creativefaith logo

Strategi Copywriting yang Bikin Bisnis Untung, Kreatif, dan Efektif

DATE
17 December 2025
READING TIME
4 mins
strategi copywriting

Salah satu elemen penting dalam bisnis adalah penyampaian pesan dari brand ke audiens. Jika audiens salah menangkap maksud dari brand, yang terjadi adalah audiens tidak akan tertarik untuk berinteraksi dan membeli produk Anda.

 

Nah, di sinilah peran dari copywriting untuk menyampaikan pesan kepada audiens.

 

Tantangan merancang copywriting adalah harus menyampaikan pesan yang padat dari sebuah produk ke dalam sebuah ruang yang terbatas.

 

Lalu, bagaimana strategi yang tepat untuk merancang copywriting yang pas yang dapat berdampak positif pada bisnis? Yuk, simak tips selengkapnya di artikel ini!

 

Kenapa Copywriting Penting?

Copywriting bukanlah sekadar tulisan, melainkan sebuah pesan yang memiliki tujuan bisnis, yaitu menyampaikan benefit yang didapat oleh konsumen dari produk Anda melalui cara-cara kreatif.

 

Maka dari itu, peran copywriting dalam bisnis meliputi:

  • Membangun narasi
  • Menarik perhatian audiens
  • Mengarahkan audiens melakukan hal-hal yang Anda inginkan
  • Menyampaikan pesan tertentu
  • Mengomunikasikan kampanye yang sedang dijalankan perusahaan

 

Strategi Copywriting

1. Kenali Audiens Terlebih Dulu

Sebelum menulis, Anda harus tahu, siapa audiens Anda. Untuk mengidentifikasi target audiens, Anda dapat menjawab beberapa pertanyaan berikut:

  • Siapa target audiens? Apakah pria, wanita, tua, muda, anak-anak, orang tua, atau siapa?
  • Di “ruang apa” Anda berbicara dengan mereka, formal atau informal?
  • Apa latar belakang ekonomi mereka, termasuk kelas menengah ke bawah atau menengah ke atas?
  • Di mana audiens Anda tinggal?
  • Komunikasi seperti apa yang disukai audiens? Gaya bahasa formal, bahasa daerah, bahasa gaul, bahasa Inggris yang dicampur Indonesia, gaya bahasa yang santai, atau seperti apa?
  • Masalah apa yang sedang mereka hadapi?
  • Solusi apa yang dibutuhkan oleh audiens Anda?

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, pasti Anda akan mendapat inspirasi, setidaknya Anda jadi tahu, pesan seperti apa dan dengan cara apa harus disampaikan.

 

Baca Juga: Merancang Strategi Konten Media Sosial yang Unik dan Tingkatkan Engagement

 

2. Dahulukan Manfaat daripada Fitur

Kami mengetahui bahwa Anda membuat produk berkualitas dengan berbagai kriteria spesifikasi. Namun sayangnya, tidak semua audiens peduli dengan teknis produksi produk Anda.

 

Maka dari itu, berfokuslah pada manfaat atau benefit yang akan diterima oleh audiens.

Contoh:

  • ❌Tumbler ini mampu menampung 400-500 ml, dengan daya tahan menahan suhu dingin di dalam botoh selama 10 jam
    ✅Tumbler-nya besar cukup mencegah dehidrasi seharian bekerja di kantor, terus kalau minum yang dingin-dingin, es batunya tahan beku lama banget, sampai 10 jam!
  • ❌Garansi 2 tahun
    ✅Aman jika terjadi kerusakan
  • ❌RAM 16 GB dan ROM 512 GB
    ✅Smartphone terbaik untuk main ML, Free Fire, PUBG, dan masih banyak lagi!

Berdasarkan contoh di atas, brand tumbler mengetahui bahwa audiensnya adalah kalangan pekerja yang menghabiskan banyak waktu di kantor. Maka dari itu, pendekatannya menggunakan bahasa yang tidak terlalu formal dan membangun narasi yang berawal dari manfaat yang akan diterima audiens di kehidupannya sehari-hari.

