creativefaith logo

Strategi Marketing Game, Fun dan Bikin Penasaran

DATE
18 February 2026
READING TIME
5 mins
strategi marketing game

Salah satu industri yang sedang berkembang di Indonesia adalah industri game. Meski belum sebesar seperti di Jepang, Amerika Serikat, atau Eropa, tetapi para kreator game di Indonesia telah menunjukkan talentanya dengan membuat game yang memiliki seru dan memiliki pasarnya tersendiri.

 

Daya tarik game-game Indonesia biasanya terletak pada jalan cerita dan gamifikasi yang ada di game tersebut. Beberapa contoh yang terkenal di antaranya adalah DreadOut, Bus Simulator Indonesia, Troublemaker, Pamali, dan lain-lain.

 

Masalahnya adalah, game-game Indonesia belum mencapai potensi maksimal dalam menggapai target pasarnya. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh para pelaku bisnis di industri game Indonesia?

 

Yuk, simak tips strategi marketing game yang akan membuatnya terasa fun dan bikin penasaran!

 

Kenapa Marketing Game Beda dari Industri Lain?

Hal pertama yang membedakan game dengan industri lainnya adalah bahwa game bukanlah kebutuhan, melainkan hiburan yang memberikan pengalaman dan pada beberapa video game memberikan “status sosial”.

 

Dengan begitu, keputusan membeli game sering dipengaruhi oleh:

  • Komunitas atau perilaku teman-temannya (contoh: Free Fire, Mobile Legend, Roblox)
  • Streamer dan influencer (contoh: Dota, Mobile Legends)
  • Momen viral (contoh: Angry Bird, Ojol Game, Among Us)
  • Cerita (contoh: GTA, FC 25, Assassins Creed, dll)
  • Rasa FOMO (fear of missing out) (contoh: Among Us, Fortnite, Cyberpunk, PUBG Mobile) 

Menurut penelitian yang dimuat, Advances in Applied Sociology, pengalaman dan interaksi sosial yang tercipta dalam sebuah game, akan memicu seseorang untuk memainkan game tersebut lagi.

 

Strategi Marketing Game

Berikut adalah beberapa strategi yang bisa Anda terapkan untuk memasarkan sebuah video game.

 

1.  Fokus ke Emosi Gamer

Salah satu kesalahan pelaku bisnis di industri game adalah memasarkan game seperti memasarkan software. Padahal, lebih dari itu, hal yang harus disentuh terlebih dulu adalah emosi.

 

Pasalnya, seseorang memainkan game untuk menyalurkan emosi dan kreativitasnya. 

 

Misalnya, game sepakbola. Orang-orang memainkan game sepakbola untuk memenuhi fantasinya dalam mengatur pemain idolanya, jual-beli pemain, dan adu skill dengan banyak orang. Nah, semua copy dan desain sebuah game harus mewadahi emosi para gamer tersebut.

 

2. Video Teaser

Luncurkanlah video teaser game Anda pada beberapa bulan sebelum rilis. Lakukanlah perilisan teaser ini secara bertahap.

 

Katakanlah pada sesi pertama, Anda menyorot karakter yang muncul dalam game, lalu beberapa minggu setelahnya menyorot dunia dalam game tersebut. Kemudian, di pekan terakhir sebelum rilis, Anda memberikan sedikit tayangan mengenai gameplay-nya.

 

Dengan begitu, rasa penasaran audiens akan terjaga dari awal muncul teaser sampai perilisan.

 

Video teaser bisa Anda tayangkan di berbagai platform, mulai dari videotron, space di event tertentu, Instagram, TikTok, Youtube, dan lain-lain.

 

3. Mengikuti Event

Cara tradisional ini masih ampuh di belahan dunia mana pun. Pasalnya, event bisa menjangkau target pasar Anda secara langsung. Namun, jangan sembarngan pilih event untuk berpartisipasi, ya!

 

Pilihlah event yang memiliki audiens yang sama dengan target pasar Anda atau setidaknya beririsan. Contoh event game yang bisa Anda ikuti adalah game expo atau game festival yang sering diselenggarakan di kota besar.

 

Sementara, contoh event non-game yang memiliki audiens beririsan, contohnya adalah event Comic Con atau event-event cosplay. Biasanya, yang datang ke event tersebut adalah fans komik, anime, superhero, dan film fiksi ilmiah yang beberapa di antaranya juga gemar bermain video game.

