Dalam membuat konten, apa pun platform-nya, Anda harus memikirkan bahwa sebuah konten harus memenuhi kebutuhan dari setiap funnel pemasaran atau marketing.
Dalam dunia marketing, dikenal konsep klasik dalam marketing funnel yang terdiri dari awareness, consideration, dan conversion. Ketiga funnel ini memiliki fungsi masing-masing dalam marketing.
Pada tahap awareness, konten yang merupakan bagian dari kampanye marketing harus memancing audiens untuk menyadari bahwa brand Anda eksis. Kemudian, di tahap consideration, konten harus dirancang agar audiens memiliki product knowledge produk Anda. Kemudian, di tahap conversion, di sinilah Anda mendapat cuan karena audiens akan berubah menjadi konsumen yang membeli produk Anda.
Jika kampanye dari awareness sampai conversion berhasil, audiens akan menjadi loyal dan bukan tidak mungkin merekomendasikan produknya pada teman atau keluarga.
Lalu, konten seperti apa yang dapat mendukung kebutuhan dari tingkat awareness hingga konsumen merekomendasikan produk ke orang lain? Ayo, simak di artikel ini!
Strategi Content Marketing Funnel yang Awet
1. Awareness
Pada tahap awareness, Anda tidak perlu berjualan secara terang-terangan. Lalu, apa yang dikejar di tahap ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah brand visibility serta meningkatkan wawasan audiens tentang masalah yang dihadapinya dan cara mengatasinya.
Pastikanlah konten di tahap ini mudah dimengerti audiens. Platform-nya, bisa di mana pun, baik itu blog, Instagram, TikTok, videotron, dan lain-lain. Bentuknya juga bisa banyak, artikel, mikroblog carousel, video pendek, video panjang, motion, gambar statis, dan lain-lain.
KPI-nya, bisa berupa traffic, impression, views, engagement, dan rata-rata waktu tonton.
Contoh konten:
- Brand deterjen: “Tips Mencuci Sisa Noda Membandel di Wajan”
- Brand properti: “Rekomendasi Dekorasi untuk Rumah Mungil Japandi”
- Brand otomotif: “Cara Setel Kopling Motor”
Baca Juga: Strategi Konten yang Tepat untuk Tingkatkan Awareness dan Engagement
2. Consideration
Kemudian, di tahap consideration, Anda dapat memasukkan wawasan mengenai produk Anda pada audiens. Di sini, merupakan kesempatan Anda untuk memberi tahu audiens, bahwa produk Anda dapat menjadi solusi masalah mereka.
Ketika pesan Anda tersampaikan melalui konten, trust dari audiens pun akan terbangun. Hal ini penting sebelum mereka membuat keputusan pembelian di masa depan.
Format kontennya pun masih tetap fleksibel, mulai dari blog, video panjang, video pendek, mikroblog, hingga e-book..
Di tahap ini, KPI yang dapat Anda targetkan, di antaranya, jumlah orang yang mengisi formulir, jumlah klik ke katalog, atau jumlah kunjungan profil.
Contoh konten:
- Brand elektronik: “Xiaomi Redmi 15 vs Xiaomi Redmi Note 15 Pro, Mana yang Dukung Aktivitas Profesional Anda?”
- Brand fesyen: “Rekomendasi Jas untuk Acara Formal, Meeting hingga Pesta Seremonial”
- Brand e-commerce: “Panduan Belanja Cepat, Bayar Pakai QRIS”
3. Conversion
Nah, di tahap conversion, menjadi kesempatan Anda untuk menjual produk atau jasa secara langsung. Output yang dihasilkan bisa berupa transaksi, booking untuk free trial, atau chat yang masuk untuk menanyakan produk dan jasa yang membuat mereka tertarik.
Format kontennya bisa berupa landing page yang memfokuskan pada benefit audiens, video demo, ajakan untuk chat tim sales, atau product pages. Di sini Anda bisa menargetkan conversion rate, jumlah transaksi, jumlah booking, atau jumlah chat yang masuk.
Karena tujuan conversion, CTA yang ditanamkan pun harus jelas dan lugas. Misalnya “Check out sekarang!”, “Klik sebelum kehabisan”, “Ambil sekarang, bonus free trial 30 hari”, dan lain-lain.
Contoh konten:
- Halaman produk
- Video demo cara penggunaan produk
- Pendaftaran langganan newsletter
- Halaman untuk unduh ebook
- Install aplikasi
4. Advokasi atau Retensi
Ketika ada audiens yang melakukan pembelian, bukan berarti tugas Anda selesai. Sekarang tugas Anda adalah membuat konsumen tersebut loyal sehingga produk atau brand Anda menjadi pilihan utama.
Format konten untuk advokasi audiens bisa beragam, mulai dari retargeting konsumen, program loyalty, program referral, user generated content, testimoni, dan lain-lain.
Pada tahap ini, tujuan Anda adalah mengubah konsumen menjadi “agen” yang dapat memberi tahu keunggulan produk Anda pada orang lain.
Contoh konten:
- Dokumentasi konsumen saat menggunakan produk Anda
- Konten berbagi cerita saat menggunakan produk Anda
- Success story konsumen yang berhasil memecahkan masalahnya menggunakan produk Anda
Baca Juga: Merancang Strategi Konten Media Sosial yang Unik dan Tingkatkan Engagement
Cara Menyusun Strategi Content Marketing Funnel
- Susun data: Data ini digunakan untuk mengetahui minat dari audiens.
- Tetapkan KPI di setiap tahap: Pastikanlah setiap tahap pemasaran melalui konten memiliki tujuan yang jelas. Contoh, awareness = organic traffic di blog dan impression di Instagram; consideration = leads; conversion = sales
- Konten evergreen + konten episodik: Gabungkan konten tahan lama (panduan, tips, dll) dengan konten musiman atau kampanye. Konten evergreen digunakan untuk mendapatkan traffic yang stabil, sedangkan konten yang sifatnya ride the wave, digunakan untuk mengerek momentum dan tetap relevan dengan audiens.
- Sistem pemeliharaan: Funnel yang awet punya sistem yang dapat memelihara audiensnya, dengan cara email marketing, retargeting, after sales service, dan lain-lain.
- Uji, pelajari, adaptasi: Selalu uji coba strategi-strategi baru untuk meningkatkan potensi mendapatkan leads yang lebih banyak. Selain itu, Anda juga harus ingat, customer journey sering nonlinear; funnel harus fleksibel.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Merancang strategi konten untuk kebutuhan marketing memang bukan hal yang mudah. Satu sisi, Anda tidak boleh terburu-buru untuk jualan, tetapi di sisi lain, tujuan dari sebuah bisnis adalah mencari keuntungan dengan menjual produk atau jasa.
Maka dari itu, Anda harus membuat strategi konten seefektif mungkin hingga dapat mengakomodasi kebutuhan pemasaran dari awareness sampai conversion. Ketika berhasil, besar kemungkinan audiens yang telah menjadi konsumen Anda akan merekomendasikan produk atau brand Anda pada orang lain.
Semua hal, baik dari sisi konten, konsep, hingga kreatif, harus berjalan seirama karena sama-sama penting.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi content marketing di setiap funnel.Tujuannya, agar cita-cita marketing Anda terpenuhi.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

