Industri produk makanan atau F&B merupakan salah satu industri yang diprediksi selalu berjaya karena produknya pasti dibutuhkan oleh semua orang.
Namun kesuksesan bisnis ini bergantung pada kualitas makanan dan cara kamu membangun brand makanan milikmu.
Berbicara branding, tidak sebatas membuat kemasan atau logo yang menarik. Anda juga harus menghadirkan pengalaman yang berbeda dari kompetitor. Semisal membangun cerita brand, cara Anda berinteraksi dengan konsumen, dan bagaimana Andamemanfaatkan teknologi seperti AI assistant.
Untuk membangun branding yang baik, kita bisa belajar dan analisis dari sejumlah brand yang sukses. Berikut adalah beberapa di antaranya.
Yuk, simak penjelasan dan contoh lengkapnya pada artikel ini!
Tujuan Branding Produk Makanan yang Kuat
Dengan branding yang kuat, produk makanan milik Anda akan mendapat hasil bagus dalam jangka panjang. Branding yang kuat dapat menciptakan hasil sebagai berikut:
- Mudah dikenal konsumen
- Meningkatkan kepercayaan konsumen
- Membedakan produk dari pesaing
- Membangun loyalitas jangka panjang
- Membuka peluang ekspansi ke pasar baru
- Meningkatkan penjualan
- Mempermudah kampanye pemasaran dan iklan
Contoh Branding Produk Makanan
Berikut adalah beberapa contoh produk makanan yang berhasil meraih kesuksesan mem-branding produknya.
1. Keripik Pedas Maicih
Dulu, hanya ada beberapa reseller terpilih yang dapat menjual Keripik Pedas Maicih. Produknya pun hanya dijual menggunakan mobil secara nomaden.
Tempat berjualan Maicih pun hanya diumumkan melalui media sosial.
Hal ini menimbulkan kesan "langka" sehingga selalu dicari-cari oleh konsumen. Strategi ini sukses membuat brand Maicih dibicarakan pencinta makanan pedas.
Dari brand Maicih, kita dapat mempelajari bagaimana branding melalui media sosial dapat "memainkan" emosi dari konsumen. Brand yang baik dapat melibatkan emosi konsumen untuk menginginkan produk kamu.
2. Makaroni Ngehe
Makanan yang memiliki ciri khas pedas ini memiliki karakteristik dari nama yang nyeleneh. Hal ini membuat segmentasi produk makanannya semakain jelas, yaitu anak muda yang gemar makanan pedas.
Perihal distribusi, Makaroni memanfaatkan marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan lain-lain. Supaya orang lebih mengenal produk ini, berbagai konten menarik dibagikan di media sosial.
Kemudian, pemilihan influencer yang tepat dan memiliki kesamaan audiens dengan Makaroni Ngehe, menjadikan branding produk makanan ini tepat sasaran.
3. Geprek Bensu
Bisa dibilang, brand makanan ini memiliki keuntungan karena pemiliknya seorang public figure, yaitu Ruben Onsu. Kemudian akronim Bensu juga sudah melekat pada karakter sang owner.
Kekuatan dari brand ini adalah mengambil celah makanan unik di Jawa Timur, yaitu ayam geprek yang dibuat lebih modern. Meski terinspirasi dari makanan daerah, kemasannya dibuat sangat modern sehingga tampak bisa bersaing dengan berbagai waralaba produk makanan siap saji.
4. Mie Gacoan
Mie Gacoan terkenal dengan produk mie dengan tingkat kepedasan bertingkat. Selain itu, harganya yang relatif murah juga menjadi daya tarik produk ini.
Pertanyaannya, bagaimana produknya ini memiliki popularitas begitu tinggi dan menarik minat banyak orang?
Pertama, target pasar dari Mie Gacoan sudah sangat jelas, yaitu anak muda, baik itu pelajar atau karyawan di bawah usia 40 tahun yang gemar makanan pedas.
Lalu, strategi di media sosial yang memperlihatkan antusiasme pelanggan di gerai hingga mengantre panjang juga membuat banyak orang penasaran dengan produk ini. Lalu, kerja sama dengan influencer yang tepat dan sesuai dengan audiensnya juga menjadi kunci dari branding Mie Gacoan.
5. Waroeng Spesial Sambal
Keunggulan brand ini dibanding brand makanan lain yang "menjual sambal" adalah banyaknya varian sambal yang ditawarkan kepada konsumen. Setidaknya ada 32 jenis sambal yang bisa Anda pilih sebagai konsumen.
Memiliki citra yang kuat, membuat Waroeng Spesial Sambal lebih mudah melakukan berbagai kampanye pemasaran, termasuk di media sosial. Dengan bahasa yang santai, media sosial Waroeng Spesial Sambal dapat lebih engage dengan konsumen dari kalangan anak muda.
