Industri kesehatan merupakan salah satu industri yang kompetitif. Pasalnya, layanan kesehatan merupakan salah satu layanan yang selalu dibutuhkan manusia sampai kapan pun. Di samping itu, ada banyak institusi dan rumah sakit menawarkan pelayanan kesehatan dengan keunggulan masing-masing.
Namun, yang berbeda dari industri kesehatan dengan industri lainnya adalah pada cara sebuah institusi kesehatan menjalankan dan memasarkan bisnisnya. Semuanya harus dipikirkan secara matang karena menyangkut kesehatan dan nyawa pasien.
Lalu, apakah industri kesehatan seperti rumah sakit bisa dipasarkan?
Jawaban singkatnya, tentu bisa! Namun, strateginya harus mengedepankan sisi humanis dan empati. Bagaimana caranya? Simak di artikel ini, yuk!
Strategi Pemasaran Rumah Sakit yang Humanis
1. Buat Branding yang Lebih Manusiawi
Satu hal yang harus dipahami sebelum merancang strategi pemasaran untuk rumah sakit, pasien bukanlah sekadar angka konsumen, melainkan manusia yang memiliki sisi emosional dan membutuhkan pelayanan kesehatan.
Sebagai marketer dan pemilik bisnis, Anda harus menunjukkan empati pada pasien. Anda harus memvalidasi keresahan pasien.
Dari empati itu, Anda akan menemukan citra yang tepat. Bahasa mudahnya, rumah sakit Anda ingin dipandang sebagai rumah sakit dengan empati yang seperti apa. Contoh:
- Rumah sakit dengan pelayanan seperti keluarga
- Rumah sakit yang melayani secara profesional
- Rumah sakit dengan pelayanan yang cepat tanggap
- Rumah sakit yang mengutamakan pasien
Lalu, rumuskan citra tersebut dalam sebuah kalimat singkat sebagai identitas branding. Contoh:
- Siloam Hospitals sebagai layanan kesehatan yang inovatif, komprehensif, dan modern
- Mitra Keluarga sebagai layanan kesehatan yang mengutamakan pasien dan menjadi rumah kedua pasien. Maka dari itu, tidak ada kata “rumah sakit” dalam kampanye branding-nya
- Rumah Sakit Pondok Indah sebagai rumah sakit dengan layanan berstandar internasional yang berfokus pada kepuasan pasien
- RS Kanker Dharmais sebagai pusat pelayanan kanker nasional terdepan di Indonesia
2. Konsep Mix Marketing 7P yang Terintegrasi
Menurut penelitian yang dimuat jurnal Indonesian Health Scientific Journal, penggunaan konsep mix marketing 7P yang terintegrasi, dapat meningkatkan simpati pada pasien, sehingga mereka termotivasi untuk kembali ke rumah yang mereka percaya untuk berobat.
Dalam konteks rumah sakit, berikut gambaran konsep mix marketing 7P:
- Product: Menunjukkan layanan kesehatan unggulan, (contoh: bedah minimal invasif laparoskopi untuk penanganan batu empedu, radioterapi VMAT yang lebih akurat, bedah minim sayatan untuk jantung koroner, dan lain-lain). Pastikanlah penyampaian layanan yang ditawarkan mudah dipahami oleh pasien
- Price: Transparansi biaya dan informasi paket layanan penting untuk membangun kepercayaan.
- Place: Kemudahan akses lokasi dan layanan online (contoh: kejelasan alur layanan pasien ketika memesan jadwal konsultasi via aplikasi)
- Promotion: Promosi yang informatif, edukatif, dan bukan sekadar iklan
- People: Staf dan dokter sebagai garis terdepan “duta” rumah sakit
- Process: Proses pelayanan yang efisien dan ramah pasien.
- Physical Evidence: Fasilitas yang nyaman, bersih, dan pelayanan yang cepat tanggap
Baca Juga: Merancang Brand Personality yang Unik dan Relevan, Lengkap dengan Contoh Suksesnya
3. Optimasi Media Sosial
Digital marketing adalah jantung pemasaran rumah sakit. Pasalnya, dengan perilaku masyarakat saat ini yang serba digital, maka dunia digital menjadi gerbang untuk menarik simpati pasien.
Gunakanlah metode komunikasi yang empatik ketika mengunggah konten di media sosial. Anda bisa mengombinasikan estetika visual pada gambar, foto, video, dan animasi dengan narasi bergaya storytelling yang dibubuhi copy penuh empati.
Sebelum membuat konten, buatlah beberapa pilar konten yang menjadi guideline. Contoh:
- Carousel konten edukasi (static image)
- Edukasi dokter (video)
- Testimoni pasien (video)
- Cerita perawat (video)
- Paket promo (static image)
Kemaslah konten media sosial tersebut bergaya ringan agar audiens mau menyaksikannya sampai akhir.
4. Optimasi SEO
Dalam digital marketing rumah sakit, SEO tidak kalah penting dari media sosial. Untuk mengoptimasi SEO, Anda harus memaksimalkan fungsi dari website Anda.
