creativefaith logo

Strategi Viral Marketing untuk Tumbuhkan Bisnis. Tidak Asal Viral!

DATE
18 August 2025
READING TIME
6 mins
viral marketing

Strategi Viral Marketing untuk Tumbuhkan Bisnis. Tidak Asal Viral!

 

Brand mana yang tidak mau viral di era digital seperti sekarang? Inilah pentingnya viral marketing.

 

Viral marketing sangat membantu sebuah brand agar produknya lebih dikenal dan meningkatkan jumlah transaksi.

 

Namun, kalau viral ada rumus pastinya, tentu semua orang pasti ingin dan bisa melakukannya, 'kan?

 

Lalu, apakah benar, ada rumus pasti dan jalan pintas untuk membuat sebuah brand atau konten menjadi viral?

 

Menarik, bukan? Yuk, kita bahas!

 

Apa Itu Viral Marketing?

 

Viral marketing adalah strategi promosi di mana pesan atau konten disebarkan secara cepat dari orang ke orang, seperti virus yang menular.

 

Banyak konten viral yang tersebar melalui media sosial memuat kelucuan, kontroversi, dan kesedihan. Namun, faktor-faktor tersebut bukanlah inti dari sebuah keviralan.

 

Inti dari sebuah konten yang viral adalah relevan dengan emosi audiensnya, baik itu mengajak audiens tertawa, terkejut, terkesima, atau jenis emosi lainnya.

 

Semakin banyak yang merasa relevan, semakin luas pula jangkauan persebaran konten tersebut.

 

Selain itu, menurut studi Nielsen, 88% orang percaya akan rekomendasi dari seseorang yang dikenalnya. Psikologi seperti inilah yang dimanfaatkan dalam viral marketing.

 

Ketika seseorang merasa sebuah konten sangat relevan, dia akan menyebarkan ke orang terdekat, lalu seperti bola salju, proses penyebaran tersebut berulang hingga menjadi besar.

 

Pada akhirnya, viral marketing merupakan strategi menciptakan konten yang memicu orang membagikannya secara sukarela, memanfaatkan emosi, kesederhanaan pesan, dan momen yang tepat. Brand sukses biasanya menggabungkan unsur kreativitas, relevansi, dan rencana lanjutan untuk mengubah viralitas menjadi penjualan.

 

Faktor yang Mendorong Viral Marketing

 

Ada beberapa faktor yang menjadi alasan sebuah konten viral, yaitu faktor emosional, sosial, dan kebaruan.

 

  • Faktor emosional: artinya, sebuah konten akan memicu emosi audiens, baik itu terhibur, tersentuh, terkejut, dan lain-lain.
  • Faktor sosial: artinya sebuah konten dapat memicu orang untuk ingin terlihat lebih keren, lucu, atau up to date saat membagikannya
  • Faktor kebaruan: artinya seseorang akan menyebarkan sebuah konten ketika hal tersebut merupakan sesuatu yang baru untuknya dan orang di sekitarnya.

 

Sebagai catatan, bentuk dari viral marketing memang bisa berupa iklan, tetapi tidak semua iklan adalah viral marketing. 

 

Bedanya, iklan biasa mengandalkan push marketing (brand mendorong pesan ke audiens). Sementara, pada viral marketing, yang dimanfaatkan adalah pull effect, yaitu menarik audiens untuk sukarela menyebarkan sebuah pesan.

 

Cara Merancang Strategi Viral Marketing

 

Pada prinsipnya, cara membuat sebuah konten viral adalah dengan membuat konten yang memancing emosi audiens, pesan yang sederhana, mudah dibagikan, memanfaatkan momentum, dan harus menyiapkan langkah lanjutan setelah konten dibuat.

 

Berikut penjelasannya.

 

1. Memancing Emosi Audiens

 

Seperti telah dijelaskan di atas, emosi memainkan peranan vital dalam viral marketing.

 

Anda bisa membuat konten yang menyentuh atau lucu seperti iklan-iklan Thailand. Kemudian, di akhir konten bisa menyelipkan pesan dari brand Anda.

 

2. Pesan Sederhana

 

Sebagai sebuah unit bisnis yang memiliki produk unggulan, tentu akan ada banyak pesan yang ingin disampaikan kepada audiesn dengan harapan memperkaya wawasan audiens akan produk Anda.

 

Namun, cara ini sangat tidak efektif. Pasalnya, dengan banyak hal yang dipikirkan oleh audiens, tentu mereka tidak punya waktu atau kemauan lebih untuk mempelajari wawasan tentang produk Anda sedetail itu.

 

Jadi, pastikanlah pesan yang ingin Anda sampaikan sederhana agar mudah diingat.

 

Sebagian tips, gunakanlah satu ide inti dari brand Anda dengan visual yang kuat.

 

3. Mudah Dibagikan

 

Konten yang mudah viral adalah konten yang ringan dan mudah dibagikan ke platform populer, semisal TikTok, Instagram Reels, Youtube, dan lain-lain.

 

4. Maksimalkan Momentum

 

Anda juga bisa memaksimalkan sebuah momentum untuk menciptakan konten yang viral. Konten tersebut bisa dibagikan di media sosial atau videotron.

 

Contoh momentum yang bisa dimanfaatkan: event olahraga, topik pembahasan yang sedang dibicarakan banyak orang, hari raya, perayaan nasional, dan lain-lain.

 

5. Follow up

 

Setelah membuat konten, jangan ditinggalkan begitu saja. Lakukanlah tindakan lanjutan, semisal membuat promo, email marketing, launching produk, dan lain-lain.

