creativefaith logo

Strategi Branding Snack Menang di Persaingan yang Ketat

DATE
10 October 2025
READING TIME
4 mins
branding snack

Strategi Branding Snack Menang di Persaingan yang Ketat

Persaingan di industri fast moving consumer goods (FMCG), khususnya produk snack, sangat ketat.

 

Maka dari itu, diperlukan strategi khusus dalam mem-branding produk snack. Bagaimana caranya?

 

Snack adalah sebuah produk impulsif, artinya konsumen akan membeli produk tersebut tanpa banyak pertimbangan rasional. Maka dari itu, branding snack yang kuat mampu memengaruhi keputusan pembelian secara cepat, bahkan hanya melalui warna kemasan atau jingle iklan yang familiar.

 

Untuk Anda yang sedang mencari referensi branding snack yang kuat, simak tips lengkapnya di bawah ini!

 

Strategi Branding Snack yang Kuat

1. Identitas Visual yang Konsisten

Identitas visual, mulai dari warna, tipografi, dan ciri khas desain, akan menempel di benak konsumen.

 

Dengan begitu, konsumen akan langsung mengenali produk Anda ketika dijajarkan di rak minimarket.

 

Contoh paling mudah yang bisa ditiru adalah produk-produk Khong Guan. Kemasan kaleng Khong Guan dengan desain klasik, warna merah menyala, dan ilustrasi keluarga yang makan bersama, sudah menjadi ciri khasnya. 

 

Kemudian, produk Cream Crackers-nya mengambil pendekatan yang lebih modern, yaitu mengambil warna putih yang clean. Dipadukan dengan tipografi klasik Khong Guan, membuat snack ini memiliki kesan modern sekaligus mahal.

 

2. Menanamkan Nilai Emosional

Brand snack Anda lebih mudah dibeli orang ketika diasosiasikan dengan momen tertentu.

 

Contohnya, Kacang Garuda yang memiliki slogan "Jangan nonton bola tanpa Kacang Garuda". Brand Kacang Garuda memanfaatkan kondisi emosional masyarakat Indonesia yang gemar makan kacang saat sedang nonton pertandingan sepakbola.

 

Seperti yang diketahui, sepakbola merupakan olahraga dengan jumlah penggemar paling banyak di Indonesia. Selain terhubung dengan emosi masyarakat Indonesia, langkah ini menjadi strategis dalam meningkatkan jumlah penjualan kacang.

 

Baca Juga: Strategi Branding Modern yang Inovatif, Clean, dan Efektif

 

3. Inovasi Kemasan

Inovasi rasa memang penting, tetapi kemasan juga tidak kalah penting karena bisa meningkatkan pengalaman konsumen.

 

Misalnya, ketimbang sekadar memasukkan snack ke dalam kemasan plastik biasa, lebih baik memasukkannya ke dalam kemasan standing pouch agar konsumen bisa menaruhnya lebih rapi di lemari atau meja.

 

Contoh lainnya adalah Leo Keripik Kentang. Supaya terlihat menonjol dan memberikan kesan elegan pada kemasan, desain dan warna kemasan dibuat sedemikian rupa agar menjadi lebih clean tetapi tetap menggambarkan rasa. Maka dari itu setiap varian rasa memiliki warna khas masing-masing yang dapat menggambarkan rasa snack-nya itu sendiri.

 

Makanya, Anda akan melihat warna hijau kemasan Leo tampak sesuai dengan rasa rumput laut, Leo dengan warna oranye yang sesuai dengan aroma smoke beef sapi panggang, dan seterusnya.

 

4. Membawa Nostalgia

Jika produk yang dijual merupakan snack yang identik kenangan masa lalu, Anda bisa "menjual nostalgia".

 

Salah satu contohnya adalah biskuit Khong Guan. Elemen foto makan bersama keluarga di kemasan kalengnya menjadi ciri khas yang tidak lekang oleh waktu. Akhirnya, Khong Guan pun tidak hanya dikenal sebagai brand biskuit yang enak, tetapi juga membawa konsumen untuk nostalgia ke masa lalu.

 

5. Kenali Konsumen

Jangan lupa juga untuk menyesuaikan branding dengan segmen konsumen Anda.

 

Jika produk snack ditargetkan untuk konsumen anak-anak, warna-warna ceria dan tipografi unik akan menjadi pilihan tepat, seperti yang diterapkan Diamond Igloo. Warna yang lebih kontras, ilustrasi yang lebih detail, dan identitas merek yang lebih kuat diterapkan untuk meningkatkan daya tarik kemasan. Selain itu, informasi produk diperjelas untuk membantu konsumen memilih varian sesuai dengan preferensi mereka.

 

6. Menonjolkan Kualitas

Jangan takut untuk bersaing dengan brand-brand besar. Anda juga bisa membuat produk snack terlihat mahal dengan menonjolkan keunggulan kualitas produk Anda.

 

Jika ingin terlihat "mahal", gunakanlah desain kemasan yang lebih sederhana dikombinasikan dengan warna yang lebih tua, semisal biru dongker, merah maroon, hitam, dan emas. Kemudian, berikan kesan premium dan sorot kelebihan produk snack Anda.

 

Hal ini diterapkan oleh Kacang Alfamidi. Desain kemasan sederhana dan menonjolkan kesan bahwa snack dibuat dari bahan premium, membuat kacang ini memiliki kesan "mahal" tanpa harus mengorbankan keterjangkauan harga.

 

Ibaratnya, konsumen akan berpikir, kapan lagi mendapat produk premium dengan harga murah? Nah, Kacang Alfamidi bisa menjawab kebutuhan konsumen ini.

 

Baca Juga: Strategi Packaging yang Pikat Konsumen dan Bantu Tingkatkan Penjualan

 

7. Bedakan dengan Kompetitor

Pastikan brand snack Anda memiliki pembeda dari kompetitor, baik itu dari segi rasa, bahan yang digunakan, dan lain-lain.

 

Hal ini akan memperkuat positioning Anda.

 

Kolaborasi dengan Creative Faith

Di tengah persaingan yang ketat, tentu brand snack Anda harus tampil outstanding dibanding brand-brand lainnya.

 

Tampil outstanding ditambah kualitas rasa yang tinggi, tentu akan berdampak pada peningkatan penjualan.

 

Nah, maka dari itu, Anda harus memiliki mitra strategis untuk menggapai gol dari branding baru Anda. Creative Faith dapat menjawab kebutuhan brand Anda tersebut.

 

Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand snack menciptakan ciri khas yang dikenal konsumen, Creative Faith akan memikirkan semuanya dari awal sampai akhir untuk Anda.

 

Apakah brand Anda siap naik kelas?

 

Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

 

 

AUTHOR
Admin