Kompetisi industri perhotelan yang ketat membuat setiap hotel harus memiliki strategi branding yang membuatnya berbeda dibanding kompetitor.
Branding yang baik akan menciptakan identitas khas sebuah hotel yang membuatnya menempel di benak audiens dan berbeda dibanding hotel lain.
Lalu bagaimana membentuk brand sebuah hotel? Yuk, simak tips lengkapnya di bawah ini!
Mengapa Branding Hotel Itu Penting?
1. Membedakan dari Kompetitor
Hotel dan citra brand yang kuat memiliki nilai tambah yang dapat berdampak pada preferensi publik dan tingkat okupansi.
Branding juga dapat menjadi senjata andalan untuk menciptakan keunikan di antara ratusan atau ribuan hotel.
2. Meningkatkan Kepercayaan dan Loyalitas
Menurut beberapa penelitian, pakar menyebut bahwa kepercayaan akan sebuah brand sangat memengaruhi loyalitas pelanggan, termasuk di sektor perhotelan.
Dari branding yang baik, diterjemahkan pada cara sebuah brand hotel berkomunikasi dan mendesain hotelnya. Hal ini akan membangun emosi positif untuk tamu yang memiliki pengalaman menyenangkan serta puas akan visual dan cara hotel berkomunikasi. Inilah yang akan membuat mereka loyal.
3. Membentuk Persepsi Publik
Ketika menginap di sebuah hotel, sebenarnya tamu tidak hanya menyewa kamar, tetapi juga membeli pengalaman menginap. Misalnya, beberapa hotel yang mencitrakan diri sebagai hotel premium, akan memberi pengalaman kemewahan untuk tamu; hotel yang mencitrakan diri sebagai hotel keluarga akan memberikan pengalaman liburan dan bermain yang menyenangkan; dan lain-lain.
4. Meningkatkan Eksposur
Branding yang kuat mendukung strategi digital marketing. Hotel dengan identitas brand yang jelas lebih mudah dikenali di Google, media sosial, dan platform pemesanan hotel seperti TripAdvisor, Traveloka, dan lain-lain. Ini membantu memperkuat SEO organik dan memperbesar peluang reservasi langsung tanpa perantara OTA (Online Travel Agent).
Baca Juga: Strategi Branding Modern yang Inovatif, Clean, dan Efektif
Strategi Branding Hotel yang Efektif
1. Tentukan Positioning yang Jelas

Langkah pertama dalam menentukan positioning adalah menentukan terlebih dulu siapa target pasar Anda. Misalnya, hotel Anda akan menargetkan backpacker, pekerja corporate, pengusaha, keluarga, atau siapa?
Kemudian, Anda ingin dikenal sebagai hotel yang seperti apa? Contohnya:
- Resort mewah
- Family-friendly hotel
- Hotel untuk orang yang dalam perjalanan bisnis
- Hotel untuk staycation bersama pasangan
- Hotel untuk backpacker
- Hotel yang dapat memberi pengalaman tradisional
2. Identitas Visual Harus Konsisten
Ada beberapa elemen dalam identitas visual yang tidak boleh Anda lewatkan, di antaranya:
- Logo
- Palet warna
- Tipografi
- Tone fotografi
Nah, elemen-elemen tersebut harus secara konsisten diaplikasikan di semua bagian hotel, baik desain eksterior dan interior, media branding, serta media sosial.
Contoh:
- Hotel butik memiliki identitas visual yang estetik dan artsy
- Hotel untuk perjalanan bisnis dapat menggunakan tone yang minimalis untuk menciptakan kesan modern
- Hotel keluarga bisa menggunakan tone warna cerah yang disukai anak-anak
3. Storytelling Harus Kuat
Jika hanya menawarkan tempat menginap, ribuan hotel lainnya juga akan menawarkan hal yang sama. Maka dari itu, storytelling dapat menjadi pembeda.
Cerita yang dibangun bisa berangkat dari identitas atau pengalaman yang akan didapatkan pelanggan.