 

Harapannya, audiens tidak hanya memperhatikan konten Anda, tetapi produknya.

 

6. Maksimalkan Data dan Insight Audiens

 

Viralnya sebuah konten bukan sekadar asal-asalan membuat konten, melainkan sebuah hasil yang telah diukur di awal.

 

Maka dari itu, maksimalkan data yang Anda miliki tentang audiens Anda.

 

Tujuannya, agar konten yang Anda buat ditonton oleh target audiens Anda.

 

Contoh Kampanye Viral Marketing dari Brand Indonesia

 

Ada beberapa contoh brand yang berhasil terapkan viral marketing, semisal Persib Bandung, Indomie, Mie Gacoan, dan lain-lain. Berikut penjelasan dari contoh-contoh tersebut.

 

1. Persib Bandung

contoh viral marketing dari persib bandung
Contoh viral marketing Persib Bandung (sumber: Persib)

Sebelum musim Super League 2025-2026 digelar, Persib Bandung memperkenalkan sejumlah pemainnya dengan cara yang tidak biasa. Persib Bandung berhasil memancing emosi Bobotoh yang penasaran dengan pemain yang baru datang dan memaksimalkan momentum periode jendela transfer.

 

Beberapa kampanye viral yang dibuatnya adalah pengumuman pemain melalui videotron, koran edisi khusus (padahal popularitas koran sudah turun), dan tayangan di bioskop.

 

Keunikan yang dilakukan Persib Bandung semakin memancing perhatian pencinta sepakbola di Indonesia untuk membahasnya.

 

2. Indomie

 

Apakah Anda ingat dengan peluncuran Chitato rasa Indomie?

 

Chitato berhasil memanfaatkan kecintaan masyarakat Indonesia akan Indomie, sehingga memunculkan rasa penasaran untuk mencoba Chitato rasa Indomie.

 

3. Mie Gacoan

 

Tidak hanya murah, Mie Gacoan menjadi brand mie yang berhasil membuat banyak orang mengantre di restorannya.

 

Antrean panjang Mie Gacoan ini semakin mengundang rasa penasaran masyarakat Indonesia. Walau tidak semua orang rela ikut mengantre panjang, masih banyak orang yang akhirnya membeli Mie Gacoan lewat layanan pesan antar online.

 

4. Kopi Kenangan

 

Kopi Kenangan memang bukan brand kopi yang pertama kali muncul di Indonesia. Namun, kedatangan brand ini unik karena memancing emosi audiens yang kerap membahas soal hubungan cinta dan mantan dalam topik pembicaraan sehari-hari.

 

Hal yang dilakukan Kopi Kenangan sangat sederhana, yaitu membuat penamaan kopi yang unik, mulai dari Kopi Kenangan Mantan, Cokelat Pelarian, Kopi Kenangan Masa Lalu, dan lain-lain.

 

Akhirnya, karena rasa penasaran, banyak orang ingin mencoba rasa Kopi Kenangan.

 

5. Sirup Marjan

contoh iklan viral marjan
Contoh iklan viral Marjan (sumber: Youtube/Marjan Boudoin)

Lagi-lagi, sirup Marjan berhasil menggunakan emosi masyarakat Indonesia untuk dapat meningkatkan popularitas brand dan membuat konten iklannya viral.

 

Fenomena yang dimanfaatkan Marjan adalah kebiasaan masyarakat Indonesia untuk minum olahan sirup saat berbuka puasa, baik itu dalam bentuk minuman sirup, dicampur dalam es serut, atau makanan dan minuman lainnya.

 

Kemudian, setiap tahun, Marjan membuat iklan menyentuh tentang hangatnya keluarga dan serunya aktivitas saat bulan Ramadan. Iklan dengan pesan menyentuh inilah yang membuatnya berhasil menerapkan strategi viral marketing.

 

6. Tokopedia - Waktu Indonesia Belanja

 

Sejak kemunculan era e-commerce, belanja online menjadi sebuah kebiasaan baru masyarakat Indonesia, terutama ketika ada diskon.

 

Kondisi emosi masyarakat seperti ini dimanfaatkan Tokopedia dalam membuat sebuah kampanye. Brand ini mendorong masyarakat untuk berbelanja pada waktu tertentu dan menimbulkan efek FOMO.

 

Itulah yang terjadi ketika kampanye #WaktuIndonesiaBelanja keluar. Kampanye ini menjadi tren dan kebiasaan banyak orang untuk berbelanja pada waktu tertentu yang telah ditentukan Tokopedia.

 

Apa yang diincar? Tentu saja diskon besar dari berbagai produk.

 

Kolaborasi dengan Creative Faith

 

Apabila Anda tertarik membuat sebuah konten yang memenuhi unsur viral marketing seperti yang dibahas di atas, pastikan memiliki tim yang mumpuni yang terdiri dari marketer dan tenaga kreatif.

 

Jika belum memilikinya, Anda tidak perlu khawatir karena Creative Faith dapat menjadi mitra Anda untuk memikirkan semua hal tersebut.

 

Creative Faith dapat membantu Anda merancang strategi marketing, dari awal sampai akhir.

 

Jika konten atau brand Anda viral, Creative Faith juga dapat menyediakan bantuan AI assistant TanyaNoah yang dapat membantu konsumen Anda menjawab berbagai pertanyaan terkait dengan brand dan produk Anda.

 

Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

 

AUTHOR
Admin