 

4. Konten Media Sosial

Membuat konten di media sosial sudah menjadi kewajiban di era serba digital seperti sekarang. Tidak ada ukuran pasti seberapa sering Anda harus mengunggah konten di media sosial, tetapi yang pasti, Anda harus konsisten. 

 

Misalnya, jika sanggup setiap hari, pastikan setiap hari mengunggah konten secara konsisten. Namun, jika sanggupnya empat kali seminggu, tidak masalah, tapi lakukanlah secara konsisten untuk mengunggah 4 konten per minggu.

 

Lalu, konten apa yang bisa disajikan? Pada prinsipnya, kreatiflah sekreatif-kreatifnya dan jangan membatasi diri. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Teaser dan trailer video game
  • Cuplikan gameplay
  • Wawancara sambil bercanda dengan kreator game-nya
  • Parodi karakter game
  • Carousel berisi fun fact di dalam game
  • Sinopsis game
  • Review game dari influencer game
  • Kelucuan yang terjadi di kantor saat sedang produksi game
  • Kegiatan selama mengikuti event

 

5. Media Buying

Sekarang, sudah banyak media yang kerap me-review game. Mulai dari media online, Dunia Games, IDN Times, The Lazy Media, dan lain-lain. Anda bisa meminta penulis mereka untuk me-review game Anda.

 

Langkah marketing ini akan meningkatkan awareness pada video game Anda.

 

6. Kolaborasi dengan Influencer Game

Seperti yang sudah Anda ketahui, sekarang ada banyak influencer game yang kerap me-review game. Misalnya, Windah Basudara, The Lazy Monday, MiauwAug, dan lain-lain.

 

Anda bisa berkolaborasi dengan para influencer tersebut untuk me-review game Anda. Hal ini akan membuat para pengikut influencer tersebut tahu dan penasaran dengan game Anda.

 

7. Membagikan Momen

Anda tidak hanya dapat membagikan video-video gameplay, tetapi juga momen-momen tertentu yang bisa terjadi di game atau reaksi gamer. Contohnya:

  • Cara “mati” di game yang paling konyol
  • Reaksi gamer di quest tertentu
  • Jumpscare lucu
  • Dialog-dialog menegangkan, lucu, atau romantis dalam game

 

Potongan momen-momen tersebut bisa Anda bagikan di media sosial. Alternatif lainnya, Anda repost postingan-postingan yang dibagikan oleh gamer atau clipper.

 

8. Bangun Komunitas

Game merupakan produk yang menyasar segmen tertentu. Maka dari itu, Anda juga bisa mendekati para gamers atau komunitas dengan audiens yang beririsan (contoh: cosplayer dan wibu).

 

Cara membangun komunitas Anda:

  • Membuat membership di website
  • Membuat grup Discord
  • Update progress game secara rutin
  • Minta masukan pemain (polling, Q&A)
  • Pastikan anggota komunitas mengetahui informasi lebih dulu dibanding orang di luar komunitas

9. Iklan

Cara pemasaran terakhir adalah dengan mengiklankan game Anda. Anda bisa mengiklankannya di media sosial, mesin pencari, atau Youtube.

 

Hal yang harus diperhatikan pada saat beriklan adalah:

  • Pastikan target demografinya sesuai dengan target pasar game Anda (kota, usia pemain, jenis kelamin, dan lain-lain)
  • Pastikan menyesuaikan target iklan dengan perilaku pemain
  • Gunakan copy yang akrab di telinga dan mata pemain
  • Ganti kreatif secara periodik supaya audiens tidak jenuh

 

Kolaborasi dengan Creative Faith

Membuat kampanye pemasaran untuk sebuah game memang susah-susah gampang, terutama di era harus bersaing dengan game dari luar negeri yang industrinya sudah sangat matang.

 

Perusahaan produsen game Indonesia harus menonjolkan sisi keunikan dan daya tarik untuk membuat produk gamenya terlihat berbeda dibanding game-game lainnya.

 

Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi kreatif dan berorientasi target pasar untuk mencapai tujuan dari marketing dan bisnis Anda..

 

Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda. 

 

Apakah brand Anda siap naik kelas?

 

Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

AUTHOR
Admin