creativefaith logo

Contoh Kolaborasi Brand yang Sukses dan Strategi yang Bisa Ditiru

DATE
10 September 2025
READING TIME
4 mins
kolaborasi brand

Kolaborasi brand adalah strategi menciptakan nilai baru, berupa produk, kampanye, konten, dan pengalaman konsumen dari dua atau lebih brand yang bekerja sama.

 

Prinsip dari kolaborasi brand adalah "jika dengan bekerja sama bisa sama-sama untung, kenapa harus bersaing?". Pasalnya, apa pun bisnisnya, yang menjadi tujuan akhir adalah keuntungan, baik dari segi profit ataupun dari segi pemasaran.

 

Alih-alih bersaing, kolaborasi justru membuka peluang saling melengkapi kekuatan masing-masing brand.

 

Di era digital, konsumen semakin mencari pengalaman yang unik dan personal. Maka dari itu, kolaborasi brand menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan awareness sekaligus memperkuat positioning di pasar.

 

Contoh Kolaborasi Brand

Berikut beberapa contoh kolaborasi brand yang sukses.

 

1. Industri Olahraga, Apparel, dan Ritel

Salah satu contoh kolaborasi jenis ini yang terkenal adalah ketika PSSI berkolaborasi dengan Erspo dan Indomaret dalam penjualan jersey Timnas Indonesia.

 

Kerja sama ini guna menyentuh pasar kelas menengah. Khusus pasar ini, jersey akan dijual di minimarket Indomaret.

 

Seperti yang diketahui, ada beberapa kategori jersey Timnas Indonesia, yaitu Player Issue, Replica, dan Supporter Version. Untuk yang tidak bisa membeli ketiga versi tersebut, Indomaret menyediakan kategori Cheers Jersey yang lebih ramah di kantong.

 

Hal ini menguntungkan ketiga pihak karena bisa mendapat pembeli dari semua jenis segmen pasar.

 

2. Teknologi dan Entertainment

Salah satu contoh kolaborasi yang cukup terkenal adalah Spotify dan Netflix. Kedua platform digital dunia hiburan ini saling berkontribusi pada peningkatan hype tontonan dan musik.

 

Kedua platform ini pernah bekerja sama untuk meluncurkan playlist khusus Stranger Things dan Money Heist.

 

Bagi Spotify, menit putar platform mereka akan bertambah dari fans Stranger Things dan Money Heist yang ingin memutar musik yang dimainkan di serial tersebut.

 

Untuk Netflix, ini akan meningkatkan paparan serial mereka di platform lain, sehingga hype akan serial yang tayang di Netflix tetap terjaga.

 

3. FMCG dan Entertainment

Pasti Anda tahu tentang kolaborasi McDonald's dengan BTS yang meluncurkan BTS Meal, 'kan?

 

Nah, ini adalah salah satu kampanye kolaborasi McDonald's yang paling sukses. Restoran siap saji ini berhasil memanfaatkan hype masyarakat akan idola K-pop mereka.

 

Hasilnya, terjadi lonjakan penjualan BTS meal di McDonald's serta peningkatan penjualan merchandise BTS dan engagement di media sosial.

 

4. Fesyen dan Entertainment

Brand fesyen pun banyak yang berkolaborasi dengan dunia hiburan. Satu di antara contoh yang pasti Anda sering jumpai adalah kolaborasi Uniqlo dengan Disney.

 

Ketika Anda masuk ke gerai Uniqlo, pasti akan menemukan kaos dengan desain karakter Disney. Tidak sekadar menempel gambar karakternya, kaos ini menjadi merchandise resmi Disney karena kedua brand tersebut memang resmi bekerja sama.

 

5. Gim dengan IP

Banyak gim video yang berkolaborasi dengan IP untuk meningkatkan pamornya, salah satunya adalah PUBG. PUBG pernah berkolaborasi dengan Hunter x Hunter, Tekken, Venom, dan Dragon Ball Super.

 

Dalam kolaborasi ini, pemain bisa menggunakan skin dari karakter-karakter IP yang telah bekerja sama dengan PUBG.

 

Hal ini akan meningkatkan pengalaman pemain saat memainkan PUBG sekaligus popularitas dari IP yang diajak berkolaborasi.