Dari sini, kita dapat mencontoh cara membangun citra yang kuat terlebih dulu terhadap produk yang dijual. Lalu, dalam kampanye pemasaran, menggunakan gaya bahasa yang sesuai dengan target pasar.
6. J.CO
Siapa sih yang tidak tahu donat J.CO?
Donat J.CO mampu mencuri perhatian pencinta donat karena memikirkan semua aspek pemasaran.
Pertama, mulai dari logo dan font J.CO yang dibuat tampak elegan dan unik, sehingga tidak dapat ditiru brand lain.
Kemudian, pada display donat di setiap gerainya, menggunakan media kaca transparan agar lebih mudah dilihat dan menarik perhatian pelanggan. Tidak cukup sampai di situ, desain dari produk pun dibuat secantik mungkin agar terlihat lezat.
Dari sisi digital, aktif di media sosial, website, dan platform pemesanan online, membuat mereka lebih mudah menjangkau pelanggan.
7. MyRoti

Brand roti ini memiliki sebelumnya memiliki nama yang sama dengan pabriknya di Jepang. Namun, kemudian diubah menjadi MyRoti untuk menunjukkan sisi emosional dari brand dan lebih dekat dengan konsumennya.
Hal tersebut pun didukung dengan pemilihan warna, brand voice, dan tone desain. Lalu, dari sisi kemasan, dibuat agar konsumen merasakan kenyamanan saat membawa dan membuka kemasannya.
Strategi Branding Produk Makanan yang Bisa Diikuti
Jika menganalisis setiap strategi brand, sebenarnya strateginya sederhana dan dapat diikuti. Berikut adalah rangkumannya.
1. Storytelling
Berikan storytelling yang kuat terhadap brand dan setiap kampanye pemasaran yang dilakukan.
Mulai dari cerita asal-usul produk, bagaimana produk Anda dicintai, hingga bagaimana produk Anda relevan dengan gaya hidup target pasar.
2. Desain Visual yang Konsisten
Seperti contoh-contoh brand yang disebut di atas, gunakanlah warna, font, dan elemen visual yang mudah dikenali. Pastikan desain kemasan, media sosial, dan materi promosi seragam.
Semua konsep desain harus konsisten agar mudah diingat pelanggan. Ingat, pelanggan tidak hanya mengingat desain yang bagus, tetapi juga yang memiliki karakter.
3. Konsisten di Media Sosial
Untuk memuncul persepsi terhadap brand, optimasi media sosial secara konsisten. Mulai dari cara memasarkan produk, gaya bahasa, hingga tone komunikasi, semuanya harus seragam.
Selain itu, gunakanlah copywriting yang sederhana, mudah dipahami konsumen, dan logika bahasa yang tepat.
4. Komunikasi yang Sederhana
Rancanglah komunikasi yang sederhana tetapi mudah diingat oleh pelanggan. Terkadang, kita berpikir terlalu rumit untuk memikirkan brand voice, positioning, dan lain-lain, sehingga melupakan esensi dari komunikasi, yaitu mudah dipahami oleh pelanggan.
Bangunlah emosi pelanggan agar mereka memiliki rasa untuk “harus mendapatkan” produk makanan Anda.
5. Hindari Deskripsi “Terlalu Jelas”
Kita memang ingin membuat konsumen memahami nilai dan kualitas produk, tetapi jika mendeskripsikan terlalu gamblang, pesan yang ingin disampaikan justru tidak sampai. Konsumen bisa-bisa bosan jika hanya mendengar deskripsi produk.
Rancanglah komunikasi dalam bahasa sederhana, konten yang menarik, dan pengalaman yang baik untuk konsumen.
6. Ciri Khas Rasa Produk
Terakhir, tetapi yang paling penting adalah ciri khas dari rasa produk tersebut. Sekuat apa pun Anda memasarkan produk, jika rasa dan kualitas dari makanan yang Anda jual tidak baik, tentu tinggal menunggu waktu saja sampai brand Anda ditinggalkan.
Lalu, apa yang menjadi indikator "rasa yang baik"? Di antaranya adalah sebagai berikut:
- Kualitas bahan baku yang terbaik
- Rasa yang "akrab" di lidah target pasar
- Memiliki cita rasa yang berbeda dari kompetitor
- Produk makanan memiliki standar rasa yang sama meski terdapat di banyak gerai
Kolaborasi dengan Creative Faith
Branding produk makanan harus mempertimbangkan aspek kreatif, segmentasi pasar, dan juga relevansi dengan target pasar.
Tim Marketing harus menggali keunggulan produk makanannya untuk dijadikan angle dalam branding. Hal ini tentu bukan perkara mudah yang dapat diselesaikan dalam satu malam.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi kreatif dan berorientasi target pasar untuk mencapai tujuan dari marketing dan bisnis Anda..
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?

