Kualitas produk memang faktor vital dalam sebuah bisnis, tetapi itu saja tidak cukup. Apabila kemasan tidak menarik dan mencerminkan produk, konsumen pun tidak akan melirik produk tersebut.
Maka dari itu, sebagai pemilik bisnis, Anda harus memiliki strategi dalam membuat kemasan atau packaging.
Packaging yang baik mampu menyampaikan identitas merek, membangun kepercayaan konsumen, hingga memengaruhi keputusan pembelian.
Menurut studi yang dipublikasikan Journal of Marketing Management, menyebut, pengemasan dapat menggambarkan kenyamanan konsumen sehingga berperan penting dalam memicu keputusan konsumen untuk membeli sebuah produk. Artinya, kemasan bukan hanya pelindung produk, tetapi juga “silent salesman” yang dapat meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen.
Lalu, bagaimana strategi membuat kemasan yang baik? Simak tips selengkapnya di artikel ini, ya!
Unsur Penting dalam Packaging
Pada prinsipnya, packaging yang baik meliputi beberapa unsur penting seperti desain visual, bentuk dan struktur, material, informasi produk, serta fungsionalitas.
1. Desain Visual
Tahukah Anda bahwa warna memiliki asosiasi secara psikologis dengan konsumen. Warna yang tepat dan sesuai dengan image sebuah produk, akan mempengaruhi emosi konsumen. Misalnya, merah memicu energi, sedangkan biru memberi kesan kepercayaan.
Selain warna, tipografi dan ilustrasi yang ditampilkan dalam sebuah kemasan juga sangat penting, ya!
2. Bentuk dan Struktur
Bentuk kemasan tidak hanya harus menarik, tetapi menggambarkan kualitas produk. Hal ini berguna untuk memberikan kesan eksklusif dan mudah diingat.
3. Material
Penentuan material dalam kemasan juga sangat penting karena tidak hanya mempengaruhi ketahanan produk, tetapi juga persepsi publik akan kualitas produk.
Dalam menentukan material, hal yang bisa Anda pertimbangkan adalah dari segi kualitas, kecocokan dengan produk, dan tren.
Misalnya, Anda dapat memilih material ramah lingkungan untuk menjangkau konsumen yang peduli dengan lingkungan. Cara ini juga bisa digunakan sebagai bagian dari kampanye pemasaran, sehingga akan lebih banyak konsumen melirik produk Anda.
4. Informasi Produk
Konsumen juga perlu tahu komposisi bahan yang mereka konsumsi dan berbagai informasi terkait produk. Label, komposisi, petunjuk penggunaan, dan sertifikasi adalah elemen penting untuk membangun kepercayaan
5. Fungsionalitas
Hanya karena Anda ingin mendesain kemasan dengan estetik, bukan berarti melupakan aspek fungsionalitas.
Kemasan harus mudah dibuka, disimpan, dan digunakan kembali. Semakin praktis sebuah kemasan, semakin puas juga konsumen dan peluang untuk repeat order pun meningkat.
Baca Juga: Perbedaan Strategi Branding, Marketing, dan Sales untuk Mendapat Konsumen yang Loyal
Jenis Packaging Berdasarkan Bentuk dan Material

Dari segi bentuk dan materi, jenis packaging meliputi kotak karton, botol, kemasan plastik fleksibel, kaleng, kemasan komposit, standing pouch, kemasan kayu, serta tabung dan toples. Berikut keunggulan masing-masing jenis packaging.
1. Kotak Karton
Kemasan ini banyak digunakan untuk makanan ringan, kosmetik, hingga produk elektronik kecil.
Keunggulan: mudah dicetak dengan desain visual yang kaya, ringan, dan bisa didaur ulang.
Kekurangan: kurang tahan terhadap kelembaban atau cairan tanpa lapisan tambahan.
2. Botol
Biasanya digunakan untuk minuman, parfum, kosmetik cair, deodoran, dan obat dalam bentuk cairan. Saat memilih jenis botol, perhatikanlah kesan yang ditampilkan sebuah botol.
Botol kaca memberi kesan premium, menjaga rasa atau kualitas produk, dan ramah daur ulang. Sementara botol plastik lebih ringan dan murah, tetapi isu lingkungan sering menjadi pertimbangan.
3. Kemasan Plastik
Biasanya digunakan oleh produk makanan dan minuman, produk rumah tangga, dan lain-lain. Kemasan jenis ini sangat mudah dan murah, tetapi isu lingkungan kerap menjadi masalah.
4. Kaleng
Umumnya digunakan untuk produk minuman, makanan kaleng (contoh: sarden, cocktail, dll), cat, dan lain-lain.
Jenis kemasan ini tampak lebih kuat karena berfungsi menjaga produk dari cahaya dan oksigen sehingga tahan lama.
5. Kemasan Komposit
Komposit merupakan materi yang berasal dari campuran beberapa material, misalnya tetra pak yang berasal dari kertas, plastik, dan aluminium.
Cocok untuk susu, jus, atau produk cair lainnya. Kelebihannya, kemasan jadi ringan, isi terlindungi dengan baik, dan tahan lama.
