Di saat kompetisi antarmerek semakin ketat, posisi sebuah brand yang menjadi nilai tawar unik di hadapan konsumen menjadi sangat penting.
Maka dari itu, penentuan brand positioning menjadi sangat penting di sini.
Dengan brand positioning yang kuat, konsumen dapat dengan mudah memahami apa yang Anda tawarkan dan kepada siapa tawaran itu ditujukan.
Lalu, apa itu brand positioning dan bagaimana merancang strateginya dengan baik?
Mari kita bahas dari A sampai Z mengenai strategi brand positioning!
Memahami Brand Positioning secara Sederhana
Brand positioning adalah strategi untuk meraih persepsi publik atas merek yang Anda bangun secara unik. Hal ini akan membuat Anda terlihat berbeda dengan kompetitor.
Mari kita bahas hal ini dalam football terms.
Manchester City, Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Brighton merupakan tim yang sama-sama bermain di Liga Inggris. Namun, yang membuat mereka menarik, adalah gaya permainan yang ditunjukkan. Mereka sama-sama sukses di Liga Inggris dengan gaya bermainnya sendiri.
Manchester City dengan tiki-taka ala Pep, Liverpool terkenal dengan gegenpressing, Arsenal yang mengandalkan umpan-umpan pendek, Chelsea dengan ball positioning-nya, dan Brighton sebagai tim papan tengah berhasil merancang build up serangan secara atraktif.
Lalu, tidak jarang juga ada tim yang permainannya tampak menjenuhkan. Walau pragmatis, tapi mereka berhasil meraih kemenangan.
Pada akhirnya, walau yang juaranya tetap hanya satu tim, tim-tim lainnya akan tetap dikenal dan memiliki daya tarik untuk selalu ditonton pencinta sepakbola dan suporternya.
Begitu pula brand positioning dalam dunia bisnis.
Positioning bukan soal menjadi produk paling bagus, paling mahal, atau paling murah.
Namun, tentang bagaimana Anda ingin dikenal di pasar. Sebagai produk untuk kelas menengah ke atas, brand yang akrab dengan gaya hidup anak muda, elegan, atau sebagai brand yang seperti apa.
Tanpa positioning yang kuat, brand Anda seperti tim dengan pola permainan yang tidak jelas. Hanya asal ada di lapangan, bermain sebisanya, tanpa ada pola strategi yang jelas.
Hal ini akan membuat audiens bosan dan tidak akan membeli produk Anda.
Baca juga: Strategi Organisasi untuk Tingkatkan Performa Bisnis
Kenapa Brand Positioning Menjadi Penting?
1. Membedakan Brand Sendiri dengan Kompetitor
Bayangkan jika 10 brand kecap menyebut dirinya "kecap nomor 1", apakah ada yang tertarik melirik brand Anda? Tentu tidak, 'kan?
Keunikan brand Anda akan menjadi alasan bagi konsumen untuk memilih produk dari brand Anda.
2. Fondasi Strategi Konten dan Komunikasi
Saat mengomunikasikan kualitas produk, brand positioning akan membuat komunikasi lebih terarah.
Selain itu, positioning sebuah brand juga akan menjadi pondasi brand voice, tone of voice, gaya visual, dan ide berkampanye.
3. Meningkatkan Loyalitas Konsumen
Karena konsumen sudah mengetahui posisi brand Anda, mereka yang menyukai cara Anda memposisikan brand dan produk, akan selalu datang kembali membeli produk atau jasa Anda.
Hal ini dikarenakan, ketika brand sudah ada di benak konsumen, akan menjadi sulit tergantikan oleh brand lain.
4. Efisiensi dalam Marketing
Dengan positioning yang jelas, Anda dapat mengeliminasi pesan-pesan yang tidak relevan dengan posisi Anda. Setelah itu, kampanye marketing pun akan jadi lebih fokus.
Misal, Anda berjualan parfum. Lalu, brand Anda memposisikan diri sebagai parfumnya laki-laki muda usia 20 sampai 30-an, Anda tidak perlu membuat konten dengan gaya komunikasi untuk laki-laki berusia 40 tahun ke atas.
Baca juga: Cara Membaca Performa Marketing Funnel supaya Campaign Efektif
Contoh Brand Positioning
Berikut adalah beberapa contoh brand positioning yang efektif.
