Menurut Ipsos Survey beberapa waktu lalu, diketahui bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah fans sepakbola terbesar di dunia.
Selain dari survei, fenomena ini pun bisa terlihat dari antusiasme masyarakat Indonesia ketika ada pertandingan sepakbola. Baik ketika yang bertanding adalah klub sepakbola Eropa, Timnas Indonesia, hingga klub sepakbola lokal, acara nobar dan stadion selalu disesaki oleh suporter.
Tidak hanya itu, jika Anda ingin menonton pertandingan sepakbola langsung di stadion, pastikan telah mengikuti war tiket beberapa hari atau minggu sebelumnya. Lalu, d hari H, pastikan Anda tiba di stadion paling tidak 2 jam sebelum pertandingan.
Dengan animo sebesar itu, tentu peluang bisnis sepakbola di Indonesia sangat besar. Sayangnya, industri sepakbola di Indonesia saat ini belum sematang di luar negeri, terutama di level klub. Lalu, bagaimana bisnis dilakukan oleh klub-klub sepakbola di Indonesia? Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut!
Strategi Bisnis dan Monetisasi Klub Sepakbola di Indonesia
1. Monetisasi Tradisional

Sebelum menjalankan monetisasi modern, monetisasi tradisional dalam sepakbola harus berjalan lebih dulu. Monetisasi tradisional yang dimaksud di sini adalah penjualan tiket pertandingan dan sponsorship. Kedua faktor ini menjadi pemasukan utama bagi sebuah klub sepakbola.
- Tiket PertandinganDengan antusiasme tinggi suporter klub sepakbola, tentu tidak terlalu sulit untuk memasarkan tiket pertandingan. Jadi PR Anda adalah memastikan sistemnya berjalan dengan baik dan pastikan tidak ada calo.Digitalisasi penjualan tiket dan penerapan sistem membership dapat menjadi solusi untuk masalah ini, sehingga setiap suporter hanya bisa membeli satu atau dua tiket.Selain menjual tiket di setiap pertandingannya, Anda juga bisa menjual tiket terusan untuk satu musim kompetisi dengan harga yang lebih murah. Misalnya, untuk tiket VIP, dijual Rp250 ribu per pertandingan. Untuk tiket terusan, Anda bisa menjualnya seharga Rp3,8 juta untuk satu musim (17 pertandingan kandang).
- SponsorshipKlub sepakbola juga bisa mendapat tambahan dana dari sponsor. Para sponsor bisa beriklan di jersei klub dan papan iklan di sisi lapangan. Di sini, sponsor akan mendapat eksposur besar dari suporter yang hadir di stadion dan penonton yang menonton pertandingan di balik layar kaca.
2. Pemain Sepakbola sebagai Aset
Dalam sepakbola modern, pemain sepakbola tidak hanya sekadar talenta yang dibayar untuk bermain sepakbola, tetapi juga aset untuk klub sepakbola. Cara yang paling umum digunakan untuk menjadikan sepakbola sebagai aset adalah dengan memberikan kontrak jangka panjang pada pemain.
Nantinya, ketika ada klub lain yang berminat mendatangkan pemain Anda, mereka harus membayar sejumlah uang transfer yang disepakati. Biaya transfer tersebut dapat menjadi pemasukan untuk klub. Jika pemain tidak dikontrak dengan jangka panjang atau hanya satu musim kompetisi, ketika pemain akan pindah ke klub lain, klub Anda tidak akan mendapat keuntungan apa-apa karena para pemain akan pergi dengan gratis.
Cara yang sama bisa dilakukan pada pemain akademi klub Anda. Talenta-talenta muda bisa mendapat kontrak jangka panjang. Selagi menunggu hingga menjadi pemain yang matang, para pemain muda dapat dipinjamkan ke klub lain. Lalu, jika ada klub lain yang ingin merekrutnya, Anda dapat membuat kesepakatan bisnis dengan klub lain.
3. Konten Digital
Sama seperti industri lainnya, konten juga dapat dioptimasi untuk memasarkan sebuah klub sepakbola. Konten soal latihan, konferensi pers, persiapan pertandingan, podcast, hingga highlight pertandingan dapat Anda sajikan di Youtube, media sosial, dan website.
Jenis kontennya bisa berupa video, gambar atau foto statis, carousel, hingga artikel (untuk optimasi SEO website).
Anda juga harus kreatif dalam membuat konten. Tidak melulu harus yang serius. Anda bisa membuat gimmick komedi, wawancara sisi lain pemain sepakbola, dan kolaborasi dengan content creator atau selebriti. Jadi, jangan terbatas pada aktivitas di dalam lapangan, ya!
Selain mendapat monetisasi dari Google Adsense, Anda juga bisa memonetisasi konten melalui kerja sama antara pihak manajemen klub, pemain, dan sponsor. Para pemain bisa menjadi talent atau model iklan dalam sebuah konten. Namun ingat, jangan sampai mengganggu agenda sepakbola para pemain dan klub, ya!
Baca Juga: 9 Contoh Konten Digital Marketing untuk Menangkan Leads
4. Penjualan Jersei (via Online dan Offline Store)

