creativefaith logo

Penyebab Utama Traffic Iklan Digital Tinggi tapi Tidak Closing

DATE
05 March 2026
READING TIME
4 mins
iklan digital tidak closing

Iklan digital ada banyak jenisnya, mulai dari iklan di Instagram, TikTok, Facebook, X, LinkedIn, hingga Google. Bentuknya pun beragam, bisa berupa teks, foto, video, dan gabungan ketiganya.

 

Dengan pendekatan yang benar, iklan-iklan tersebut dapat menggugah hati audiensnya untuk klik dan melakukan transaksi.

 

Namun sebaliknya, jika menggunakan pendekatan yang asal atau “sekadar ada”, iklan digital hanya menjadi kampanye yang buang-buang anggaran. Lalu, apa yang menyebabkan sebuah iklan digital tidak closing atau mencapai tujuan yang diinginkan? Simak paparan lengkapnya di sini, ya!

 

Penyebab Iklan Digital Tidak Closing

Penyebab utama iklan digital tidak closing di antaranya adalah loading landing page terlalu lama, salah targeting, landing page tiak relevan, value proposition tidak kuat, funnel terlalu rumit, serta intent iklan tidak relevan dengan konten.

 

1.  Landing Page Load Terlalu Lama

Biasanya, iklan digital akan dibubuhi dengan tautan yang mengarahkan audiens mengisi formulir atau mengunjungi website untuk melakukan transaksi.

 

Masalahnya, ketika audiens mengunjungi website, bisa jadi mendapat pengalaman yang buruk, salah satunya loading landing page yang terlalu lama.

 

Lamanya loading ini bisa disebabkan beberapa hal, misal ukuran gambar di dalam laman website terlalu besar, terdapat hasil coding yang berukuran besar, atau javascript yang berukuran terlalu besar sehingga menjadi beban.

 

Solusi:

Lakukan audit menyeluruh pada website Anda. Lalu, lakukan koordinasi dengan tim developer untuk memperbaiki masalah teknis, baik dengan menghapus coding yang mengganggu, mengecilkan ukuran gambar, dan lain-lain.

 

2. Salah Targeting

Salah satu kesalahan umum saat membuat kampanye iklan digital adalah mengutamakan tingginya traffic, sehingga menargetkan banyak kelompok audiens. Padahal ini hanya meningkatkan impression iklan. Mungkin mereka akan klik, tetapi tidak akan melakukan transaksi.

 

Pasalnya, target audiens yang ditargetkan dalam jumlah besar tersebut belum memiliki buying intent  yang tinggi.

Menurut konsep purchase intention seperti yang tertuang pada teori planned behavior dari Icek Ajzen, keputusan membeli dipengaruhi oleh:

  • Niat (intention)
  • Persepsi kontrol
  • Norma sosial

Artinya, kalau iklan Anda menjangkau orang yang belum punya niat beli, mereka akan klik, tapi tidak akan konversi.

 

Solusi:

  • Persempit audiens ke yang sudah problem-aware atau solution-aware.
  • Gunakan retargeting untuk orang yang sudah pernah interaksi.
  • Segmentasikan pesan berdasarkan funnel (cold, warm, hot).

 

Baca Juga: Strategi Website Marketing untuk Dongkrak Bisnis Naik Kelas

 

3. Landing Page Tidak Relevan

Keengganan audiens melakukan transaksi juga bisa dipengaruhi oleh ketidakcocokan materi iklan dengan landing page. Hal ini akan membuat audiens kebingungan dan merasa ditipu.

 

Misalnya, pada materi iklan berisi “Diskon 30% Panci Stainless Steel”, lalu ketika diklik, audiens diarahkan ke halaman produk “Wajan antikarat”. Meski sama-sama produk yang digunakan di dapur, kedua produk tersebut memiliki perbedaan fungsi dan tentu memiliki segmen pasar yang berbeda.

 

Solusi:

  • Cek kembali URL atau halaman landing page yang disematkan
  • Pastikan desain landing page to the point
  • Hindari banyak distraksi pada halaman landing page

 

4. Value Proposition Tidak Kuat

Kesalahan banyak brand adalah mengira dengan hanya menghadirkan produk yang dicari orang, produknya akan otomatis ramai dibeli. Sayangnya, cara kerja pasar tidak seperti itu, ya! Hal ini justru akan membuat value proposition sebuah produk jadi tidak kuat.

 

Anda harus memberi pesan yang jelas, apa tujuan dari produk dibuat dan masalah apa saja yang diselesaikan oleh produk tersebut. Dengan begitu, audiens bisa langsung mengetahui “kenapa saya harus membeli produk ini”.

 

Solusi:

  • Fokus pada benefit yang didapat oleh audiens, bukan fitur (jarang audiens memahami teknis produk)
  • Tambahkan social proof (testimoni, studi kasus, angka konkret).
  • Perjelas diferensiasi dari kompetitor

 

5. Funnel Terlalu Rumit

Audiens inginnya yang gampang dan sederhana. Jika setelah melihat iklan Anda, mereka harus melalui banyak tahapan, mood yang awalnya tertarik dengan produk, lama-kelamaan menjadi malas dan memilih keluar dari landing page.

 

Ciri funnel terlalu rumit, di antaranya:

  • Banyak lapisan formulir (setelah isi satu form, harus isi form lainnya lagi, lagi, dan lagi)
  • Daftar pertanyaan atau kolom yang harus diisi terlalu banyak
  • Harus login dulu

Solusi:

  • Sederhanakan formulir yang berorientasi pada kemudahan target audiens
  • Ringkas lagi daftar pertanyaan Anda
  • Arahkan audiens ke halaman yang memungkinkan untuk transaksi langsung
  • CTA harus jelas dan spesifik

 

Baca Juga: Contoh Katalog Produk yang Tingkatkan Engagement dan Daya Tarik

 

6. Intent Iklan Tidak Relevan dengan Konten

Terkadang kita ingin mengarahkan audiens untuk melakukan transaksi, tetapi konten atau halaman yang ditautkan bukanlah halaman untuk konversi.

 

Misalnya, Anda telah menargetkan sebuah iklan untuk memancing audiens membeli produknya. Akan tetapi konten yang ditautkan bukanlah katalog atau formulir, melainkan artikel edukasi. Hal ini jadi salah besar karena fungsi artikel edukasi adalah untuk meningkatkan brand awareness.

 

Solusi:

  • Ubah objektif dari artikel edukasi yang diiklankan jadi awareness (KPI: klik)
  • Pastikan halaman yang ditujukan untuk jualan memiliki objektif konversi (KPI: jumlah sales)
  • Evaluasi cost per acquisition (CPA), bukan cuma CPC.

 

Kolaborasi dengan Creative Faith

Iklan digital merupakan salah satu kanal digital marketing yang terbuktif sangat efektif meningkatkan leads dan penjualan, setidaknya dalam satu dekade terakhir. Inilah yang membuat banyak perusahaan menjalankan kampanye iklan digital ini.

 

Namun, iklan yang tidak efektif akan berdampak sebaliknya, yaitu terlalu banyak membuang anggaran dan tidak menghasilkan leads yang berkualitas.

 

Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi marketing dan kreatif yang berorientasi target pasar untuk mencapai tujuan dari bisnis Anda..

 

Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda. 

 

Apakah brand Anda siap naik kelas?

 

Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

 

 

 

AUTHOR
Admin