6. Standing Pouch
Kemasan jenis ini biasa digunakan untuk produk kopi, snack, dan bumbu dapur. Tujuannya, agar ketika produk-produk ini disimpan di dapur, dapat disimpan atau dijajarkan dengan rapi.
Selain itu, kemasan ini dapat digunakan ulang dan memunculkan kesan modern.
7. Kemasan Kayu
Ajaibnya kemasan kayu adalah bisa memberikan kesan mahal, eksklusif, dan premium. Kemasan jenis ini cocok digunakan untuk produk cokelat, hampers, dan produk-produk lain yang dijual dalam edisi khusus.
8. Tabung dan Toples
Kemasan tabung banyak digunakan untuk produk kosmetik, pasta gigi, dan krim. Sementara, toples banyak digunakan untuk produk selai, permen, makanan ringan, dan skin care.
Kemasan jenis ini dibuat untuk memberikan kemudahan pada konsumen dalam mengakses atau mengonsumsi produknya.
Baca Juga: Contoh Kolaborasi Brand yang Sukses dan Strategi yang Bisa Ditiru
Jenis Packaging Berdasarkan Fungsi
1. Primary Packaging
Kemasan langsung yang bersentuhan dengan produk, misalnya botol minuman atau bungkus makanan ringan.
2. Secondary Packaging
Lapisan tambahan untuk melindungi produk, seperti kotak kardus berisi beberapa botol minuman.
3. Tertiary Packaging
Kemasan distribusi untuk pengiriman dalam jumlah besar, seperti palet atau kontainer.
Strategi Packaging
1. Pilih Jenis Kemasan Berdasarkan Implikasinya
Jika ingin memberikan kesan premium, pilihlah kemasan dari kaca, kayu, atau karton tebal dengan desain minimalis.
Untuk produk yang dijual untuk pasar yang luas, pilihlah kemasan plastik yang fleksibel, pouch, atau karton karena murah dan efisien.
Sementara, jika produk Anda ingin berkontribusi pada peningkatan kampanye lingkungan, pilihlah kemasan ramah lingkungan yang bisa didaur ulang. Pilihan ini bisa jadi alternatif ketika produk hendak dipasarkan secara global.
2. Kenali Target Audiens
Percuma kemasan didesain estetik tetapi tidak mengena pada segmen pasar. Pastikan desain kemasan selaras dengan segmen pasar.
Misalnya, produk anak-anak lebih cocok dengan warna cerah dan ilustrasi menyenangkan, sementara produk premium menggunakan desain minimalis dengan warna netral
3. Tonjolkan Keunikan
Kemasan tidak hanya sekadar alat membungkus, tetapi bisa jadi sebuah keunikan untuk dijual atau unique selling point.
Contohnya, Teh Kotak menjual produk dengan kemasan yang dilengkapi tutup botol. Kemasan ini menjadi unik ketika kompetitor hanya menjual produk minuman dalam kotak yang hanya dilengkapi sedotan.
4. Tonjolkan Identitas Brand

Ingat, jangan sampai kemasan tidak sejalan dengan strategi branding Anda.
Kemasan harus mencerminkan dan menonjolkan identitas brand. Pastikan logo, tipografi, slogan, dan warna sesuai dengan brand guideline.
5. Kemasan Ramah Lingkungan
Menurut Nielsen Global Survey (2015), lebih dari 66% konsumen bersedia membayar lebih untuk produk ramah lingkungan. Jadi, memilih kemasan yang ramah lingkungan dapat meningkatkan efektivitas kampanye branding Anda karena akan mendapat citra positif dari masyarakat.
6. Storytelling pada Kemasan
Narasi singkat tentang kampanye, bahan baku, filosofi brand, atau lelucon singkat bisa menjadi daya tarik sendiri untuk produk Anda.
Contohnya, kemasan Kopi Kenangan dan permen Kiss yang dilengkapi quote-quote jenaka yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, menjadi daya tarik tersendiri untuk konsumen.
Lalu, ada Aqua yang menampilkan gambar pegunungan di kemasan dan dibubuhi tulisan "100% Murni" yang menceritakan bahwa produk mereka berasal dari air pegunungan asli sehingga memberi kesegaran dan menjamin kesehatan pada konsumen.
Baca Juga: Mengenal Cara Membuat Storytelling Marketing yang Kuat dan Lebih Dekat dengan Audiens
7. Uji Coba Pasar
Anda bisa melakukan survei atau A/B testing untuk melihat desain kemasan mana yang lebih disukai konsumen.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Memikirkan desain kemasan yang menarik tidak hanya membutuhkan tenaga desainer kreatif yang bisa menciptakan desain estetik. Lebih dari itu, sebuah kemasan harus sejalan dengan kampanye branding dan marketing.
Maka dari itu, Anda harus memikirkan dari semua aspek, yaitu bisnis, marketing, branding, dan kreatif.
Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena Creative Faith dapat menjadi mitra strategis Anda. Sebagai strategic marketing agency, Creative Faith telah memiliki banyak portofolio yang berhubungan dengan pengembangan kemasan produk.
Apakah produk Anda siap naik kelas?
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

