Agency kreatif dapat menjadi solusi dari berbagai kebutuhan kreatif di perusahaan Anda.
Agency kreatif memiliki tugas berkontribusi pada bisnis perusahaan melalui kerja-kerja kreatif.
Lalu, apa saja peran dan bagaimana cara memilih agency kreatif terbaik? Simak tips lengkapnya di artikel ini, ya!
Mengenal Agency Kreatif
Agency kreatif atau creative agency adalah perusahaan yang membantu brand atau bisnis dalam merancang strategi komunikasi, desain visual, hingga kampanye pemasaran yang inovatif. Fokus utama dari agency kreatif tidak hanya dari estetika, tetapi juga dampaknya pada marketing perusahaan, mulai dari tahap awareness, consideration, sampai konversi.
Perusahaan seperti ini sudah ada dari puluhan tahun lalu, tetapi bedanya dengan agency-agency yang eksis saat ini adalah cara kerjanya.
Agency kreatif saat ini memiliki tantangan untuk meningkatkan eksistensi sebuah brand di dunia digital melalui berbagai platform. Kemudian, eksistensi sebuah brand di dunia digital harus berdampak pada bisnis di dunia nyata.
Peran Creative Agency dalam Bisnis
Creative agency berperan dalam membentuk identitas brand, berkomunikasi dengan audiens, meningkatkan efisiensi pemasaran, dan membuat sebuah brand adaptasi dengan tren pasar.
1. Identitas Brand
Sebuah agency harus mengenal brand yang menjadi klien secara lebih dalam, mulai dari sejarah, visi dan misi, hingga tujuan bisnis klien.
Hal ini berguna untuk membuat desain logo, brand guideline, identitas visual, hingga cerita atau storytelling yang ingin dibangun.
2. Berkomunikasi dengan Audiens
Tidak sekadar berkomunikasi, sebuah brand harus relevan dengan target pasarnya. Untuk itu, agency harus memahami target pasar, perilaku, hingga bagaimana target pasarnya membuat keputusan untuk membeli sesuatu.
Sebagai contoh, brand Asimor, yang menjual produk untuk ibu menyusui. Namun ternyata, sekadar menargetkan ibu hamil tidak cukup.
Produk yang dijual ternyata lebih relevan dengan ibu menyusui yang bekerja dan memiliki usaha. Dengan begitu, bentuk komunikasinya adalah membuat konten yang berhubungan dengan kesibukan working moms dan bagaimana Asimor menyelesaikan masalahnya.
3. Meningkatkan Efisiensi Pemasaran
Tugas agency lainnya adalah membuat strategi marketing yang dirancang lebih tepat sasaran. Pasalnya, jika salah strategi, yang terjadi adalah biaya marketing yang mahal, termasuk iklan. Akhirnya, cuan yang didapat pun semakin kecil.
Nah, dalam hal ini, creative agency bertanggung jawab merancang strategi agar kampanye Anda lebih efisien dan hasil akhirnya, cuan yang didapat bisa lebih banyak.
4. Adaptasi dengan Tren Pasar
Sebagai perusahaan yang bekerja di industri kreatif, creative agency bisa melakukan riset mendalam terhadap tren pasar terkini.
Hal ini berguna untuk merancang strategi marketing kreatif untuk brand di berbagai industri.
Agency bertugas menghubungkan brand Anda dengan tren terbaru agar selalu relevan dengan audiens.
Media yang digunakan bisa beragam, termasuk social media marketing, video marketing, hingga kampanye berbasis data.
Jasa yang Ditawarkan Agency Kreatif
Setiap agency memiliki penawaran yang berbeda, karena setiap agency memiliki spesialisasi berbeda. Namun, secara umum berikut adalah jenis jasa yang ditawarkan creative agency.