Jangan sampai jersei klub sepakbola hanya menjadi jersei yang digunakan pemain saat pertandingan saja. jersei juga sangat diminati oleh para suporter. Anda bisa monetisasi jersei dengan menjualnya. Pembelinya, bisa dari kalangan suporter dan juga kolektor.
Anda juga bisa memasarkannya di toko offline resmi Anda lalu mengamplifikasinya dengan mengoptimasi layanan e-commerce, baik di marketplace dan juga website.
Maka dari itu, Anda harus mengoptimasi SEO website klub sepakbola Anda, sehingga siapa pun yang sedang mencari jersei, dapat menemukannya dengan mudah di mesin pencari seperti Google atau di banyak platform AI.
Fun fact-nya, berdasarkan data Ahrefs, pencarian jersei klub-klub sepakbola di Indonesia seperti Persita Tangerang, Dewa United, PSIM, Borneo FC, Bali United, dan lain-lain, bisa mencapai lebih dari 100 pencarian setiap bulannya di Google Search. Bahkan, klub besar yang punya sejarah panjang seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya, jumlah pencarian jersei di platform Google, bisa mencapai lebih dari 1.000 pencarian.
Bayangkan, kalau pencarian tersebut berujung pada pembelian jersei di toko resmi Anda!
5. Penjualan Merchandise

Selain jersei, berbagai merchandise klub sepakbola juga sangat diminati oleh para suporter. Mulai dari kaos, polo shirt, kartu bergambar pemain, scarf, gantungan kunci, hingga tumbler.
Anda bisa menjualnya di toko offline resmi serta memasarkannya secara online di marketplace, aplikasi klub Anda, dan website.
6. Hak Siar
Klub sepakbola memiliki hak dalam penyiaran pertandingannya masing-masing. Hak siar harus diatur berdasarkan kesepakatan yang dibuat oleh pihak manajemen klub, broadcaster, dan pengelola kompetisi.
Tugas Anda adalah memastikan bahwa sharing dalam hak siar ini tetap fair dan menguntungkan klub ya!
7. Gamifikasi Fan Loyalty Program
Gamifikasi juga bisa digunakan untuk memperkuat brand Anda dengan melibatkan para suporter.
Setiap suporter yang telah terdaftar secara resmi, bisa mengumpulkan poin saat mereka melakukan aktivitas di website atau aplikasi. Aktivitas tersebut bisa berupa mengikuti kuis, membeli jersei dan merchandise via website, atau jika ada, memainkan mini games di website.
Poin yang dikumpulkan, dapat ditukarkan kembali dengan hadiah berupa tiket pertandingan atau merchandise cantik lainnya.
Gamifikasi seperti ini akan meningkatkan pengalaman, antusiasme, dan pengguna platform Anda.
Baca Juga: 8 Cara Meningkatkan Conversion Rate, Campaign Efektif Banget
8. Engagement dengan Suporter
Kerja ekstra harus dilakukan sebuah klub sepakbola yang baru berdiri atau ketika diakuisisi oleh pemilik baru. Pasalnya, mereka harus merebut hati suporter terlebih dulu.
Salah satu contohnya, seperti yang dilakukan oleh Bali United di awal pendiriannya. Klub ini mengadakan program sosialisasi ke sekolah dan kampus untuk menggaet engagement dengan masyarakat Bali, terutama dari kalangan anak-anak muda. Pasalnya, di awal pendiriannya, Bali United belum memiliki suporter yang loyal seperti sekarang.
Contoh lainnya cara yang dilakukan oleh grup Djarum yang memiliki klub sepakbola Como di Italia. Strateginya adalah menjadikan klub sebagai bagian dari masyarakat Como itu sendiri. Caranya, membuat program 1 bayi jersei dan memberikan tiket musiman gratis untuk setiap bayi yang lahir yang dapat digunakan setelah dia bertumbuh besar. Selain itu, keterlibatan klub dalam aktivitas masyarakat lainnya membuat grup Djarum menjadi mudah diterima suporter.
Engagement dengan suporter sangat penting untuk membangun klub sepakbola sebagai sebuah brand bisnis.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Sepakbola dari dulu sampai sekarang seolah-olah menjadi “agama ke-2” bagi masyarakat Indonesia. Antusiasme yang besar menjadi bahan bakar berkembangnya industri olahraga ini.
Walau saat ini industri sepakbola di Indonesia belum semaju sejumlah negara lain, potensinya sangat besar. Untuk memajukan klub sepakbola, setiap klub harus membangun ekosistem bisnis sepakbola itu sendiri.
Ketika bisnis mulai dibangun, tentu harus “digenjot” lagi dengan strategi marketing yang baik.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi yang dapat meningkatkan conversion rate, sehingga mencapai tujuan marketing dan bisnis Anda.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

