Marketing funnel adalah alur perjalanan konsumen mulai dari mengetahui brand dan produk, mempelajari produk, hingga akhirnya melakukan transaksi untuk membeli produk.
Ada beberapa framework marketing funnel yang umum digunakan oleh pelaku bisnis dan marketer. Namun, salah satu yang paling populer adalah marketing funnel berbentuk piramida terbalik. Piramida terbalik ini dibagi ke dalam empat divisi, yaitu awareness, consideration, conversion, dan retention.
Sebagai pelaku bisnis atau marketer, tentu Anda sudah mengetahui dan menjalankan kampanye keempatnya, ‘kan?
Namun, masalahnya, bagaimana mengukur bahwa di setiap funnel kita berhasil menjalankan kampanye atau tidak?
Nah, di sini, Creative Faith akan memandu Anda untuk membaca performa di setiap marketing funnel. Yuk, simak artikel ini sampai selesai!
Cara Membaca Performa Marketing Funnel
1. Awareness
Pada kampanye awareness, Anda tidak perlu memikirkan berapa banyak jumlah transaksi, tetapi brand, produk, dan konten Anda bisa diketahui, dilihat, dan didengar oleh target pasar.
“Jika bicara soal bagaimana brand dikenal publik ‘kan abstrak! Memang ada cara hitungnya?”
Tentu ada, dong! Anda hanya perlu melihat sinyal-sinyal bagaimana brand Anda dikenal. Metrik yang bisa Anda gunakan untuk mengukur keberhasilan awareness adalah sebagai berikut:
- Website
- Traffic website: mengukur berapa banyak orang yang mengenali brand dan solusi yang Anda berikan
- Impression di Google Search (ranking dan AI Overview): mengukur berapa banyak pencarian yang memperlihatkan brand Anda lewat Google Search
- Jumlah brand mention oleh AI Search (ChatGPT, Gemini, Perplexity): mengukur berapa banyak pencarian yang memperlihatkan brand Anda lewat AI Search
- Click through rate (CTR): mengukur tingkat kepercayaan target pasar pada brand Anda
- Media Sosial
- Reach: mengukur berapa banyak orang yang setidaknya satu kali melihat konten media sosial Anda
- Impressions: mengukur berapa konten Anda ditonton atau dilihat (termasuk pengulangan tampilan)
- Iklan Digital
- Klik: mengukur berapa banyak orang yang tertarik dengan penawaran atau konten Anda
- Impression: mengukur berapa kali pencarian yang memperlihatkan iklan Anda di platform Google
Baca juga: Strategi Content Marketing Funnel yang Awet, dari Awareness sampai Conversion
2. Consideration
Di tahap consideration, mungkin audiens Anda belum bertransaksi, tetapi mereka telah menunjukkan ketertarikan. Gol di tahap ini adalah mengukur seberapa besar tingkat kepercayaan audiens terhadap brand atau produk Anda.
Berikut adalah metrik yang bisa Anda gunakan:
- Website
- Scroll depth: mengukur berapa banyak visitor yang tertarik dengan solusi yang Anda berikan
- Average Engagement Time: mengukur rata-rata waktu yang dihabiskan pengunjung di website
- Jumlah klik ke halaman produk: mengukur berapa banyak pengunjung yang tertarik mencari tahu lebih lanjut tentang produk Anda
- Media Sosial
- Engagement rate: mengukur berapa banyak orang yang tertarik dengan brand dan konten Anda
- Jumlah klik ke halaman produk atau ke pengisian formulir: mengukur berapa banyak pengunjung yang tertarik mencari tahu lebih lanjut tentang produk Anda
- Iklan Digital
- Klik: mengukur berapa banyak orang yang tertarik dengan penawaran atau konten Anda
- CTR: mengukur tingkat ketertarikan target audiens setelah melihat iklan
- Cost per click (CPC): mengukur berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapat satu kali klik
3. Conversion
Tahap conversion merupakan tahap yang paling vital karena Anda akan mengukur seberapa besar kontribusi kampanye Anda terhadap bisnis. Berikut adalah metrik yang dapat Anda gunakan.
- Website
- Jumlah transaksi: mengukur berapa banyak visitor yang bertransaksi di website, mengunduh aplikasi, atau membuat appointment
- Revenue: mengukur berapa banyak pendapatan yang dihasilkan dari website
- Media Sosial
- Formulir submission: mengukur berapa banyak orang yang selesai mengisi formulir yang dibagikan di media sosial
- Jumlah leads: mengukur berapa banyak orang yang melakukan booking appointment dari link yang di-share di media sosial
- Jumlah transaksi: mengukur berapa banyak visitor yang klik link yang di-share di media sosial lalu bertransaksi pada link tersebut
- Iklan Digital
- Conversion Rate (CR): mengukur persentase orang yang melakukan transaksi atau mengisi formulir
- Cost Per Acquisition (CPA/CPL): mengukur biaya untuk satu konversi/pelanggan baru
- Return on Ad Spend (ROAS): pendapatan yang dihasilkan dari setiap rupiah iklan.
- Return on Investment (ROI): keuntungan bersih dari iklan
Sebagai catatan, angka bukanlah satu-satunya indikator nyata dari konversi. Jika angka konversi kecil, Anda harus mengevaluasi teknis juga.
Misalnya:
- Banyak klik tetapi sedikit checkout: kemungkinan masalah pada landing page yang tidak user friendly atau harga yang kurang sesuai dengan target pasar
- Banyak leads tetapi sedikit closing: kemungkinan masalah pada sales follow-up
Baca juga: Jurus Promosi Murah Tanpa Mengurangi Value Brand
4. Retention
Tahap retention juga harus Anda perhatikan karena funnel ini adalah peluang untuk bisnis Anda mendapat profit yang stabil.
Menurut penelitian dari Harvard Business Review, meningkatkan retention rate sebesar 5% saja dapat meningkatkan profit 25–95%.
Metrik yang dapat Anda gunakan untuk mengukur keberhasilan retention di antaranya adalah sebagai berikut:
- Repeat purchase rate: mengukur loyalitas pelanggan dan berapa kali mereka bertransasksi
- Customer lifetime value (CLV): mengukur loyalitas pelanggan dengan menghitung berapa lama seorang pelanggan bertahan menjadi konsumen
- Churn rate: mengukur persentase pelanggan yang tidak lagi membeli produk Anda
- Customer engagement after purchase: mengukur seberapa intens konsumen tetap engage dengan Anda setelah transaksi
Jika konversi tinggi tetapi repeat purchase rendah, cobalah evaluasi dengan mempertimbangkan faktor berikut:
- Kualitas produk
- Pengalaman konsumen ketika mengonsumsi produk
- Komunikasi setelah transaksi
Retention menunjukkan apakah campaign Anda membangun pelanggan atau hanya menghasilkan transaksi sekali waktu saja.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Kampanye marketing yang berhasil adalah kampanye yang sukses berkontribusi pada bisnis. Maka dari itu, KPI di setiap funnel menjadi sangat penting.
Supaya kampanye sejalan dengan tujuan bisnis, diperlukan kerja sama dari tim pengembang bisnis, marketing, dan kreatif. Hal ini ditujukan agar kampanye tidak sekadar menyumbang jumlah impressioni dan traffic, tetapi juga menjaring orang-orang yang berminat untuk melakukan transaksi pada produk Anda.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi marketing dan kreatif yang berorientasi target pasar untuk mencapai tujuan dari bisnis Anda..
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?

