Brand communication merupakan aspek penting dalam pemasaran, terutama untuk meningkatkan nilai, citra, dan kepercayaan terhadap sebuah brand.
Komunikasi bahkan bisa menjadi penentu, apakah audiens akan melakukan transaksi dengan produk Anda atau tidak.
Mengapa demikian?
Tanpa komunikasi yang jelas, pesan yang brand Anda sampaikan kepada audiens tidak tersampaikan dengan baik atau malah menyasar target yang salah.
Tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi, 'kan? Maka dari itu, bisnis Anda harus membangun strategi komunikasi brand yang efektif.
Nah, di artikel ini, kita akan membahas bagaimana caranya untuk membangun strategi brand communication yang efektif. Yuk, simak artikelnya sampai selesai!
Memahami Brand Communication dan Manfaatnya
Brand communication adalah proses menyampaikan pesan, nilai, dan identitas sebuah brand kepada target audiens melalui berbagai saluran, baik offline ataupun online.
Penyaluran komunikasi ini bisa melalui spanduk, banner, baliho, media sosial, website, film, layanan dari customer service, dan lain-lain.
Tujuan dari brand communication tidak lain untuk membentuk persepsi konsumen terhadap brand, membangun ikatan emosional dengan audiens, dan menciptakan karakter sebuah brand saat berinteraksi dengan audiens.
Bukti keberhasilan dari brand communication adalah ketika publik, baik konsumen atau yang bukan, memahami produk yang dijual oleh brand tersebut dan apa yang menjadi ciri khas atau karakternya.
Brand communication tersebut diimplementasikan dalam beberapa bentuk, di antaranya:
- Slogan atau tagline
- Tone of voice di media sosial
- Desain visual (gambar, video, atau animasi)
- Bagaimana cara brand membangun cerita brand-nya
- Aktivasi kampanye digital
- Gaya copywriting
Baca Juga: Penyebab Utama Traffic Iklan Digital Tinggi tapi Tidak Closing
Mengapa Brand Communication Penting?
Brand communication penting untuk membangun brand awareness, menciptakan diferensiasi pasar, meningkatkan loyalitas pelanggan, menciptakan kampanye pemasaran yang lebih efektif, dan menjaga reputasi brand.
Berikut adalah penjelasannya.
1. Membangun Brand Awareness
Sebagai tahap awal dalam marketing funnel, brand awareness sangat penting untuk menarik minat publik terhadap brand Anda. Pada tahapan ini, komunikasi sangat penting agar audiens lebih mengenal brand Anda.
2. Menciptakan Diferensiasi Pasar
Komunikasi yang konsisten akan membuat sebuah brand dapat lebih menonjol dibanding kompetitor.
3. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan
Tentu Anda tidak mau jika pelanggan hanya datang dan pergi, 'kan?
Nah, supaya mereka kembali lagi dan lagi, Anda membutuhkan strategi komunikasi yang baik. Kuncinya, ada di "membangun kepercayaan" dan "hubungan jangka panjang".
4. Marketing Campaign Lebih Efektif
Identitas komunikasi yang jelas akan membuat Anda lebih mudah menyampaikan pesan kampanye dengan tepat sasaran.
Hal ini bisa terjadi karena publik sudah lebih dulu mengenal brand Anda dan mengaitkan brand Anda dengan gaya komunikasi tertentu.
5. Menjaga Reputasi
Dengan strategi komunikasi yang efektif, reputasi brand akan tetap terjaga meski sedang menghadapi krisis, kritik, atau feedback negatif.
Baca Juga: Strategi Organisasi untuk Tingkatkan Performa Bisnis
Strategi Brand Communication yang Efektif
Brand communication tidak hanya tentang berbicara pada pelanggan, melainkan lebih dari itu, perlu ada strategi agar cara komunikasi selalu relevan dengan konsumen dan menjaga reputasi brand di waktu yang sama.
Pada prinsipnya, untuk menciptakan strategi brand communication yang efektif, Anda tidak boleh melewatkan analisis target audiens, membangun brand voice, storytelling, menggunakan gaya komunikasi secara konsisten di semua kanal, meningkatkan interaksi dengan audiens, dan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan.
Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
1. Analisis Target Audiens
Berbeda audiens, berbeda pula cara komunikasinya.
Maka dari itu, Anda harus mengenal siapa target audiens, bagaimana cara mereka berkomunikasi, apa kebutuhan mereka, dan media apa yang sering mereka gunakan.
Contoh:
Anda menyasar audiens generasi milenial. Saat ini generasi milenial sudah disibukkan dengan berbagai pekerjaan. Mereka akan lebih sering mencari hiburan dan informasi secara digital.
Jadi, tentu lebih tepat jika berkomunikasi dengan mereka di media sosial dibanding TV.
2. Bangun Brand Voice dan Tone yang Konsisten
Brand voice adalah kepribadian dalam berkomunikasi.
Setelah mengetahui target audiens, buatlah karakter brand Anda saat berkomunikasi, semisal ramah, profesional, gaul, cerdas, inspiratif, atau karakter lainnya?
Pastikan Anda dapat secara konsisten menggunakan tone tersebut.
3. Storytelling
Konsumen tidak hanya membuat keputusan untuk membeli sesuatu berdasarkan kebutuhan dan spesifikasi produk, tetapi berdasarkan emosi mereka juga.
Maka dari itu, sebuah brand harus membangun cerita yang dapat memicu sisi emosional audiens agar mereka merasa terikat dengan brand Anda.
4. Gunakan di Semua Saluran secara Konsisten
Komunikasi yang efektif dilakukan ketika diterapkan di semua saluran, mulai dari media sosial, website, email marketing, baliho, videotron, dan lain-lain.
Pastikan gunakan gaya komunikasi yang sama. Jangan sampai di media sosial menggunakan gaya A, tetapi di email marketing menggunakan gaya B. Inkonsistensi akan membuat audiens bingung dan goals Anda tidak tercapai.
5. Tingkatkan Interaksi
Supaya audiens memiliki ikatan emosi dengan brand, ajaklah mereka berinteraksi. Bagaimana caranya?
Bisa sesederhana, meminta mereka berkomentar pada sebuah postingan, mengadakan kuis, sayembara, give away, dan lain-lain.
Untuk meningkatkan interaksi, caranya bisa banyak dan jangan beri batasan kreativitas Anda, ya!
6. Evaluasi
Setelah melakukan jenis komunikasi pada audiens, cobalah melakukan evaluasi. Gunakanlah semua data yang Anda punya, mulai dari traffic, engagement rate, angka partisipasi di sebuah event, dan data-data pendukung lainnya.
Jika komunikasi yang sudah dilakukan cukup efektif, Anda tinggal melanjutkannya. Namun, jika terdapat banyak kekurangan, segera perbaiki agar Anda tidak kehilangan atensi target audiens.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Brand communication merupakan sebuah proses penting dalam proses pencitraan brand di mata publik. Maka dari itu diperlukan sebuah strategi komprehensif yang melibatkan banyak departemen, mulai dari produksi, marketing, sampai kreatif.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi marketing dan kreatif yang berorientasi target pasar untuk mencapai tujuan dari bisnis Anda..
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