Contoh:
- Bango Cabins menjadi tempat pelarian orang-orang yang lelah dengan hiruk pikuk kota Jakarta untuk menikmati pengalaman staycation di sebuah kabin bernuansa alami
- Hotel Tugu dikenal sebagai hotel yang mengajak pengunjungnya mengeksplorasi sejarah lokal di kota tempatnya berdiri
- Hotel Kusuma Sahid Prince yang akan membawa tamu merasakan pengalaman menginap di sebuah penginapan keluarga bangsawan Jawa jaman dulu
4. Jangan Lupakan Pengalaman Tamu
Storytelling yang kuat tidak cukup jika tidak diiringi pengalaman yang berkesan.
Maka dari itu, untuk memperkuat branding, ciptakanlah pengalaman yang baik untuk tamu. Mulai dari proses pemesanan, check-in, kebersihan hotel, hingga ketika menyelesaikan masalah tamu, pastikanlah tamu selalu merasa terbantu.
Pengalaman yang baik akan berdampak positif pada ulasan yang akan mereka berikan di berbagai platform, semisal Traveloka, TripAdvisor, Agoda, atau Google Review.
Dalam jangka panjang, pengalaman positif ini akan memperkuat asosiasi positif terhadap hotel.
"Hotel ini stafnya ramah dan helpful banget, nih!" Kira-kira stigma itulah yang mungkin akan melekat pada hotel Anda ketika memberikan pengalaman yang baik untuk tamu.
5. Aktif di Dunia Digital
Untuk tampil Lebih memukau dibanding hotel lain, keberadaan hotel Anda di dunia digital menjadi sangat penting.
Bagaimana cara aktif di dunia digital?
- Buat konten di media sosial yang sesuai dengan target audiens
- Boost berbagai promo dengan iklan di media sosial dan Google
- Perkuat SEO hingga website hotel Anda muncul di beberapa kata kunci, misal: "hotel keluarga di [nama kota]", "rekomendasi hotel staycation bersama pasangan", "hotel untuk perjalanan bisnis", dan lain-lain.
6. Kolaborasi dengan Content Creator
Kolaborasi dengan content creator sangat mempengaruhi branding Anda.
Sebagai tips, saat memiliki creator untuk berkolaborasi, hindari melihat followers sebagai indikator utama. Berikut adalah urutan prioritas dalam mencari content creator untuk berkolaborasi:
- Pastikan segmen konten dari creator tersebut adalah seputar wisata, kuliner, atau hiburan, atau sesuatu yang berhubungan dengan branding Anda (kemewahan, backpacker, "alam banget", dan lain-lain)
- Tingkat engagement. Percuma banyak followers, jika followers-nya tidak peduli dengan apa pun yang dilakukan oleh sang creator
- Followers. Setelah dua faktor di atas masuk dalam kriteria, barulah melihat dari sisi followers-nya. Anda juga harus menetapkan strategi, apakah hendak menyasar nano, mikro, atau makro influencer dan content creator
7. Konsisten
Pastikan identitas brand yang telah dibuat konsisten diterapkan di berbagai touchpoint. Mulai dari brosur, situs web, interior lobby, hingga email konfirmasi, semuanya harus mencerminkan identitas merek yang sama. Konsistensi inilah yang membuat pengalaman tamu terasa mulus dan profesional
Baca Juga: Elemen Brand Guideline yang Harus Ada, Jangan sampai Dilewat!
Kolaborasi dengan Creative Faith
Menciptakan branding yang khas untuk sebuah hotel memang menjadi pekerjaan rumah yang tidak dapat dikerjakan semalam. Ingat, yang Anda jual tidak sekadar tempat tidur, tetpi juga pengalaman menginap yang berbeda dibanding hotel-hotel lainnya.
Nah, maka dari itu, Anda harus memiliki mitra strategis untuk menggapai gol dari branding baru Anda. Creative Faith dapat menjawab kebutuhan brand Anda tersebut.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand untuk menciptakan identitas yang khas, Creative Faith akan memikirkan semuanya dari awal sampai akhir untuk Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?

