creativefaith logo

Trik Branding di TikTok yang Relevan dan Tingkatkan Engagement

DATE
28 November 2025
READING TIME
5 mins
branding di tiktok

TikTok menjadi salah satu media sosial yang mengubah dunia dalam berbagai sektor, baik itu hiburan, sosial, politik, dan juga bisnis.

 

Dengan semakin meluasnya penggunaan, TikTok tidak hanya digunakan sebagai sarana menonton atau membuat konten hiburan, tetapi juga memperkenalkan bisnis kepada masyarakat.

 

Maka dari itu, tidak heran juga jika berbagai brand memperkenalkan brand personality dan produk melalui TikTok.

 

Namun, karena audiens TikTok memiliki karakter yang khas, cara brand mem-branding dirinya pun harus berbeda. Bagaimana maksudnya? Yuk, simak penjelasannya di artikel ini!

 

Cara Branding di TikTok agar Relevan dan Tingkatkan Engagement

1. Brand Voice “Lebih Cair”

Brand personality bisa saja sama, tetapi pembawaannya berbeda dan harus lebih sedikit cair.

 

Pasalnya, audiens TikTok terbiasa menonton konten yang ringan dan cepat, sehingga Anda harus menyesuaikan konten dengan audiens TikTok.

 

Untuk lebih dekat dengan audiens, Anda dapat membuat konten yang spontan, ringan, lucu, apa adanya, dan personal.

 

Jika Anda lebih serius di platform lain, di TikTok bisa lebih santai tapi tetap sesuai dengan karakter brand.

 

Contoh, di Instagram, Anda menonjolkan edukasi bagi audiens mengenai produk atau jasa. Di TikTok, Anda dapat menampilkan keceriaan ruang kerja, momen bahagia konsumen setelah mendapat manfaat tertentu dari produk Anda, atau konten lainnya yang lebih ringan tanpa harus “merusak” brand personality Anda.

 

2. Tekankan pada Cerita Manusia, Bukan “Kecanggihan” Visual saja

Salah satu kesalahan brand saat membuat konten adalah ingin terlalu muluk-muluk pada visual, sedangkan konsep kontennya tidak jelas.

 

Padahal konsep yang menekankan pada cerita manusia di balik brand adalah kuncinya.

 

Alih-alih memikirkan visual, Anda dapat memikirkan cerita apa yang ingin disampaikan. Misalnya, cara Anda menemukan inovasi, karyawan yang kocak, perjuangan orang-orang di balik sebuah produk, dan lain-lain.

 

3. Konsistensi Brand Personality

Salah satu cara agar brand personality menempel pada benak audiens adalah konsistensi pada karakter yang dibangun. Di antaranya mulai dari jenis font, tone warna, dan gaya bicara.

 

Lalu, pastikan juga Anda memiliki karakter khas yang nampak di semua video, misalnya elegan, humoris, dermawan, atau fun.

 

Apa pun itu, hindari melakukan kesalahan yang sering dilakukan oleh brand, yaitu menjadi terlalu kaku karena takut “keluar jalur” padahal TikTok tidak bisa menerima persona yang terlalu kaku. Anda dan tim harus memikirkan cara membawa karakter yang sama seperti yang dirancang dari awal membangun brand tetapi dengan penyesuaian yang lebih ringan untuk konten TikTok.

 

Baca Juga: Merancang Strategi Konten Media Sosial yang Unik dan Tingkatkan Engagement

 

4. Optimalkan 3 Detik Pertama

Kunci dari konten TikTok Anda terletak pada hook di tiga detik pertama. Jika audiens bertahan selama tiga detik pertama, ada kemungkinan mereka menyelesaikan menonton sampai akhir video.

 

Maka dari itu, pada hook, Anda harus menampilkan sesuatu yang “heboh” atau dapat menarik perhatian audiens. Jadi bagian pentingnya ditaruh di depan, bukan di paling belakang karena belum tentu penonton menonton sampai detik terakhir.

