creativefaith logo

Strategi Content Marketing yang Bikin Audiens Jatuh Cinta, Konversi dari Konten Tidak Lagi Mustahil

DATE
30 July 2025
READING TIME
4 mins
strategi content marketing

"Content is a king!". Itu adalah ungkapan yang sering diucapkan para marketer di era digital seperti sekarang.

 

Sebenarnya tidak ada yang salah dari ungkapan tersebut. Namun, jika tidak mendalami maksud dari slogan tersebut, bisa jadi Anda sebagai marketer atau business owner malah jadi salah arah.

 

Memang benar konten adalah raja, tetapi bukan berarti ketika membuat konten, tugas Anda memasarkan sebuah brand menjadi selesai.

 

Permasalahannya, bukan pada kuantitas atau jenis konten, melainkan apakah konten Anda sudah relevan dengan target market dan audiens?

 

Supaya konten menjadi relevan, Anda harus menggunakan strategi. Bagaimana menjalankan strategi content marketing yang baik? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

 

Strategi Content Marketing

 

Sekali lagi , orientasi dari content marketing bukanlah kuantitas dan jenis konten, melainkan membuat konten yang relevan dan target market dan audiens.

 

Berikut adalah beberapa strategi yang bisa Anda coba aplikasikan ketika hendak membuat strategi konten di berbagai platform.

 

1. Buat Pilar Berdasarkan Marketing Goals

 

Ada beberapa konten yang dibuat untuk meningkatkan awareness, beberapa lainnya dibuat untuk mengedukasi kelebihan produk atau jasa yang dibuat, dan beberapa lainnya dibuat untuk meningkatkan konversi.

 

Berdasarkan tujuan-tujuan tersebut, buatlah pilar yang akan menjadi panduan Anda dalam membuat konten di semua platform.

 

2. Jenis Konten yang Berbeda untuk Setiap Pilar

 

Jangan bebani semua marketing goals pada satu jenis konten. Pasalnya, satu setiap konten di setiap platform memiliki fungsi masing-masing.

 

Misal, pada konten-konten yang bertujuan awareness, fokus pada edukasi umum dan storytelling. Kemudian, pada konten yang bertujuan membuat audiens tertarik, bisa fokus pada pengenalan fitur atau jasa.

 

Pada konten yang bertujuan konversi, bisa berfokus pada keuntungan yang didapat audiens dengan mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapat produk atau jasa Anda.

 

3. Pelajari Emosi Audiens

 

Alih-alih mengedukasi fitur-fitur produk atau jasa Anda, lebih baik menyasar emosi audiens. Analisislah keresahan dan ketakutan mereka.

 

Dengan begitu, Anda akan lebih cepat membangun koneksi dengan audiens. Lalu, audiens akan lebih familiar dengan brand Anda.

 

Contoh:

 

  • Brand keuangan dapat membuat konten tentang "membangun usaha dari nol" yang di kemudian hari dapat dihubungkan dengan produk keuangan, seperti kredit usaha
  • Klub sepakbola dapat membuat konten tentang kebanggaan dan keterwakilan warga di daerahnya di kompetisi sepakbola nasional. Rasa kebanggan ini nantinya akan memicu mereka untuk membeli tiket atau merchandise
  • Brand parfum pria dapat membuat konten tentang bagaimana mengambil hati wanita. Konten ini tentu akan berhubungan dengan parfum yang dapat membuat pria wangi dan percaya diri saat menghadapi wanita

 

4. Repurpose Konten

 

Ini cocok untuk Anda yang mengejar banyaknya ragam konten tetapi memiliki resource terbatas. Jadi, dari satu konten, Anda bisa mengembangkannya menjadi beberapa jenis konten berbeda.

 

Contoh:

 

Anda membuat satu artikel tentang "Cara Menyikat Gigi yang Benar" untuk tayang di website, jangan berhenti sampai di situ. Anda masih bisa membuat konten carousel yang berisi tips menyikat gigi, video tutorial untuk menyikat gigi untuk Reels dan TikTok, serta audio podcast yang bisa Anda tayangkan di Spotify.

 

Jadi, kerja tim Anda lebih efisien, bukan?

 

5. Membangun Konten Jadi Ekosistem

 

Nah, ini merupakan next level dari repurpose konten. Untuk membangun konten menjadi ekosistem, setiap konten yang diunggah ke semua platform yang Anda miliki tidak dapat berdiri sendiri.

 

Jadi setiap konten di semua platform, memiliki keterhubungan yang akan menjaga audiens tetap pada customer journey-nya. Jika sudah menjadi ekosistem, tingkat kepercayaan audiens pada brand Anda pun akan semakin meningkat.

 

Contoh:

 

Anda telah menulis sebuah artikel di blog, lengkap dengan data yang telah diriset. Kemudian, Anda dapat membuat podcast yang mendiskusikan data ini.

 

Setelahnya, Anda bisa membuat webinar atau kelas yang membahas isu tersebut beserta dengan solusi yang bisa dilakukan oleh audiens Anda.

 

6. Cerdas dalam Menggunakan Data

 

Anda tidak perlu menggunakan banyak data untuk sebuah konten. Simpanlah data tersebut untuk laporan pada investor atau atasan.

 

Cukup manfaatkan data sederhana, lalu olah menjadi insight yang powerfull.

 

Contoh:

 

Anda menemukan data bahwa angka prevalensi diabetes di Indonesia naik dari 6,9% menjadi 8,5%. Dari data ini, Anda bisa membuat konten tentang "Penyebab Diabetes di Usia Muda" atau "Penyebab Diabetes yang Tidak Anda Sadari".

 

Baca Juga: Merancang Strategi Konten Media Sosial yang Unik dan Tingkatkan Engagement

 

Platform Content Marketing

 

Ada banyak platform yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan content marketing, berikut di antaranya:

 

1. Instagram

  • Video pendek (reels)
  • Carousel
  • Single static image
  • Klip atau potongan dari video panjang yang Anda buat
  • Siaran live

 

2. TikTok

  • Video pendek
  • Carousel
  • Video afiliasi
  • Siaran live

 

3. Youtube

  • Konten video panjang
  • Film
  • Podcast
  • Siaran live

 

4. Email marketing

  • Artikel pendek
  • Iklan paket promo

 

5. Blog

  • Artikel panjang
  • Iklan paket promo
  • Informasi penting lainnya

 

6. LinkedIn

  • Artikel
  • Carousel
  • Dokumen
  • Static images

 

7. Spotify

  • Podcast

 

Sebagai catatan, Anda tidak harus membuat semua konten di atas. Namun, sesuaikanlah dengan aktivitas yang dilakukan oleh target audiens Anda.

 

Kunci dari content marketing adalah harus selalu relevan dengan target audiens.

 

Saatnya Kolaborasi!

 

Memilih platform, merancang strategi, dan membuat konten memang bukan pekerjaan mudah. Pengerjaannya pun membutuhkan konsumsi waktu yang lama.

 

Namun, Anda tidak perlu memikirkan semuanya dari A sampai Z. Jika Anda tidak memiliki waktu untuk merancang strategi content marketing yang tepat, yang Anda butuhkan adalah seorang rekan.

 

Maka dari itu, Creative Faith hadir untuk membantu Anda memikirkan strategi jangka pendek dan panjang untuk kebutuhan content marketing bisnis Anda.

 

Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

 

AUTHOR
Admin