 

Manfaat Kolaborasi Brand

Pada prinsipnya, brand akan berkolaborasi dengan brand lain jika terdapat keuntungan untuk kedua belah pihak.

 

Setidaknya, keuntungan berikut yang akan didapatkan pihak-pihak brand yang berkolaborasi:

  • Memperluas jangkauan pasar
  • Meningkatkan brand awareness
  • Meningkatkan pengalaman konsumen
  • Menghadirkan pembeda dibandingkan kompetitor
  • Inovasi baru dengan risiko yang lebih minim
  • Meningkatkan penjualan
  • Meningkatkan rasa percaya konsumen dan kredibilitas

 

Baca Juga: Tips Memilih Creative Agency yang Relevan dengan Bisnis Anda

 

Strategi Kolaborasi Brand

 

Untuk mendapat kolaborasi yang tepat, pastikan Anda menentukan tujuan kolaborasi, memilih brand yang tepat, membangun narasi bersama, eksekusi di banyak marketing channel, dan ukur dampak kolaborasi.

 

Berikut penjelasannya.

 

1. Tentukan Tujuan Kolaborasi

Ketika mengajukan kolaborasi, Anda harus datang dengan tujuan yang spesifik. Misalnya, untuk meningkatkan awareness, memperluas target pasar, atau menciptakan produk edisi terbatas.

 

Hal ini akan memperkaya diskusi antara brand Anda dengan calon mitra.

 

Anda dapat menjelaskan apa yang dapat ditawarkan kepada calon mitra dan calon mitra dapat memberikan yang terbaik tentang apa yang dapat mereka tawarkan.

 

2. Pilih Brand yang Tepat

Anda tidak bisa sembarangan dalam memilih mitra untuk berkolaborasi. Misalnya, jika bisnis Anda di industri kesehatan, tidak mungkin berkolaborasi dengan brand rokok atau vape. Contoh lainnya, brand otomotif tentu tidak cocok berkolaborasi dengan brand kecantikan karena perbedaan nilai dan target audiens.

 

Lalu bagaimana cara memilih brand yang tepat? Berikut tipsnya:

  • Audiens Anda dan mitra memiliki irisan yang relevan
  • Nilai brand tidak bertentangan
  • Terdapat faktor yang mengejutkan kompetitor karena sulit ditiru

 

3. Bangun Narasi Bersama

Inilah pentingnya berkolaborasi dengan brand yang memiliki kesamaan nilai. Pasalnya, ketika membuat narasi bersama, risiko untuk "merusak" narasi awal dari brand Anda sangat kecil.

 

Kemudian, kunci dari membangun narasi bersama adalah pada storytelling yang dapat menghubungkan brand Anda dan mitra yang dapat menyentuh audiens.

 

4. Eksekusi di Semua Marketing Channel

Pastikan audiens menemukan hasil dari kolaborasi Anda dan mitra di berbagai platform yang dijumpai audiens, mulai dari media sosial, event, hingga packaging.

 

Dengan hadirnya di semua platform tersebut, akan semakin memperkuat branding atau kampanye dari kolaborasi Anda dengan mitra.

 

5. Dampak Kolaborasi

Gunakanlah KPI saat berkolaborasi agar dapat mengevaluasi keberhasilan. KPI yang digunakan bisa dari reach, engagement, conversion, atau bahkan brand sentiment.

 

Jika kolaborasi gagal, Anda dapat menghindari kolaborasi serupa di masa mendatang. Sebaliknya, jika berhasil, Anda dan mitra dapat kembali bekerja sama di masa mendatang.

Saatnya Brand Anda Level-up melalui Kolaborasi

Membuat kolaborasi brand yang sukses tidak cukup hanya dengan ide kreatif. Dibutuhkan riset, strategi komunikasi yang tepat, dan eksekusi lintas kanal.

 

Hal ini tentu akan memakan banyak waktu dan tenaga. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena Creative Faith dapat menjadi mitra yang tepat untuk membantu Anda memikirkan semua hal tersebut.

 

Mulai dari riset brand, menyiapkan strategi, hingga eksekusi, akan dilakukan oleh Creative Faith!

 

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

 

 

AUTHOR
Admin