1. The Body Shop
The Body Shop adalah brand kecantikan yang memproduksi berbagai produk semisal skincare, deodoran, body mist, cleanser, dan lain-lain.
Keunikan The Body Shop adalah memilih posisi sebagai "produk kecantikan yang ramah lingkungan dan cruelty-free".
Hal ini membuat mereka terhindar dari persaingan harga dan nilai-nilai lainnya dengan kompetitor.
2. Erigo
Dibantu kampanye digital marketing yang kuat, Erigo memposisikan dirinya sebagai brand fesyen kasual untuk anak muda yang trendy.
Dengan desain stylish dan harga yang mampu bersaing dengan brand luar dan dalam negeri, menjadikan Erigo sebagai contoh brand fesyen lokal yang cukup berhasil.
3. OLX
Sekilas, memang OLX menjadi tempat transaksi jual-beli yang sama seperti marketplace lain. Namun, poin yang selalu dijual oleh OLX adalah bahwa platform ini menjadi marketplace nomor 1 untuk urusan jual-beli mobil.
Meski tetap menyediakan ruang untuk transaksi komoditas lainnya, komoditas otomotif menjadi unggulan dari OLX.
4. Uniqlo
Brand fesyen tentu bertaburan di mana-mana. Namun, di antara banyak brand yang menjual desain unik, nilai jual dari Uniqlo adalah kesederhanaan dari produk yang dijualnya.
Simpel dan nyaman digunakan, menjadi ciri khas dari produk-produk Uniqlo.
Strategi Merancang Brand Positioning
Strategi brand positioining yang tepat adalah dengan mengenal audiens, analisis kompetitor, analisis keunikan brand, merumuskan dalam 1 kalimat, dan menerapkan secara konsisten.
Berikut penjelasannya.
1. Mengenal Audiens
Anda harus memiliki hubungan yang lebih dekat dengan audiens. Maka dari itu, kenalilah audiens Anda.
Ada berbagai cara untuk mengenali audiens.
Mulai dari survei, melihat insight di media sosial, menganalisis demografi di Google Analytics, atau metode analisis insight lainnya.
2. Analisis Kompetitor
Cobalah menganalisis semua kampanye pemasaran kompetitor, mulai dari apa yang mereka katakan dan apa yang tidak mereka katakan.
Dari poin-poin tersebut, Anda dapat menemukan celah narasi yang belum digunakan kompetitor.
3. Analisis Keunikan Brand Sendiri
Keunikan tentu tidak bisa dibuat-buat. Anda harus lebih mengenal produk Anda sendiri.
Produk yang Anda produksi tentu Anda buat berdasarkan pengetahuan dan faktor-faktor yang menurut Anda menjadikannya sebagai produk berkualitas.
Tonjolkanlah hal tersebut.
4. Rumuskan Semua Unsur dalam Satu Kalimat
Setelah melakukan tiga poin di atas, cobalah rumuskan dalam satu kalimat.
Rumus:
Untuk [target audiens], [nama brand] adalah [kategori] yang menawarkan [nilai unik] karena [alasan diferensiasi]
Sebagai contoh, kami akan menggunakan "Tanya Noah":
Untuk business owner, Tanya Noah adalah chatbot atau AI Assistant yang menawarkan asistensi sebagai customer service 24/7 untuk pelanggan karena setiap bisnis membutuhkan tools untuk mempermudah edukasi kepada customer setiap saat.
5. Konsisten
Setelah menemukan brand positioning, pastikan menggunakan positioning itu secara konsisten dalam setiap materi pemasaran, baik itu di konten Instagram, TikTok, website, iklan digital dan offline, serta platform lainnya.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Menentukan brand positioning sangat penting dalam bisnis karena akan menjadi identitas yang dikenal oleh target konsumen Anda.
Tidak hanya sekadar kreatif, hal ini memadukan unsur strategi bisnis dan pemasaran. Visi yang jelas yang dilanjutkan dengan kerja sama antardivisi akan menciptakan brand positioning yang berkarakter.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi marketing dan kreatif yang berorientasi target pasar untuk mencapai tujuan dari bisnis Anda..
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