 

Anda dapat menggunakan hook berupa narasi seperti berikut:

  • “Gini ya rasanya jadi admin sebuah brand…”
  • “Kami baru sadar pelanggan sukaaaa banget hal ini”
  • “Ini alasan kenapa produk kami sering banget sold out…”
  • “Pantesan pada ngomel, oh ternyata ada ini..”

 

Alternatif lainnya, jika karakter brand sudah kuat, Anda dapat menampilkan sosok atau sesuatu yang familiar pada audiens di tiga detik pertama.

 

5. Manfaatkan Tren

Anda boleh mengikuti semua tren, tetapi sesuaikan lagi dengan karakter brand ya!

 

Contoh:

  • Tren lagu lucu: dipakai untuk menunjukkan struggle tim marketing.
  • Tren dance: dipakai untuk menunjukkan aktivitas tim.
  • Tren konten POV: menampilkan persona pelanggan.

Cara mengombinasikan unsur budaya pop dengan karakter brand dapat meningkatkan engagement brand Anda di TikTok.

 

6. Buat Pilar Konten atau Rubrik

Untuk menonjolkan karakter brand, Anda juga bisa membuat beberapa pilar konten, misalnya edukasi, cerita pelanggan, dan POV tim. Lalu, buatlah konten di masing-masing pilar menjadi seperti sebuah serial.

 

Dengan konten tematik seperti ini, akan membantu TikTok menyebarkan video Anda pada audiens sesuai dengan peminatnya.

 

Baca Juga: 9 Strategi Branding Unik untuk Brand Baru. Narasi Jadi Kunci Utama!

 

7. UGC

User generated content merupakan sebuah konten yang seolah-olah dibuat spontan oleh seseorang yang mengalami sebuah kejadian. Jadi, kejadian yang tampak di video seperti sebuah kejadian yang benar-benar terjadi tanpa script.

 

Cirinya konten UGC adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan kamera HP seadanya
  • Suara asli
  • Tidak terlalu banyak editing
  • Cerita personal

 

Namun, Anda harus riset mendalam dulu sebelum membuat konten UGC. Pasalnya, audiens TikTok juga sedikit sensitif, jadi Anda harus sedikit berhati-hati.

 

8. Relevan

Apa pun konten yang dibuat untuk mendukung brand personality, pada prinsipnya sebuah konten harus relevan dengan target audiens.

 

Pastikan konten yang dibangun dengan karakter Anda, membuat audiens merasa terikat secara emosi. Gampangnya, konten dikatakan relevan ketika audien sudah berpikir “relate banget nih!” atau “iya lagi iya lagi”.

 

9. Analisis Performa

Untuk mengetahui apakah kampanye branding Anda berhasil atau tidak, analisislah performa Anda di TikTok. Estetika sebuah video tidak akan berguna jika performanya buruk.

Lakukanlah evaluasi terhadap elemen berikut:

  • Retention rate (persentase orang bertahan untuk menonton konten Anda)
  • CTR ke profil
  • Jumlah komentar organik
  • Berapa banyak orang DM setelah menonton
  • Durasi rata-rata penonton dari video tertentu

 

Kolaborasi dengan Creative Faith

TikTok terus berkembang sehingga menjadi sebuah platform yang tepat untuk brand dari sebuah bisnis tampil lebih menonjol dibanding brand lainnya di TikTok.

 

Mencapai tujuan pemasaran dan bisnis di TikTok memang bukan perkara mudah. Diperlukan sebuah strategi yang tepat untuk merancang konten yang tepat di TikTok tanpa merusak karakter brand tetapi tetap ringan dan relevan untuk audiens. 

 

Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi marketing yang relevan dalam mencapai tujuan dari marketing dan bisnis melalui konten media sosial, termasuk TikTok. Creative Faith dapat menjawab kebutuhan brand Anda tersebut.

 

Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif untuk brand Anda dari awal sampai akhir.

 

Apakah brand Anda siap naik kelas?

 

Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

 

 

AUTHOR
Admin