Akal imitasi atau artificial intellegence (AI) menjadi sebuah inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas manusia dalam berbagai hal, mulai dari mempercepat kerja sampai efisiensi layanan pada bisnis.
Salah satu jenis AI yang dicari oleh para pelaku bisnis adalah AI assistant atau asisten AI.
Seperti namanya, asisten AI berfungsi sebagai asisten kita dalam pelayanan bisnis untuk membantu pelanggan mencari semua informasi terkait produk atau jasa yang Anda tawarkan.
Namun asisten AI akan menjadi sebuah "pajangan" belaka jika Anda tidak tahu cara mengoptimalkannya. Seperti sebuah strategi marketing, optimalisasi AI juga ada strateginya.
Untuk lebih jelasnya, yuk, simak paparan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Asisten AI?
AI assistant atau asisten AI adalah sebuah program komputer berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu secara otomatis.
AI dilatih untuk bisa merespon perintah dan pertanyaan baik dalam bentuk suara atau teks. Jadi, mereka bisa menjawab semua pertanyaan dari pelanggan kapan pun.
Selain itu, seperti seorang staf yang di-train, kemampuan AI juga dapat berkembang seiring waktu.
Ada beberapa contoh asisten AI yang populer dan sudah banyak digunakan banyak bisnis, di antaranya:
- Siri dari Apple
- Google Assistant
- Alexa dari Amazon
- Bixby dari Samsung
- Tanya Noah dari Creative Faith
Baca Juga: Mengenal AI Marketing dan Cara Kerjanya yang Optimalkan Potensi Bisnis Anda
Manfaat Asisten AI untuk Bisnis
Tentu akan disayangkan jika bisnis yang sudah tumbuh besar atau setidaknya memiliki potensi tumbuh besar, tidak memiliki asisten AI. Ini bukan soal mengikuti tren teknologi, melainkan menciptakan efisiensi dan peluang pertumbuhan bisnis.
Berikut adalah beberapa manfaat dari keberadaan asisten AI atau AI assistant.
1. Produktivitas meningkat
Dengan asisten AI, Anda bisa mengabaikan tugas-tugas repetitif, semisal menjawab pertanyaan FAQ, merekomendasikan produk atau jasa, dan lain-lain.
Anda dan tim dapat berfokus pada pekerjaan-pekerjaan strategis. Dengan begitu, diharapkan kuantitas produk dan jasa yang diberikan kepada pelanggan lebih banyak walau tanpa harus melakukan penambahan jumlah pegawai.
2. Layanan 24 Jam
Asisten AI bisa melayani pelanggan kapan pun. Anda tidak membutuhkan admin yang ditugaskan 24 jam melayani pelanggan.
Pelayanan ini sudah bisa dilakukan AI. Dengan begitu, tugas Admin dapat lebih efisien. Admin dapat fokus pada pekerjaan yang lebih strategis, semisal melatih jawaban-jawaban AI, pengaturan AI, menjawab pertanyaan-pertanyaan kompleks, dan laporan hal-hal yang terkait dengan bisnis.
3. AI dapat Dipersonalisasi
Kini teknologi AI sudah dilengkapi machine learning yang memungkinkan mereka memahami preferensi pelanggan dan memberikan respon lebih personal.
Hal ini akan meningkatkan engagement dan pengalaman pelanggan. Pasalnya, pelanggan atau konsumen Anda akan merasa lebih dimengerti.
4. Hemat Biaya Operasional
Dengan peningkatan produktivitas tanpa harus menambah tenaga kerja, bisnis akan berjalan lebih efisien.
Pekerjaan-pekerjaan administratif yang repetitif kini bisa diotomasi. Lalu, tenaga kerja yang ada bisa dioptimalkan untuk pekerjaan-pekerjaan strategis.
Dengan produktivitas tinggi tanpa harus menambah banyak pengeluaran, tentu bisnis akan lebih efisien dan hemat.
Karena sudah jadi lebih hemat, alokasi biaya tentu bisa dialihkan ke sektor lain, bukan?
Baca Juga: Kunci Sukses Optimasi AI dalam Digital Marketing
Strategi Optimalisasi Penggunaan Asisten AI
Seperti yang dikatakan di awal, dengan penggunaan yang benar, asisten AI akan membuat bisnis lebih efisien. Namun, tanpa strategi yang tepat, penggunaan asisten AI hanya akan menjadi "sampah teknologi".
Berikut merupakan strategi optimalisasi AI yang bisa Anda terapkan pada bisnis Anda.
1. Identifikasi Tugas yang Bisa Diotomasi
Untuk mengidentifikasi tugas yang bisa diotomasi, Anda dapat mengevaluasi sejumlah pekerjaan. Lalu, nilailah pekerjaan yang memenuhi kriteria berikut untuk diotomasi:
- Pekerjaan yang repetitif
- Pertanyaan konsumen yang bersifat berulang
- Mengonsumsi banyak waktu
- Membutuhkan biaya besar
Pekerjaan-pekerjaan yang memenuhi kriteria di atas akan membuat bisnis dan pekerjaan tidak efisien jika dilakukan secara manual.
Dengan begitu, jenis pekerjaan yang memenuhi kriteria di atas dapat Anda pertimbangkan untuk diotomasi dengan AI.
2. Integrasi AI dengan Tools Bisnis
Integrasikanlah AI dengan tools yang Anda gunakan dalam bisnis, seperti CRM, Google Calendar, atau WhatsApp Business. Tujuannya, biar AI dapat bekerja lebih efektif untuk bisnis Anda.
3. Latih AI
Layaknya pegawai, AI juga harus dilatih agar kemampuannya meningkat.
Pantaulah kualitas jawaban dari asisten AI, kemudian kembangkan pada area di mana respon AI masih dianggap kurang.
Kemudian, update lah AI secara berkala agar semakin relevan dengan konsumen.
4. Analisis Interaksi Konsumen
Gunakanlah data interaksi AI assistant dengan konsumen untuk memahami perilaku konsumen. Dengan begitu, Anda dapat membuat strategi pemasaran dan penjualan yang efektif dan relevan dengan konsumen.
Saatnya Tumbuhkan Bisnis dengan AI Assistant
Apakah bisnis Anda siap naik level dengan AI?
Jika ya, Anda dapat memulainya mengaplikasikan AI Tanya Noah pada website Anda.
Tanya Noah dapat menjawab semua pertanyaan konsumen berdasarkan seluruh informasi di website. Layaknya asisten AI, Tanya Noah dapat bekerja 24 jam melayani konsumen.
Tanya Noah bukan sekadar chatbot, tapi partner kerja cerdas yang bisa bantu kamu:
- Merespons pertanyaan konsumen secara real-time
- Memberi insight berbasis data
- Meringankan kerja tim operasional
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith untuk optimalkan bisnis dengan Tanya Noah!

