Strategi Website Marketing untuk Dongkrak Bisnis Naik Kelas
Bisnis yang dijalankan secara profesional membutuhkan website resmi.
Tidak hanya formalitas, website dapat dioptimasi sebagai salah satu alat mencapai business dan marketing goals.
Maka dari itu, website harus dirancang sedemikian rupa agar menarik dan mudah digunakan oleh audiens. Selain itu, yang paling penting, website harus bisa menavigasi audiens untuk memenuhi kebutuhannya, baik itu mendapat informasi tentang produk atau jasa dan melakukan transaksi.
Sekarang, yuk, kita bahas apa itu website marketing dan strategi menjalankannya!
Apa Itu Website Marketing?
Website marketing adalah proses mempromosikan bisnis atau brand melalui situs web agar dapat menarik, melibatkan, dan mengonversi pengunjung menjadi pelanggan.
Menurut penelitian yang dimuat International Journal of Innovative Research in Computer Science & Technology, website memegang peranan penting dalam kampanye digital marketing.
Dalam penelitian itu, disebutkan, website yang mudah digunakan, gampang dinavigasi, dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung akan lebih mampu menarik dan mempertahankan pengunjung. Akibatnya, interaksi pengunjung meningkat, konversi (misalnya pembelian atau pendaftaran) jadi lebih tinggi, dan pada akhirnya pendapatan bisnis pun bertambah.
Dengan begitu, sebuah bisnis harus memperhatikan website sebagai alat yang dapat digunakan audiens. Membuat audiens merasa nyaman ketika mengunjungi website dapat menjadi modal untuk mencapai tujuan dari pemasaran dan bisnis itu sendiri.
Baca Juga: Strategi Branding Hotel agar Menonjol Dibanding Kompetitor
Kenapa Website Marketing Sangat Penting?
1. Meningkatkan Kredibilitas dan Kepercayaan
Di era teknologi seperti sekarang, keberadaan website menjadi salah satu syarat untuk "dianggap" sebagai bisnis resmi yang dapat bekerja secara profesional.
Menurut sejumlah penelitian, konsumen juga lebih mempercayai bisnis yang memiliki website profesional dan informatif.
2. Pusat Ekosistem Digital Marketing
Apa pun kampanye pemasaran digital Anda, website dapat menjadi pusatnya.
Website tidak hanya dioptimasi untuk kebutuhan SEO dan Google Ads, tetapi juga dapat diintegrasikan dengan kampanye di media sosial, email marketing, dan CRM.
Selain itu, website juga dapat menjadi platform marketing pada tahap awareness (top funnel), consideration (middle funnel), hingga konversi.
3. Mendapat Data Akurat
Melalui aktivitas audiens di website, Anda akan lebih mudah mendapat berbagai data. Di antaranya:
- Jumlah pengunjung
- Halaman yang membuat pengunjung tertarik melakukan konversi
- Perilaku audiens
- Usia audiens
- Perangkat yang digunakan audiens
- Lokasi audiens
- Jenis produk yang paling disukai
4. Efisiensi Biaya Jangka Panjang
Dibandingkan iklan tradisional, website marketing lebih hemat karena hasilnya bisa diukur dan dioptimalkan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Strategi Branding Logo untuk Membangun Identitas dan Loyalitas Audiens
Strategi Website Marketing yang Efektif
1. Maksimalkan Search Engine Optimization (SEO)
SEO merupakan fondasi utama website marketing.
Supaya optimal, anda harus memastikan website dioptimalkan dari sisi teknis (cepat, mudah digunakan di perangkat mobile, URL terstruktur, robot.txt, memisahkan halaman yang harus diindeks Google dan tidak, serta konten memuat semua informasi yang dibutuhkan audiens)
Menurut data dari Wix, Google masih menguasai pasar global untuk pencarian informasi (search market) hingga sebesar 91,8%. Sementara sisanya, 8,2% adalah perangkat AI.
Kemudian, jika dibandingkan dengan mesin pencari lainnya, menurut data StatCounter, Google menguasai 90,4% market share untuk kategori mesin pencari. Google mengalahkan Bing, YANDEX, Yahoo, DuckDuckGo, dan Baidu.
2. Content Marketing
Jangan buat website untuk sekadar formalitas, ya! Optimalkanlah dengan membuat berbagai konten yang menarik untuk audiens.
- Beberapa konten yang bisa ditampilkan di website di antaranya adalah sebagai berikut:
- Blog
- Panduan
- Studi kasus
- Video tutorial
- Etalase produk atau jasa
Konten berkualitas akan memperpanjang waktu kunjungan audiens di website.
Hal ini akan menjadi sinyal positif untuk SEO
3. Tingkatkan User Experience (UX)
Tidak hanya menyediakan konten menarik, Anda juga harus memastikan audiens mendapat pengalaman yang baik ketika mengunjungi website.
Desain yang bersih, navigasi jelas, serta waktu loading cepat adalah faktor penting untuk mempertahankan mereka.
4. Integrasi dengan Media Sosial dan Email Marketing
Menggunakan lebih dari satu platform untuk kampanye pemasaran? Jangan dibiarkan berdiri sendiri-sendiri, ya!
Misalnya, untuk media sosial, pastikan sebagian konten dapat dihubungkan dengan website. Mulai dari Instagram Story yang terhubung ke blog, rekomendasi produk atau jasa yang ditautkan ke halaman transaksi, dan lain-lain.
Kemudian, Anda juga bisa menggunakan newsletter untuk menjaga hubungan dengan pengunjung lama dan menarik mereka kembali.
5. Analisis Aktivitas Audiens
Ada banyak indikator yang bisa dianalisis. Pertama, traffic website. Jumlah kunjungan dapat menjadi indikator seberapa berhasil kampanye pemasaran di top funnel atau yang bertujuan meningkatkan awareness.
Kemudian, Anda juga dapat membuat tracker untuk berbagai indikator dengan menggunakan Google Tag Manager. Hasil dari tracking tersebut akan muncul di Google Analytics.
Data ini akan menentukan strategi pemasaran ke depannya, baik untuk penentuan konten yang diproduksi atau produk/jasa yang akan dijual.
6. Targetkan Niche Tertentu
Salah satu kesalahan banyak marketer adalah mengejar jumlah traffic dengan membuat konten yang akan dikunjungi banyak audiens. Entah audiens adalah audiens yang potensial menjadi pelanggan atau tidak, tidak dipertimbangkan. Jika ini terjadi, Anda hanya akan mendapat "statistik bagus" tetapi tidak substansial.
Padahal, yang paling penting bukan pada tingginya traffic, melainkan tepat atau tidaknya audiens yang mengunjungi website Anda. Maka dari itu, Anda harus mengarahkan tim untuk membuat konten yang benar-benar sesuai dengan target pasar.
7. Buat Website Interaktif
Tidak hanya informatif, buatlah website menjadi interaktif. Tujuannya agar audiens beraktivitas lebih lama di website.
Hal ini akan membuat audiens lebih mengenal brand dan produk Anda. Selain itu, bisa meningkatkan traffic secara signifikan.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Membuat website yang interaktif dan informatif untuk menghadirkan pengalaman yang baik untuk audiens memang bukan perkara mudah.
Nah, maka dari itu, Anda harus memiliki mitra strategis untuk menggapai gol dari target pemasaran dan bisnis Anda. Creative Faith dapat menjawab kebutuhan brand Anda tersebut.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand untuk menciptakan website yang interaktif, Creative Faith akan memikirkan semuanya dari awal sampai akhir untuk Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas dengan website yang menunjang pengalaman audiens?
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

