Salah satu hal yang salah kaprah dalam kampanye digital marketing adalah ”asal” banyak traffic dan klik berarti sudah bagus. Padahal tujuan dari kampanye harus sejalan dengan tujuan bisnis, yaitu mendapat sebanyak-banyak keuntungan.
Dengan begitu, orientasi dalam kampanye pun harus mengarah pada conversion rate atau tingkat konversi setinggi-tingginya.
Tentu percuma saja jika banyak jumlah traffic dan klik besar tetapi audiens tidak memahami pesan dan produk yang dikampanyekan oleh brand Anda. Maka dari itu, Anda harus menerapkan strategi yang tepat saat kampanye.
Bagaimana caranya? Yuk, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini!
Strategi Meningkatkan Conversion Rate
1. Perbaiki Flow Website/Aplikasi
Sebelum merevisi dari segi desain, Anda harus melihat ulang flow website dan aplikasi Anda. Hal yang harus diperhatikan adalah perjalanan konsumen ketika masuk ke dalam website atau aplikasi sampai mereka bisa melakukan konversi. Menurut penelitian dari Cornell University, penyederhanaan proses registrasi dapat meningkatkan retention rate conversion rate secara signifikan..
Jika Anda menggunakan kampanye iklan digital, misalnya iklan Instagram yang mengarahkan audiens untuk mengisi formulir, pastikan alur dari pengisian formulir sampai melakukan konversi yang Anda inginkan, benar-benar rapi dan tidak membingungkan audiens. Ingat, jangan minta audiens memahami pola pikir Anda, tetapi Andalah yang harus mengakomodasi audiens agar bisa bertransaksi dengan mudah.
Berikut tips yang bisa Anda coba lakukan:
- Buatlah peta atau kerangka alur konversi dari landing page ke CTA, hingga checkout atau selesai mengisi formulir
- Carilah poin lemah yang membuat banyak user berhenti. Anda bisa menggunakan heatmap atau tools analisis lainnya.
- Kalau sudah menemukan titik lemahnya, sederhanakan langkah yang tidak perlu sehingga user tidak bingung.
2. Optimasi UI/UX Platform Anda
Sama halnya dengan penyederhanaan proses, menurut penelitian dari Cornell University, optimalisasi UI/UX bukanlah pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan retention rate dan conversion rate.
Jadi, buatlah tampilan pada platform Anda, terutama untuk mobile web dan aplikasi memudahkan pengguna dalam menggunakan platform-nya.
Tips dalam mengoptimalisasi UI/UX:
- Fokus pada navigasi yang intuitif: pastikan user tahu persis apa yang harus dilakukan saat berada di platform Anda
- Desain responsif: desain yang menyesuaikan dengan perangkat audiens akan membuat mereka merasa nyaman sehingga memiliki peluang lebih besar untuk lanjut ke tahap konversi
- Loading cepat: banyak audiens yang ingin segera menyelesaikan aktivitas mereka ketika memasuki sebuah platform digital, baik itu mengisi formulir atau melakukan transaksi. Jadi, pastikan loading pada website atau aplikasi Anda cukup cepat.
Intinya, semakin nyaman pengalaman pengguna, semakin tinggi peluang mereka melakukan aksi.
3. Copywriting Menarik dan Engaging
Jangan remehkan tulisan! Pasalnya, tulisan atau copywriting merupakan nyawa dari sebuah kampanye pemasaran. Copywriting yang baik dapat membuat pesan yang hendak disampaikan brand diterima dengan baik oleh konsumen.
Tips copywriting
- Headline tonjolkan benefit audiens: tekankan apa untungnya untuk mereka atau masalah apa yang dapat diselesaikan oleh produk Anda
- CTA yang spesifik dan menggugah: pastikan CTA to the point, contoh: “Klik untuk dapatkan diskon 50%!”, “Tap untuk klaim promo”, “Segera check out sebelum pukul 10.00 untuk dapat diskon!”
- Logika bahasa yang benar: Jangan buat celah sehingga tulisan bermakna ganda! Supaya aman, pastikan tulisan sesuai KBBI dan PUEBI
Copy yang baik bukan hanya menarik, tetapi disampaikan dengan bahasa yang benar, memikat emosi, dan meminimalkan keraguan audiens
Baca Juga: 9 Contoh Konten Digital Marketing untuk Menangkan Leads
4. Desain yang Rapi, Simpel, dan Menavigasi Audiens
Tampilan visual tidak hanya sekedar “cantik”, tetapi juga bisa mengarahkan mata audiens ke elemen yang membantu konversi.
Berikut panduan umum yang bisa Anda lakukan:
- Gunakan warna kontras untuk tombol CTA agar mudah dilihat.
- Pastikan visual tidak “mengalihkan” fokus utama, misalnya: terlalu ramai atau terlalu banyak informasi dalam satu visual.
- Sesuaikan visual dengan pesan, misalnya foto produk nyata, bukan stock image generik.
Kombinasi desain dan copywriting yang baik akan menjadi game changer untuk memperbaiki conversion rate.
5. A/B Testing
Apabila Anda masih bingung, copy dan desain seperti apa yang cocok untuk meningkatkan konvesi, A/B testing bisa jadi solusinya.
Di sini, Anda bisa menampilkan desain dan copy yang berbeda pada sebagian audiens. Dari hasil tes, akan terlihat, desain dan copy mana yang membantu pada peningkatan conversion rate.
6. Desain Ulang Formulir
Salah satu yang bikin audiens malas konversi atau melakukan transaksi adalah formulir yang berbelit. “Baru juga tertarik dengan produk, eh diminta mengisi data banyak banget!”. Kalau audiens sudah sampai berpikir seperti itu, besar kemungkinan akan meninggalkan formulir. Hilang deh leads potensial.
Jadi, dalam membuat formulir, cukup buat kolom yang penting diisi saja.
7. Personalisasi & Remarketing
Setelah mendapat leads, hal yang tepat untuk dilakukan adalah melakukan remarketing agar mereka dapat tertarik melakukan transaksi. Supaya mereka tidak melewatkan pesan Anda, buatlah pesan tersebut lebih personal untuk setiap audiens.
Personalisasi membuat audiens merasa dipahami, bukan hanya dianggap sebagai “angka” yang ditembak sembarang iklan.
Baca Juga: Strategi Content Marketing Funnel yang Awet, dari Awareness sampai Conversion
8. Optimalkan Live Chat dengan Asisten AI
Ketika bingung, audiens akan menghubungi brand melalui fitur live chat. Anda harus mengoptimalkan live chat ini untuk menyelesaikan masalah audiens. Jika audiens puas dengan jawaban, Anda dapat mengarahkannya untuk melakukan konversi.
Supaya lebih optimal, Anda bisa memanfaatkan artificial intelligence untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari audiens sekaligus mengarahkan audiens melakukan konversi berupa isi formulir atau transaksi.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Inti dari strategi untuk meningkatkan konversi adalah mengoptimalkan platform yang Anda miliki agar audiens yang tertarik masuk ke platform Anda dan melakukan transaksi.
Konsepnya sederhana, bukan? Namun justru karena sederhana itulah, membutuhkan kerangka strategi yang matang.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi yang dapat meningkatkan conversion rate, sehingga mencapai tujuan marketing dan bisnis Anda.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?

