Salah satu kesalahan umum yang terjadi saat merancang desain adalah fokus pada estetika.
Padahal, jika berbicara tentang bisnis dan marketing, desain harus dioptimalkan untuk mencapai marketing goals.
Sebuah desain bisa berdampak pada pertumbuhan leads, traffic, bahkan sampai profit.
Maka dari itu, Anda membutuhkan strategi yang tepat dalam merancang desain. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya di artikel ini, ya!
Kenapa Desain Penting dalam Marketing?
Di era serba konten, visual menjadi segala-galanya bagi sebuah brand untuk bisa bersaing dalam bisnis. Setidaknya, beberapa faktor berikut mendukung alasan di balik pentingnya sebuah desain dalam marketing.
- Visual sebagai bahasa brand: mulai dari penggunaan warna, tipografi, dan komposisi visual, membantu membangun identitas sebuah brand
- Meningkatkan engagement: Ketika desain visual "kena" di benak audiens, akan terjadi peningkatan engagement dan brand recall
- Memengaruhi keputusan pembelian: produk dengan desain yang baik, akan mempermudah konsumen dalam mengambil keputusan atau memilih produk Anda
- Transformasi digital: persaingan bisnis sangat ketat, sehingga harus dapat memikat konsumen di berbagai platform digital dalam waktu hitungan detik
Elemen dalam Desain
Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa desain bukan sekadar estetika, melainkan sebuah strategi untuk memikat konsumen dan audiens.
Berikut merupakan beberapa elemen yang harus Anda perhatikan ketika merancang strategi desain untuk kebutuhan marketing:
- Identitas visual untuk membangun citra brand
- Desain yang mengoptimalkan visual untuk meningkatkan engagement, CTR, word-of-mouth, dan konversi
- Estetika yang memengaruhi keputusan pembelian
- Desain produk yang memudahkan konsumen menggunakannya
Baca Juga: Merancang Brand Personality yang Unik dan Relevan, Lengkap dengan Contoh Suksesnya
Strategi Desain untuk Maksimalkan Kampanye Marketing
1. Tetapkan Identitas Visual

Hindari menggunakan konsep desain yang berbeda-beda pada setiap konten atau platform.
Identitas visual yang sama akan memudahkan audiens mengingat brand Anda. Mulai dari logo, postingan media sosial, UI website, hingga kemasan, harus memiliki karakter serupa.
2. Pahami Audiens
Dalam merancang desain, Anda juga harus mempertimbangkan aspek demografi, psikografi, kebiasaan, dan preferensi emosional audiens.
Pasalnya, warna bisa menunjukkan sentimen terhadap emosi tertentu.
Misalnya, menggunakan warna biru sebagai simbol kesegaran untuk produk minuman atau es krim, warna merah sebagai simbol hospitality, dan warna emas menunjukkan produk premium untuk target pasar high-end.
3. Struktur Copy

Untuk menyampaikan pesan, diperlukan sebuah copy yang kuat. Hal ini berlaku di konten media sosial, artikel, dan juga kemasan produk.
Jangan sampai, karena ingin terlihat estetik, nama produk atau tagline jadi tidak tertutup kata-kata sebenarnya tidak penting.
Buatlah nama produk sebagai copy utama yang membuat semua orang langsung membacanya. Lalu, gunakan tagline singkat yang relevan dengan kebutuhan audiens.
Selain memainkan kata-kata, Anda juga memainkan ukuran dan warna font di sini.
4. Utamakan Fungsi
Hal ini harus diperhatikan, terutama saat membuat desain website dan aplikasi.
Pastikan desain juga memudahkan pengguna, yaitu navigasi yang bersih, struktur informasi jelas, elemen interaksi intuitif. Intinya, buat audiens merasa bahwa website atau aplikasi Anda bermanfaat untuk audiens.
Untuk produk fisik, desain kemasan harus tidak hanya menarik tapi juga fungsional, misalnya mudah dibuka, mudah dikenakan, dan lain-lain. Semakin mudah digunakan, semakin tinggi pula pengalaman konsumen.
5. Analisis dengan Data
Gunakanlah data sebagai rujukan evaluasi.
Apabila terkait dengan website, lihatlah apakah CTR dan average engagement time-nya tinggi atau tidak.
Lalu, jika berbicara kemasan produk, Anda dapat membuat survei, apakah secara keseluruhan desain membantu konsumen menggunakan produk atau tidak.
Sementara di media sosial, Anda dapat menganalisis dari insight yang diberikan pihak platform.
6. Pastikan Sejalan dengan Kampanye Marketing Lain
Desain tak bisa berdiri sendiri. Untuk hasil optimal, desain harus mendukung strategi konten, pesan, penawaran, segmentasi audiens, dan saluran distribusi.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Dalam menentukan desain baik itu produk, UI website, hingga kemasan, membutuhkan strategi. Desain yang baik memperhatikan kepentingan konsumen sebagai pembeli, baik itu dari segi visual dan juga kebermanfaatannya.
Merancang desain memang bukan masalah yang dapat selesai dalam satu hari. Diperlukan riset mendalam terkait fungsi dan nilai dari produk serta brand-nya.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi desain untuk mencapai tujuan dari marketing dan bisnis melalui media, baik itu kemasan, konten media sosial, website, merchandise, dan lain-lain..
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif untuk brand Anda dari awal sampai akhir.
Apakah brand Anda siap naik kelas?