1. Content Marketing
Dalam hal ini, creative agency berperan dalam membuat konsep dan memproduksi konten untuk berbagai platform. Jenis konten yang diproduksi pun beragam, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Video (Reels, TikTok, Youtube, videotron, dan lain-lain)
- Carousel media sosial
- Podcast
- Infografis
- Artikel
Copy untuk berbagai platform
2. Branding dan Desain Identitas
Agency juga dapat berperan dari awal Anda membuat brand. Mereka dapat membantu Anda merancang beberapa elemen berikut:
- Logo
- Brand guideline visual
- Slogan
- Strategi brand positioning
3. Desain Website
Untuk menciptakan pengalaman konsumen yang baik, Anda tentu membutuhkan website yang baik pula.
Di website harus tersedia berbagai informasi terkait produk dan solusi Anda untuk konsumen. Selain itu, website harus bisa menavigasi konsumen sesuai kebutuhan mereka.
Maka dari itu dibutuhkan website dengan UI/UX yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan konsumen.
4. Desain UI/UX Aplikasi
Jika perusahaan Anda memiliki aplikasi, pastikanlah desain dapat meningkatkan pengalaman audiens.
Visual memang penting, tetapi lebih penting lagi, audiens Anda mengetahui cara menggunakan aplikasi Anda.
Nah, di sinilah peran desainer UI/UX yang dapat menciptakan visual yang atraktif dan meningkatkan pengalaman audiens.
5. Strategi Komunikasi
Berkomunikasi dengan audiens tidak hanya sekadar menjawab mereka, tetapi harus juga memikirkan pengalaman mereka dan persona yang akan ditampilkan.
Agency harus memikirkan elemen tone of voice, gaya copywriting, dan cara menghadapi audiens.
6. Ide Kreatif Lainnya
Ruang lingkup kreatif tidak tertutup pada desain dan copy, tetapi juga mencakup banyak hal. Misalnya, event, pembuatan merchandise, kolaborasi dengan brand lain dalam melakukan pemasaran, dan ide kreatif lainnya.
Baca Juga: Strategi Marketing B2B yang Awet, Relasi dengan Rekanan Berjalan Lebih Panjang!
Tips Memilih Creative Agency yang Tepat
Banyak creative agency yang bagus, tetapi mungkin tidak cocok untuk Anda, baik dari segi pengalaman, bujet, gaya bekerja, hingga spesialisasi industrinya. Berikut adalah tips agar Anda dapat memilih creative agency yang tepat.
1. Cek Portofolio
Di dalam portofolio, Anda bisa menemukan studi kasus yang pernah dikerjakan oleh agency kreatif tersebut.
Pastikanlah portofolio dan studi kasus yang pernah dikerjakan sesuai dengan kebutuhan dan industri Anda.
2. Cek Spesialisasi Agency
Ada agency kreatif yang lebih kuat di branding, ada pula yang jago di desain dan visual, ada yang ahli dalam membuat video, dan lain-lain.
Pilihlah agency dengan spesialisasi yang sesuai prioritas Anda.
3. Transparansi Biaya dan Proses
Biar kerja sama berjalan smooth, pastikan agency terbuka mengenai seluruh alur kerja, struktur biaya, dan lain-lain.
4. Komunikasi yang Baik
Banyak agency yang bagus dan memiliki sejarah panjang, tetapi bisa jadi mereka kurang komunikatif karena berbagai faktor. Hal ini bisa jadi pertanda, bagaimana nantinya mereka akan menangani perusahaan Anda.
Pilihlah agency yang komunikatif, responsif, dan memahami brand Anda dengan baik.
5. Pilih Berdasarkan Value, Bukan Harga
Harga pasti jadi pertimbangan utama perusahaan Anda dalam memilih vendor. Namun, pertimbangkan juga value yang ditawarkan oleh agency.
Jangan sampai memilih agency yang murah tetapi hasil kerjanya justru kurang bagus. Hal ini membuat apa pun yang ingin Anda capai dalam kampanye pemasaran, tidak akan terpenuhi.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Creative Faith adalah creative agency yang memiliki sejarang panjang di dunia kreatif.
Kami dapat menjadi mitra strategis yang tepat untuk menangani brand Anda.
Tidak sekadar bekerja, kami akan membantu Anda berpikir serta menghasilkan ide-ide yang dapat membantu Anda mencapai marketing dan business goals Anda.
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

