Mix Marketing atau yang dikenal oleh marketer sebagai 4P, merupakan sebuah konsep pemasaran yang dianggap masih relevan.
Teori 4P juga kerap digunakan dalam berbagai jurnal penelitian marketing untuk menganalisis strategi pemasaran yang tepat.
Dalam teori ini, terdapat 4P yang terdiri dari Product, Place, Price, dan Promotion, yang pertama kali diperkenalkan oleh Jerome McCarthy pada 1960, yang kemudian disempurnakan oleh Kotler dan Keller pada 2018.
Konsep 4P memiliki peran yang besar dalam strategi pemasaran sebuah unit bisnis. Menurut Journal of Education Humanities and Social Sciences, apabila menggunakan konsep 4P secara cermat, keempat elemen ini akan membantu sebuah bisnis mencapai target jumlah pelanggan, penjualan, dan tujuannya.
Lalu, bagaimana penerapan mix marketing dalam kampanye digital marketing? Yuk, simak paparan lengkapnya di bawah in!
Strategi Digital Marketing dengan Konsep 4P
1. Product: Bangun Ekosistem Digital
Di era digital, pengertian produk menjadi lebih luas, tidak hanya sekadar barang atau layanan yang dijual. Supaya menjadi lebih kompetitif, produk harus mencakup pengalaman konsumen atau audiens mulai dari sebelum transaksi, saat transaksi, sampai pascatransaksi.
Maka dari itu, Anda harus membuat ekosistem digital agar konsumen bisa dengan nyaman menggunakan produk dan layanan Anda.
Contoh:
- Bisnis travel mengeluarkan aplikasi agar konsumen dapat dengan mudah memesan tiket tanpa harus datang ke pool atau kantor. Selain itu, Anda juga bisa bekerja sama dengan online travel agent (OTA) semisal Agoda atau Traveloka untuk penawaran paket diskon atau paket khusus
- Bisnis snack, bisa memanfaatkan e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, atau TikTok Shop untuk menjual paket atau bundling tertentu yang disukai audiens online
- Bisnis hiburan (stand up comedy, pertunjukan, dll), bisa memanfaatkan sejumlah platform untuk menjual produk berupa layanan streaming dan downloadable konten.
2. Place: Dekati Konsumen di Mana pun Mereka Berada
Di era digital, Anda tidak harus memiliki toko untuk berjualan.Namun, bukan berarti kehadiran toko fisik tidak penting, ya!
Bagi yang belum memiliki toko fisik secara offline, berjualan secara online cukup untuk membuat bisnis Anda berjalan. Sementara, bagi pelaku bisnis yang telah memiliki toko fisik, penjualan online akan meningkatkan omset beberapa kali lipat.
Lalu di mana Anda bisa berjualan? Banyak banget, bisa memanfaatkan e-commerce, OTA, dan di website atau aplikasi sendiri.
Contoh:
- Brand fesyen, menjual produk-produknya di Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop
- Brand hotel menjual paket kamar dan transaksi melalui website yang dibuatnya sendiri
- UMKM yang memanfaatkan fitur Live TikTok untuk berjualan
Baca Juga: Strategi Marketing Lucu yang Bikin Konsumen Loyal
3. Price: Strategi Harga yang Fleksibel
Anda harus berhati-hati nih dalam mengaplikasikan harga di platform digital karena konsumen bisa membandingkan harga dengan kompetitor dalam hitungan detik.
Jadi, sebaiknya, Anda menerapkan harga berbasis data. Pada kisaran harga berapa target pasar Anda rela mengeluarkan uang untuk membeli produk Anda?
Lalu, Anda juga harus memperhatikan perilaku konsumen dan apa pertimbangannya dalam melakukan sebuah pembelian.
Contoh:
- Netflix. Untuk menjangkau audiens dari berbagai kalangan, Netflix menerapkan tiered pricing strategy dengan paket Basic, Standard, dan Premium. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi konsumennya untuk memilih paket sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka
- Gojek yang menerapkan dynamic pricing. Ketika permintaan tinggi, harga akan naik (seperti saat hujan lebat), sedangkan ketika permintaan turun atau sepi, harga pun ikut turun
- Shopee. Sejumlah tenant akan menerapkan harga spesial pada saat flash sale
Dengan kata lain, di era digital, bisnis akan fleksibel atau dinamis dalam menerapkan harga. Sebagai tips, gunakanlah data dari Google Analytics, CRM, atau e-commerce untuk menentukan harga yang sesuai dengan konsumen Anda.
4. Promotion: Komunikasi Dua Arah yang Terukur
Di era digital, audiens jadi lebih dekat dengan brand, sehingga mereka akan lebih muda melakukan komunikasi, mulai dari mengapresiasi hingga komplain.
Sebagai langkah promosi, Anda dapat membangun komunikasi dua arah dengan memanfaatkan semua kanal digital, mulai dari media sosial, e-commerce, SEO, dan juga SEM. Jika dibutuhkan, Anda juga bisa berkolaborasi dengan influencer untuk mengamplifikasi kampanye Anda.
Contoh:
- UMKM mempromosikan produknya dengan membuat konten di Instagram dan TikTok
- Siloam Hospitals, Mitra Keluarga, dan Primaya Hospital memproduksi artikel kesehatan untuk meningkatkan visibilitas di mesin pencari
- Tenue de Attire membuat konten ikonik dan lucu di TikTok sehingga audiens secara tidak sadar mengenal brand dan produk-produknya
Kolaborasi dengan Creative Faith
Digital marketing bukan tentang membuat akun di platform digital, melainkan menghubungkan platform digital dengan tujuan bisnis Anda. Semua kampanye yang dirancang harus seirama dengan marketing dan business goals Anda.
Menciptakan strategi digital marketing yang tepat memang bukan hal yang sederhana karena harus memikirkan koneksi antar-platform dengan bisnis.
Maka dari itu, Anda harus memiliki mitra strategis untuk merancang strategi yang relevan dalam mencapai tujuan dari marketing dan bisnis. Creative Faith dapat menjawab kebutuhan brand Anda tersebut.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand untuk menciptakan strategi marketing yang kuat, Creative Faith akan memikirkan semuanya dari awal sampai akhir untuk Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

