creativefaith logo

Strategi Marketing untuk Meningkatkan Repeat Customer yang Berkualitas

DATE
01 April 2026
READING TIME
3 mins
strategi marketing untuk repeat customer

Salah satu kesalahan pelaku bisnis adalah terlalu berfokus pada customer acquisition atau mendapat konsumen baru. Banyak pelaku bisnis yakin, orang yang pernah menjadi konsumennya akan membeli produknya kembali.

 

Padahal, cara kerja sebuah bisnis tidak seperti. Anda juga harus memikirkan cara berpikir konsumen dan cara mereka mengonsumsi produk Anda.

 

Maka dari itu, selain customer acquisition, yang paling penting adalah repeat customer. Repeat customer adalah konsumen yang kembali melakukan transaksi untuk mengonsumsi produk Anda.

 

Meningkatkan repeat customer bisa dilakukan dengan mengaktivasi sejumlah strategi marketing. Bagaimana caranya? Yuk, baca artikel ini sampai selesai!

 

Strategi Marketing untuk Tingkatkan Repeat Customer

Untuk meningkatkan repeat customer, Anda harus mengubah transaksi pertama jadi “pendekatan”, membangun customer experience, personalisasi remarketing, ciptakan alasan agar konsumen kembali, menjaga engagement dengan konsumen, dan tetap membuat konten.

 

1. Ubah Transaksi Pertama Jadi “Pendekatan”

Layaknya sebuah hubungan, transaksi pertama bisa jadi kunci untuk menlanjutkan hubungan ke jenjang berikut.

 

Dalam konteks bisnis, transaksi pertama yang dilakukan oleh konsumen, dapat menjadi titik awal aktivasi remarketing. Contoh:

  • Kirim welcome email atau chat WhatsApp setelah pembelian pertama
  • Berikan edukasi penggunaan produk agar konsumen merasakan value maksimal
  • Tawarkan promo pembelian kedua dalam waktu tertentu

 

Strategi ini cukup efektif mengingat pada pembelian pertama, seorang konsumen memiliki kecenderungan merasa terhubung dengan produk yang dibelinya. Jika penawaran ini “ngena” di hati konsumen, mereka akan membeli produk Anda lagi.

 

2. Bangun Customer Experience yang Bagus

Salah satu faktor konsumen datang lagi adalah mereka mendapat pengalaman yang menyenangkan saat berinteraksi dengan brand atau melakukan transaksi.

 

Berdasarkan penelitian yang dimuat Journal of Retailing and Consumer Services, customer experiences yang baik dan menyenangkan akan berpengaruh positif terhadap loyalitas dan repeat purchase intention.

 

Pengalaman yang menyenangkan tersebut bisa didapat dari beberapa hal berikut:

  • Desain website yang intuitif
  • Website atau aplikasi mudah digunakan
  • Proses transaksi cepat
  • Customer service merespon dengan cepat
  • Pengiriman cepat
  • Kemasan unik

Satu hal positif lagi jika Anda fokus meningkatkan customer experience adalah Anda tidak perlu terlalu sering memberikan diskon karena konsumen akan kembali dengan sendirinya.

 

Baca juga: Strategi UX untuk Tingkatkan Performa Marketing: Desain, Copy, dan Semua Kanal Digital

 

3. Personalisasi Remarketing

Baik pelanggan lama atau baru, mereka pasti akan lebih suka jika dipahami secara personal. Maka dari itu, Anda juga harus melakukan upaya remarketing secara personal.

 

Untuk melakukan, Anda membutuhkan data, misalnya data berupa:

  • pelanggan baru,
  • pelanggan yang pernah membeli 2-3 kali,
  • pelanggan yang sudah lama tidak membeli,
  • produk apa saja yang dibeli oleh seorang pelanggan

Berdasarkan data tersebut, Anda dapat mengajukan penawaran secara personal, misalnya:

  • Potongan untuk membeli produk yang pernah dibeli
  • Rekomendasi produk berdasarkan produk-produk yang telah dibelinya
  • Promo untuk pelanggan lama

 

4. Ciptakan Alasan untuk Kembali

Jangan hanya mengandalkan diskon untuk membawa konsumen kembali. Cobalah berpikir kreatif untuk menciptakan alasan mereka kembali.

 

Alasan paling kuat adalah yang bisa memicu emosi atau merasa eksklusif. Di sini, Anda bisa melakukan gamifikasi pada konsumen.

 

Contoh:

  • Promo khusus member
  • Promo khusus transaksi ke-10
  • Early PO produk baru
  • Loyalty point
  • Program referral pelanggan

 

5. Jaga Engagement dengan Konsumen

Tetaplah menjaga hubungan dengan konsumen setelah mereka bertransaksi. Bagaimana caranya? Berikut di antaranya:

  • Email atau pesan follow-up
  • Konten tips penggunaan produk
  • Update produk baru
  • Survei kepuasan pelanggan
  • Push notification untuk meningkatkan interaksi dengan konsumen

Cara ini bertujuan agar brand dan produk menjadi top of mind konsumen.

 

Baca juga: Strategi Brand Positioning yang Optimalkan Performa Bisnis

 

6. Tetap Bikin Konten

Di era serba digital seperti sekarang, konsumen perlu tahu bahwa brand Anda selalu hadir di dunia digital. Maka dari itu, salah satu cara untuk memberi tahu konsumen bahwa Anda ada di media sosial untuk memecahkan masalahnya adalah dengan membuat konten.

 

Konten yang relevan dengan konsumen dapat memperkuat brand positioning dan meningkatkan peluang mereka kembali bertransaksi.

 

Kolaborasi dengan Creative Faith

Dengan mempertahankan konsumen yang lama, Anda akan menjaga cash flow karena mereka akan terus bertransaksi.

 

Namun, repeat customer bukanlah hal yang dapat dikerjakan dalam waktu semalam. Diperlukan kerja sama antara tim data, marketing, business development, sales, dan kreatif untuk meningkatkan repeat customer.

 

Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi marketing dan kreatif yang berorientasi target pasar untuk mencapai tujuan dari bisnis Anda..

 

Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda. 

 

Apakah brand Anda siap naik kelas?

 

Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

AUTHOR
Admin