Anda harus menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan oleh audiens seputar penyakit, , lokasi rumah sakit, fasilitas rumah sakit, hingga paket promosi. Jadi, ketika audiens mencari hal-hal tersebut di mesin pencari seperti Google, rumah sakit Anda muncul di ranking teratas.
Selanjutnya, Anda bisa mengarahkan leads tersebut untuk berkonsultasi dengan dokter.
- Pastikan informasi tentang rumah sakit lengkap di website (lokasi, fasilitas, harga layanan/kamar rawat inap)
- Pastikan informasi terkait dokter yang praktek di rumah sakit ada di website
- Pastikan telah menggunakan schema markup sesuai fungsi pada masing-masing segmen
- Rutin produksi artikel edukasi kesehatan yang telah ditulis atau setidaknya di-review oleh dokter
Kelebihan lain dari optimasi SEO adalah Anda juga dapat meningkatkan peluang website Anda dikutip oleh platform AI, semisal ChatGPT, Gemini, dan Perplexity.
5. Optimasi Pengalaman Digital
Anda harus permudah pelayanan pasien dengan memanfaatkan teknologi. Integrasi layanan digital semisal telemedisin, buat janji temu via aplikasi, AI chatbot, dan konsultasi online bukan sekedar tren, melainkan cara untuk lebih dekat dengan pasien dan menyederhanakan alur layanan pasien.
Kemudian lengkapi pengalaman digital ini dengan sistem customer relation management (CRM) yang terintegrasi. Dari sudut pandang marketing, CRM menjadi alat untuk mengirimkan informasi penting pada pasien, menangani keluhan pasien dengan cepat secara empatik, serta menerima feedback dari pasien.
Baca Juga: 7 Contoh Sukses Transformasi Digital Perusahaan Indonesia yang Inovatif dan Bisa Ditiru
6. Event
Anda bisa memperkenalkan layanan Anda secara empatik melalui berbagai event, misalnya hadir di event bazaar, konser, car free day, pameran, dan lain-lain. Karena peserta event ada banyak, ini menjadi kesempatan Anda menunjukkan bagaimana layanan Anda mengutamakan pasien dan sangat humanis.
Pada saat event ini, Anda bisa melakukan berbagai aktivasi, misalnya cek darah, cek kesehatan mata, rontgen, atau EKG gratis.
Selain itu, Anda juga bisa menawarkan paket promo yang sedang berlaku di fasilitas kesehatan Anda.
7. Kolaborasi
Kolaborasi yang menguntungkan dua atau lebih pihak bisa menjadi strategi pemasaran yang dapat diandalkan. Anda harus kreatif dalam mencari rekanan untuk berkolaborasi, tidak terpatok pada perusahaan asuransi saja.
Misalnya, Anda bisa berkolaborasi dengan komunitas padel. Dengan begitu, saat komunitas tersebut menggelar turnamen atau acara, rumah sakit Anda bisa menjadi official medical partner. Bentuknya kerja samanya juga tidak harus menjadi medical partner, ya!
Contoh bentuk kolaborasi:
- Membuka booth di acara rekanan dan memberikan benefit tertentu pada rekanan
- Menjadi official medical partner dan mengisi slot adlibs
- Mengadakan acara bersama
Ingat, bentuknya tidak terbatas pada contoh-contoh di atas, ya! Sebagai marketer dan pelaku bisnis, Anda harus kreatif, dong!
8. Beri Kesempatan Pasien Merasakan Pengalaman Nyata
Maksudnya bagaimana, tuh?
Pada prinsipnya, coba gali lagi, sumber daya apa saja yang Anda miliki? Lalu, benefit lebih seperti apa yang dapat Anda berikan sehingga pengalamannya di rumah sakit Anda jadi berkesan?
Salah satu contohnya, dengan menyediakan foto dan video persalinan. Dengan begitu, momen bahagia di rumah sakit Anda akan terekam dan menjadi memori yang disimpan selamanya oleh pasien. Namun, pastikan Anda mendapat consent dari pasien, ya!
Lalu, Anda juga bisa memberikan free upgrade kamar rawat inap untuk pasien dengan syarat tertentu.
Sekali lagi, ingat, contohnya tidak harus seperti yang ditulis di atas, ya! Namun, konsepnya tetap sama, yaitu optimalkan sumber daya milik Anda dan berikan pengalaman lebih kepada pasien.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Untuk memasarkan layanan rumah sakit, tidak bisa disamakan dengan industri lain karena menyangkut kesehatan dan keselamatan pasien. Maka dari itu, kampanye yang humanis dan penuh empati harus dikedepankan.
Merancang strategi pemasaran seperti itu tentu tidak mudah. Diperlukan perencanaan strategi yang matang yang melibatkan berbagai stakeholders mulai manajemen, dokter, perawat, pakar teknologi kesehatan, dan marketer.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi kreatif dan berorientasi pada bisnis yang humanis untuk mencapai tujuan marketing dan bisnis Anda.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?

