Marketing plan adalah sebuah perencanaan aktivitas pemasaran untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Perencanaan aktivitas marketing merupakan sebuah hal yang penting dalam bisnis. Sebagus apa pun produk Anda, tanpa perencanaan marketing yang jelas, produk tidak akan bertemu dengan penggunanya. Jika produk tidak bertemu dengan penggunanya, performa bisnis pun akan menurun.
Maka dari itu, supaya bisnis berjalan dengan baik, buatlah marketing plan yang terstruktur. Pada artikel ini, kita akan membahas cara menyusun marketing plan secara profesional dengan pendekatan yang lebih strategis dan relevan dengan praktik marketing modern.
Cara Menyusun Marketing Plan secara Profesional
Cara menyusun marketing plan secara profesional adalah dengan menyusun tujuan bisnis terlebih dulu, lalu analisis data konsumen, menentukan brand positioning, menyusun strategi berdasarkan customer journey, menentukan KPI, membuat timeline, dan evaluasi strategi yang sudah dijalankan.
Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Mulai dari Tujuan Bisnis Dulu
Salah satu kesalahan pelaku bisnis ketika akan melakukan aktivitas pemasaran atau marketing adalah langsung menentukan kanal marketing. Misalnya langsung menentukan akan membuat banner di mana, event di mana, konten Instagram seperti apa, dan lain-lain.
Padahal yang paling fundamental adalah menentukan arah bisnis terlebih dulu, setelah itu barulah marketing plan mengikuti.
Contoh tujuan bisnis:
- Meningkatkan revenue 30% dalam 12 bulan
- Meraih 1.000 transaksi per bulan dari segmen pasar premium
- Meningkatkan repeat customer
Dari tujuan bisnis, barulah kita bisa breakdown ke strategi marketing.
Menurut penelitian dari Journal of Marketing, strategi pemasaran yang selaras dengan tujuan bisnis memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan perusahaan dan efisiensi investasi marketing
Lalu, saat akan membuat marketing plan, jawablah pertanyaan ini:
- Apa target pertumbuhan bisnis tahun ini?
- Segmen pasar mana yang ingin diperluas?
- Apa metrik keberhasilan marketing?
2. Pakai Data Consumer Insight
Marketing plan yang baik bukan berdasarkan asumsi, melainkan data yang real. Gunakanlah consumer insight untuk menjadi fondasi perencanaan aktivitas pemasaran.
Ada tiga faktor yang perlu Anda analisis, yaitu pasar, kompetitor, dan konsumen Anda sendiri.
Analisis Pasar
Dalam analisis pasar, elemen yang dianalisis meliputi:
- ukuran market
- tren industri
- perubahan perilaku konsumen
Analisis Kompetitor
Sementara, pada saat analisis kompetitor, Anda harus memperhatikan:
- brand positioning kompetitor
- channel marketing yang mereka gunakan
- kekuatan dan kelemahan mereka
Analisis Konsumen
Tidak semua segmen konsumen harus Anda kejar. Buatlah target utama yang akan menjadi konsumen Anda:
- siapa target market utama?
- apa pain point mereka?
- apa motivasi mereka saat membeli produk?
3. Tentukan Brand Positioning dan Value Proposition
Pada prinsipnya, brand positioning berbicara, brand Anda ingin dikenal sebagai brand seperti apa di mata konsumen.
Contohnya:
- Brand paling premium di kategori
- Brand dengan harga paling kompetitif
- Brand yang fokus pada kualitas
- Brand yang memberikan pengalaman berbeda
Kalau sudah menentukan brand positioning, jadi lebih mudah untuk menentukan value proposition. Value proposition adalah nilai yang jadi alasan utama konsumen membeli produk Anda.
Contoh:
- Efisiensi biaya
- Kualitas produk terbaik
- Layanan paling cepat
- Pengalaman yang lebih personal
Marketing plan yang kuat selalu memiliki value proposition yang jelas dan konsisten di semua kanal marketing.
