Siapa sih yang tidak pernah menonton iklan-iklan lucu dari brand asal Thailand?
Pendekatan pembuatan iklan seperti ini ternyata tidak sekadar gimmick, lo! Pasalnya, iklan ini benar-benar efektif dalam menggaet pasar.
Contohnya saja, kita yang tinggal jauh dari Thailand jadi tertarik menonton iklan tersebut sampai selesai karena penasaran. Jika orang yang jauh saja tertarik menonton iklan tersebut, apalagi yang memang menjadi targetnya, sudah pasti mereka tidak hanya merasa terhibur, tetapi juga merasa relevan.
Strategi membuat iklan yang lucu ini juga dibuat oleh banyak brand Indonesia dan hasilnya sangat positif. Terus, bagaimana cara membuat iklan yang lucu agar brand mudah diingat?
Simak pembahasan lengkapnya di artikel ini, ya!
Kenapa Iklan Lucu Efektif?
1. Mudah Diingat
Sangat manusiawi jika Anda mengingat hal-hal yang Anda tertawakan. Psikologi inilah yang dibawa dalam sebuah iklan bernuansa komedi.
Ketika iklan yang ditampilkan menampilkan sisi humor sebuah brand ditambah pesan yang dibawa sangat relevan dengan audiens, sudah pasti iklannya akan diingat.
2. Punya Daya Tarik Lebih
Humor memicu keterlibatan awal audiens yang lebih kuat. Dengan humor yang tepat, audiens, retensi menyaksikan iklan akan lebih lama. Setelah menyaksikan iklan, mungkin audiens akan membicarakannya dengan orang terdekatnya.
3. Memengaruhi Reaksi Audiens
Menurut penelitian yang dimuat jurnal Sustainability, iklan yang kuat akan nuansa humor, memiliki dampak terhadap bisnis. Pasalnya, audiens akan suka terhadap iklannya sehingga citra brand lebih positif. Selanjutnya, niat mereka untuk membeli produk Anda pun akan meningkat.
Elemen Iklan Lucu
Meski terlihat seperti bercanda, sebuah iklan yang lucu memiliki elemen-elemen yang tidak boleh dilewatkan saat membuatnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Cerita atau Narasi
Membuat iklan yang lucu tidak seperti membuat tebak-tebakan lucu. Anda harus menyusun cerita yang bisa membuat audiens hanyut di dalamnya. Storytelling yang kuat menjadi kuncinya.
2. Relevansi
Iklan boleh saja mengandung fantasi atau imajinasi liar, tetapi pesan yang dibawa harus tetap relevan dengan audiens. Singkatnya, boleh imajinasi tetapi jangan asal!
3. Punchline
Seperti format komedi pada umumnya, cerita Anda harus memiliki punchline yang jelas. Di sinilah audiens akan tertawa.
4. Kejutan
Humor melibatkan efek kejut yang akan diingat oleh audiens. Twist dari iklan akan membuat iklan menempel pada otak audiens karena otak berusaha memahami twist tersebut.
5. Emotional Engagement
Iklan lucu sering memicu emosi positif. Emosi ini meningkatkan liking terhadap iklan dan brand
6. Sederhana
Humor yang bagus adalah humor yang sederhana dan mudah dimengerti audiens. Kesederhanaan ini akan membuat pesan brand lebih cepat terserap.
Baca Juga: Strategi Marketing Lucu yang Bikin Konsumen Loyal
Strategi Membuat Iklan Lucu
1. Mengenal Target Audiens
Hal pertama yang Anda harus lakukan bukan merancang narasi yang lucu, melainkan mengidentifikasi target audiens. Kenapa?
Jawabannya, setiap orang dengan background berbeda pasti memiliki referensi dan selera humor yang berbeda. Jika audiens Anda adalah usia 35 tahun ke atas yang sudah aktif bekerja tentu memiliki selera humor yang berbeda dengan anak-anak muda usia 17-20-an tahun yang masih berstatus pelajar.
2. Tetapkan Tone & Personality Brand
Pastikan humor sesuai dengan tone of voice brand. Humor yang terlalu acak atau hanya sekadar mengikuti tren, bisa membuat brand terlihat kehilangan arah.
Meski berbeda dari iklan yang lain, pastikan tetap mengikuti brand guideline, ya!
3. Gali Masalah Audiens dan Solusi dari Produk Anda
Supaya iklan relevan dengan audiens, galilah masalah yang dihadapi oleh audiens di mana solusinya akan didapat dari produk Anda.
Setelah itu hubungkanlah masalah dan solusi tersebut dengan humor yang sesuai dengan target audiens.
4. Buat Narasi
Setelah menggali elemen-elemen yang relevan dengan audiens, barulah membuat narasi untuk iklan Anda. Sebelum membuat setup dan punchline, Anda harus memastikan dulu pesan yang ingin dibawa, apakah pesan bahwa brand Anda sebagai fasilitator, pemecah masalah,brand yang lebih baik dari kompetitor, atau pesan lainnya.
5. Script atau Copy (Setup + Punchline)
Jangan batasi imajinasi Anda! Pasalnya, sekarang Anda sudah tahu apa yang akan disampaikan, guideline, dan masalah yang relevan dengan audiens.
Buatlah setup yang bisa membawa audiens mengikuti cerita Anda, lalu patahkan di bagian punchline. Punchline-nya bisa berupa callback, rule of three, word play, atau memuat sesuatu yang mengejutkan.
6. Sesuaikan dengan Platform
Iklan lucu tidak hanya cocok dengan format iklan TV, tetapi juga untuk platform lainnya, mulai dari static image, baliho, copy di platform X, video pendek TikTok atau Reels, hingga film pendek yang dapat ditayangkan di Youtube.
Anda harus mengadaptasi narasi dan jenis komedi yang dibangung ke dalam masing-masing platform tersebut. Jadi, jangan disamaratakan cara pembawaannya, ya!
Singkatnya, rasa komedinya tetap saja, tetapi pembawaannya berbeda di setiap platform.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Pada prinsipnya, membuat iklan yang lucu sama seperti membuat konten komedi alias formatnya sama, yaitu set up + punchline. Anda harus membangun narasi, lalu dipatahkan pada bagian punchline.
Kelihatannya sederhana, tetapi perlu dipikirkan masak-masak. Pasalnya, kalau iklan jadi jayus alias garing, malah mendapat reaksi negatif dari audiens. Jadi membuat iklan lucu harus pakai strategi.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi kreatif yang dapat mencapai tujuan marketing dan bisnis Anda.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?

