kampanye tersebut, Kacang Garuda membuat konten gamifikasi di website-nya. Contoh konten gamifikasinya adalah prediksi skor, trivia bola, dan leaderboard. Setiap interaksi memberi poin yang bisa ditukar dengan hadiah, membuat pengalaman lebih seru dan mendorong engagement dengan brand. Hasilnya, website Kacang Garuda menarik traffic tinggi selama Piala Dunia.
8. Video Panjang
Untuk konten mengenai edukasi secara mendalam, bentuk video panjang bisa jadi alternatif yang pas. Ada banyak jenis konten yang bisa dieksplorasi dari video panjang, di antaranya:
- Edukasi mendalam
- Room tour (tempat Anda mengolah produk atau tempat lainnya yang berhubungan dengan brand Anda)
- Success story audiens yang masalahnya terpecahkan berkat produk Anda
- Siniar atau podcast
- Serial pendek untuk meningkatkan brand awareness sekaligus menegaskan brand positioning yang akan tercermin dalam serial pendek tersebut
9. Podcast

Dalam beberapa tahun ke belakang, audiens Indonesia menyukai konten audio, baik yang 100% audio maupun yang dikombinasikan dengan konten video.
Kekuatan podcast adalah pembahasan panjang dan mendalam yang relevan dengan kehidupan audiens. Kunci sukses dari podcast adalah pemilihan narasumber atau host. Pastikanlah narasumber dan host yang memandu, bisa berkomunikasi dengan atraktif.
Jika tidak, Anda bisa mempertimbangkan konten podcast tunggal, seperti Podcast Awal Minggu, Just Talk, atau Raymond Chin.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Merancang strategi konten untuk kebutuhan marketing memang bukan hal yang mudah. Pasalnya, semua brand, termasuk kompetitor juga pasti berlomba-lomba membuat konten digital untuk mengeruk sebanyak-banyaknya audiens. Dengan begitu, ke depannya, akan lebih mudah untuk mendapat leads.
Dalam membuat konten digital, kuncinya adalah Anda harus memahami behavior atau perilaku target audiens Anda. Setelah itu, buatlah konten yang relevan dengan perilaku mereka.
Ini tentu bukan hal yang sederhana. Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi konten awareness yang dapat mencapai tujuan marketing Anda.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