4. Susun Strategi Marketing Berdasarkan Customer Journey
Supaya terstruktur, susunlah strategi marketing berdasarkan funnel dari customer journey. Marketing funnel berdasarkan customer journey meliputi awareness, consideration, conversion, dan retention.
Tujuannya, supaya strategi marketing yang Anda gunakan dapat mengakuisisi pelanggan baru dan membuat pelanggan lama melakukan repeat order. Berikut dalah struktur strategi berdasarkan customer journey.
Awareness
Tujuan: meningkatkan brand visibility
Kanal:
- Content marketing (media sosial, Youtube, banner, billboard, dan lain-lain)
- Kampanye media sosial (tema bulanan, kampanye iklan, konten feed, dan reels)
- PR dan eksposur media (press release, launching produk baru, dan lain-lain)
- SEO dan AI search visibility (artikel edukasi, halaman produk yang terstruktur, dan desain website yang intuitif)
- Ikut event tertentu
Consideration
Tujuan: membuat calon pelanggan mempertimbangkan brand
Taktik:
- Edukasi produk
- Studi kasus atau portofolio
- Webinar atau event
- Email marketing
Conversion
Tujuan: mendorong pembelian
Taktik:
- Performance ads
- Landing page optimization
- Promo campaign
- Halaman produk
Retention
Tujuan: meningkatkan repeat customer
Taktik:
- Loyalty program
- Personalized email
- Bangun komunitas pelanggan
5. Menentukan KPI
Anda harus berhati-hati dalam menentukan KPI karena setiap funnel memiliki target yang berbeda.
Beberapa KPI yang sering digunakan:
- Awareness (traffic website, impression di media sosial, jumlah peserta event, dan lain-lain)
- Consideration (klik halaman produk, jumlah subscription email newsletter, CTR, CPC, dan lain-lain)
- Conversion (cost per acquisition, conversion rate, jumlah transaksi, revenue)
- Retention (customer lifetime value, repeat purchase rate)
Baca juga: Cara Membaca Performa Marketing Funnel supaya Campaign Efektif
6. Buat Timeline
Membuat timeline adalah cara agar marketing plan Anda tetap terarah pada target bisnis. Selain itu, pembuatan timeline juga bertujuan agar tim Anda memahami target di setiap periode.
Jika strategi bagus tetapi timeline tidak ditentukan, bisa jadi pekerjaan molor dan tidak mencapai target bisnis. Dalam timeline pada marketing plan Anda, pastikan terdapat unsur berikut:
- Roadmap campaign
- Kalender konten
- Jadwal agenda atau event (buka booth di event mitra, peluncuran produk baru, dan lain-lain)
- Pembagian tanggung jawab tim
7. Evaluasi
Marketing plan bukan sesuatu yang statis, melainkan terus bergerak berdasarkan kondisi. Kondisi yang memengaruhi di antaranya kondisi pasar secara global, perubahan teknologi, perilaku konsumen, dan pergerakan kompetitor.
Maka dari itu, lakukanlah evaluasi setiap bulan untuk melihat performa kampanye marketing Anda. Segeralah ubah strategi ketika strategi lama sudah tidak relevan atau berpotensi tidak relevan dalam beberapa waktu ke depan.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Tujuan dari marketing plan adalah membuat aktivitas pemasaran jadi lebih terarah sesuai dengan visi bisnis. Dengan begitu bujet yang dikeluarkan untuk aktivitas marketing lebih efisien dan efektif, alias tidak sekadar buang-buang uang.
Namun, perencanaan yang terarah tidak sesederhana menghemat anggaran pemasaran sehemat-hematnya, ya! Prinsipnya adalah membuat aktivitas marketing yang berkualitas untuk mencapai tujuan bisnis dengan bujet yang paling efisien.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi marketing dan kreatif yang berorientasi target pasar untuk mencapai tujuan dari bisnis Anda..
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?