 

3. Membangun Cerita

Di era modern, salah satu hal yang membedakan sebuah produk dengan kompetitor adalah dari cara Anda membangun cerita atau storytelling.

 

Dengan membangun cerita, Anda akan melibatkan emosi audiens yang merasa relevan. Ketika relevansi sudah terbangun, peluang mereka membeli produk Anda pun akan semakin besar.

 

Contoh:

❌Margarin mengandung lemak sehat, air, emulsi, dan vitamin.

 

✅Dulu sulit cari sarapan sehat, sekarang cukup roti dengan margarin, si Kecil sudah mendapat sarapan sehat untuk penuhi nutrisi dan energi harian!

 

Berdasarkan contoh, di atas, kita dapat mempelajari bahwa narasi yang kuat dapat dibangun hal-hal yang terjadi dalam keseharian..

 

4. Buat Ringkas

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pelaku bisnis dalam membuat copy adalah ingin memamerkan semua keunggulan di waktu yang sama. Padahal, audiens juga tidak membutuhkan itu.

 

Jika medianya adalah kalender, banner, spanduk, atau baliho, cukup cantumkan satu sampai dua poin yang menjadi keunggulan produk.

 

Contoh:

  • Terapi Uap Air Rezum, atasi masalah pembesaran prostat hanya dalam 9 detik
  • Simpan es kopi susu favoritmu di tumbler ini supaya tetap dingin sampai 6 jam!
  • Lulus S2 hanya 2 tahun, 100% online!

 

5. Sesuaikan Copy dengan Platform

Sebuah jurus copywriting yang berhasil di satu platform belum tentu akan berhasil di platform lainnya. Maka dari itu, Anda harus memahami perilaku atau psikologi audiens di sebuah platform.

 

Contoh:

  • Baliho di jalan: Gunakan copy yang singkat dan mudah dipahami dalam waktu singkat oleh pengguna jalan
  • Instagram: Gunakan hook dan subheadline. Tujuannya agar dapat menarik minat audiens, informasi dapat diterima dalam waktu cepat, dan tidak mengganggu estetika visual
  • Website: Bisa gunakan narasi lebih panjang dibanding copy di platform media sosial karena audiens membutuhkan informasi yang komprehensif

 

Baca Juga: Cara Membuat Unique Selling Point yang Mudah Diingat Konsumen

 

6. Gunakan Indikator yang Tepat untuk Evaluasi

Jika performa sebuah konten kurang bagus, jangan berdiam diri! Lakukanlah evaluasi dengan menggunakan indikator yang tepat. Terus, bagaimana cara kita tahu jika indikatornya tepat atau tidak?

 

Maka dari itu, gunakanlah indikator-indikator yang mengarah pada benefit sebuah konten dalam bisnis. Contoh:

  • Instagram: engagement rate, jumlah klik di iklan, retensi penonton saat menonton reels.
  • Website: CTR kecil atau menurun, traffic sedikit
  • Baliho: Word of mouth negatif yang menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui isi dari konten di baliho

 

Kolaborasi dengan Creative Faith

Copywriting tidak hanya sekadar menulis, melainkan menyampaikan pesan dalam ruang terbatas secara kreatif dan berdampak besar pada bisnis. Diperlukan riset yang mendalam sebelum menentukan copy yang akan diperlihatkan pada audiens.

 

Dengan copywriting yang baik, pesan dari brand dan produk akan tersampaikan dengan baik sehingga mempercepat proses audiens membuat keputusan.

 

Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk riset lebih mendalam mengenai narasi yang tepat dan diejawantahkan dalam copywriting yang ciamik.

 

Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda. 

 

Apakah brand Anda siap naik kelas?

 

Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

 

 

AUTHOR
Admin