Diskon atau potongan harga merupakan momen yang diincar oleh konsumen, baik yang lama ataupun yang baru. Pasalnya, mereka bisa mendapat benefit yang sama dengan harga yang lebih murah.
Makanya, semua jenis usaha pasti menerapkan diskon di momen-momen tertentu.
Namun, penerapannya tidak boleh asal, ya! Penerapan diskon yang asal-asalan hanya akan membuat boncos dan lebih pahit lagi, akan membuat produk Anda mudah dilupakan begitu diskon tidak diterapkan lagi.
Jadi, bagaimana menerapkan strategi diskon yang tepat? Yuk, simak tipsnya di bawah ini!
Strategi Diskon Tepat Sasaran dan Waktu
1. Psikologi Harga
Potongan harga dapat menentukan emosi konsumen produk Anda. Sedikit tweak saja akan mengubah persepsi konsumen pada produk Anda.
Misalnya, alih-alih menuliskan harga Rp1.000.000, Anda dapat mencoret harga tersebut dan menggantinya dengan 990.000, 985.000, atau angka lainnya yang berada di bawah Rp1.000.000 tetapi jaraknya tidak terlalu jauh.
Hal ini akan membuat konsumen berpikir bahwa harga produk tidak sampai Rp1.000.000 tetapi di saat yang sama Anda tidak rugi.
2. Diskon Bundling
Daripada mendiskon satu produk, coba gabungkan beberapa produk dalam satu paket. Cara ini cukup efektif mengubah persepsi konsumen akan harga. Dengan bundling, konsumen bisa mendapat harga lebih murah dan produsen dapat menjual produknya lebih banyak.
Contoh:
- Restoran menawarkan paket “hemat berdua”
- Brand fesyen memberi diskon untuk pembelian set atasan dan bawahan.
- Brand OTT memberikan bundling Paket Nonton Liga Inggris + Liga Indonesia + Film
3. Diskon Musiman
Ada beberapa momentum yang dapat Anda jadikan sebagai momen menerbitkan diskon, misalnya:
- Diskon Hari Raya (Natal, Lebaran, dll)
- Diskon Back to School (biasanya untuk produk anak sekolah)
- Flash Sale
Tujuan diskon musiman adalah untuk menciptakan urgensi dan mengoptimalkan momen-momen spesial.
4. Diskon Member
Anda harus membedakan, mana pelanggan yang datang sesekali dan mana yang setia. Pelanggan setia dan sering beli, sebaiknya ditawari kesempatan untuk menjadi member.
Dengan member tersebut, mereka bisa mendapat informasi diskon lebih cepat dan ada juga diskon khusus member.
Dari segi konsumen, mereka akan merasa diuntungkan karena mendapat harga lebih murah ketika menjadi member. Sementara bagi produsen, diskon member adalah kemsempatan untuk meningkatkan jumlah penjualan dan ajang promosi.
5. Diskon Volume
Inti dari strategi ini adalah konsumen bisa mendapat lebih banyak produk ketika membeli dalam jumlah banyak. Misalnya, beli 2 gratis 1 atau pembelian minimal Rp60.000 untuk mendapat diskon 10%.
6. Diskon Edisi Terbatas
Pernah dengar diskon early bird atau preoder? Nah itu termasuk ke dalam diskon edisi terbatas. Strategi ini efektif untuk produk baru atau event terbatas.
Contoh:
- Diskon 10% untuk yang booking sebelum tanggal 10
- Potongan 25% untuk yang daftar bootcamp di gelombang I
7. Diskon Tersembunyi untuk “Retargeting”
Retargeting adalah komunikasi berulang yang dilakukan pada audiensnya. Tujuannya, memperkuat strategi diskon yang sudah ada. Biasanya dilakukan dalam digital marketing seperti penayangan ulang konten Instagram yang diiklankan kepada target konsumen.
8. Diskon Aktivasi
Aktivasi merupakan sebuah kampanye marketing yang ditujukan pada calon konsumen untuk melakukan hal-hal yang Anda inginkan. Kemudian, berikan diskon tersebut untuk audiens yang terlibat aktif.
Contoh:
- Diskon 10% untuk yang download aplikasi
- Diskon 15% untuk yang pernah review akomodasi di Google Review
- Diskon 5% untuk audiens yang posting ulang akun Anda
9. Waktu Pemberian Diskon yang Tepat
Terkadang, yang menjadikan diskon efektif atau tidak, bukan karena jenis diskonnya, melainkan waktunya pas atau tidak. Berikanlah diskon ketika:
- Memperkenalkan produk baru
- Tingkat konversi stagnan
- Stok barang menumpuk
10. Jenis Diskon yang Dikombinasikan
Pada momen tertentu, mungkin Anda akan melakukan diskon melalui gamifikasi, misalnya diskon yang didapat dari mystery box, spin wheel, dan gimmick lainnya. Istilah untuk diskon ini adalah “diskon berisiko”.
Nah, untuk diskon berisiko, menurut Journal of Economic Psychology lebih baik Anda menukarkannya dengan diskon pada barang secara langsung, ketimbang diskon pengeluaran konsumen.
Misalnya, Anda membuat kampanye diskon 30% pada setiap aktivasi aplikasi pengguna baru. Lebih baik Anda berikan diskon 30% langsung pada produk secara langsung ketimbang memberikan diskon 30% setelah konsumen membelanjakan uangnya dalam jumlah tertentu.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Diskon dapat menjadi penentu masa depan bisnis Anda. Jika diskon selalu diberikan pada saat yang tepat, tentu akan berdampak pada pertumbuhan bisnis Anda.
Namun, kesibukan dalam mengurus bisnis, tentu akan membuat Anda kewalahan jika memikirkan strategi marketing dari awal sampai akhir.
Maka dari itu, Anda harus memiliki mitra strategis untuk merancang strategi yang relevan dalam mencapai tujuan dari marketing dan bisnis. Creative Faith dapat menjawab kebutuhan brand Anda tersebut.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand untuk menciptakan strategi branding yang kuat, Creative Faith akan memikirkan semuanya dari awal sampai akhir untuk Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

