Strategi Branding FMCG yang Beda dari Kompetitor, Pikat Konsumen Secepat Mungkin
Fast Moving Consumer Goods atau FMCG adalah produk kebutuhan sehari-hari dengan tingkat kebutuhan yang tinggi dan perputaran sangat cepat.
Contoh produk-produk FMCG di antaranya adalah sebagai berikut:
- Peralatan mandi (sabun, sampo, pasta gigi)
- Makanan dalam kemasan (kudapan, sarden, makanan instan)
- Minuman dalam kemasan (air mineral, susu, jus kotak)
- Peralatan kebutuhan operasional rumah tangga (deterjen, pembersih lantai, sabun cuci piring)
- Obat-obatan yang dijual bebas
- Alat tulis kantor
Di pasar, produk-produk di atas memiliki tingkat persaingan sangat tinggi.
Sederhananya, ketika konsumen ke minimarket atau supermarket dan melihat rak sebuah produk kategori tertentu, brand bersaing dari berbagai aspek agar mereka dipilih konsumen.
Lalu, bagaimana cara Anda mem-branding produk FMCG agar memenangkan hati konsumen? Simak tips di bawah ini, yuk!
Strategi Branding FMCG
1. Pasang Target Konsumen di Setiap Produk

Sebelum merancang desain, persona, dan lain-lain, tetapkan terlebih dulu target konsumen Anda, apakah anak sekolah, remaja, dewasa muda, atau pada segmen usia berapa. Kemudian, dari jenis kelamin apa dan bagaimana gaya hidupnya.
Target yang spesifik akan membentuk brand dari karakter produk Anda.
Misalnya saja Khong Guan, yang menargetkan konsumen dari orang yang sudah berkeluarga, sehingga membentuk karakter brand-nya sebagai biskuit pilihan keluarga atau kudapan yang disantap ketika sedang kumpul keluarga.
Baca Juga: Strategi Marketing Khong Guan yang Awet dan Bisa Ditiru
2. Identitas Visual yang Kuat
Pastikan identitas visual mencerminkan karakter brand Anda.
Sebagai contoh, brand sabun Saidah yang menargetkan segmen wanita Muslimah yang menginginkan produk sabun halal bernuansa fresh.
Elemen itu diejawantahkan dalam kemasan Saidah yang memilih warna biru cerah, dengan model wanita hijab dan tipografi khas Timur Tengah, seolah menggambarkan produk ini halal dan memberi kesan fresh.
Tidak hanya itu, warna emas pada nama brand membuat produknya terlihat "mewah" sehingga orang tertarik membelinya.
3. Sentuh Emosi Konsumen
Sentuhlah emosi target konsumen dan Anda akan memenangkan persaingan. Tipsnya adalah membangun story telling yang kuat.
Contohnya, seperti yang pernah dibuat oleh Kacang Garuda. Kudapan ini membawa branding sebagai kacang untuk teman menonton pertandingan sepakbola.
Karena mayoritas warga Indonesia menggemari sepakbola, emosi yang dibawa Kacang Garuda berhasil menyentuh konsumen, salah satunya dengan cara menambahkan tagline "Jangan Nonton Bola Tanpa Kacang Garuda".
Intinya, bukan terletak pada pembuatan tagline, melainkan story telling yang dibangun sejalan dengan narasi yang tertuang dalam copy.
4. Memiliki Diferensiasi dengan Kompetitor

Diferensiasi penting untuk membuat brand Anda berkarakter di mata konsumen. Jangan sampai konsumen berpikir, "Kalau sama-sama saja, saya pilih brand A saja,". Hal ini berisiko membuat konsumen lebih memilih kompetitor dibanding brand Anda.
Diferensiasi itu bisa dari berbagai elemen, semisal tipografi, kemasan, hingga konsep desain. Pastikan elemen-elemen tersebut tidak hanya bagus, tetapi menyampaikan pesan Anda secara baik. Diferensiasi ini kemudian dapat Anda terapkan ke kampanye marketing dan implementasi kemasan.
Anda dapat mencontoh dari Es Krim Diamond yang memberikan karakter pada tipografi, karakter ikon yang imut, dan rasa yang tergambarkan dalam visual kemasan. Simpel tetapi orang sudah bisa mengenali brand Anda.
5. Karakter Brand

Karakter apa yang ingin dimasukkan pada brand, murah-meriah, merakyat, ceria, seru, atau premium?
Apa pun itu, karakter yang Anda aplikasikan pada brand, tidak ada hubungan dengan harga jual produk. Bisa saja Anda menjual produk dengan murah tetapi berhasil mengampanyekan brand Anda sebagai sebuah brand FMCG yang premium.
Untuk hal ini Anda dapat melihat pada produk kacang Alfamidi. Dari segi harga, kudapan ini cukup terjangkau semua kalangan. Namun, dari segi kemasan, desain, dan tipografi, kacang Alfamidi berhasil menonjolkan kesan premium dan mahal.
Kok bisa?
Hal ini tidak lepas dari pemilihan kombinasi warna dan jenis tipografi, sehingga kesan premium pun muncul pada kemasannya.
Baca Juga: Strategi Branding Snack Menang di Persaingan yang Ketat
6. Pahami Keunggulan Produk Anda
Salah satu elemen yang tidak boleh dilupakan adalah menyematkan keunggulan Anda dalam kampanye branding. Meski sederhana, ini bisa membuat brand Anda jauh lebih unggul dibanding kompetitor.
Contohnya saja, beberapa brand kecantikan seperti N'PURE, Sensatia Botanicals, dan Avoskin yang memiliki branding produk kecantikan yang menggunakan bahan-bahan alami dan kemasan ramah lingkungan.
Branding semacam ini akan menarik perhatikan untuk segmen orang yang peduli lingkungan yang kita tahu jumlahnya tidak sedikit. Jadi, meski bersaing dengan sejumlah nama besar, produk ini tetap mendapatkan tempat tersendiri di hati banyak orang.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Memikirkan strategi branding untuk brand FMCG memang bukan persoalan mudah. Di satu sisi, Anda harus memikirkan strategi brand yang baik agar dikenal target konsumen. Namun di sisi lain, Anda harus memikirkan penjualan produk secara cepat.
Nah, maka dari itu, Anda harus memiliki mitra strategis untuk menggapai gol dari target pemasaran dan bisnis Anda. Creative Faith dapat menjawab kebutuhan brand Anda tersebut.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand FMCG menciptakan branding yang ikonik, Creative Faith akan memikirkan semuanya dari awal sampai akhir untuk Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas dengan strategi branding yang beda dari kompetitor dan tepat sasaran?

