creativefaith logo

Contoh Branding Produk yang Memikat Pelanggan Jadi Loyal. Bangunkan Emosi Pelanggan!

DATE
09 January 2026
READING TIME
5 mins
contoh branding produk

Contoh Branding Produk yang Memikat Pelanggan Jadi Loyal. Bangunkan Emosi Pelanggan!

 

Banyak produk sukses di pasaran tidak hanya karena kualitas produksi yang baik, tetapi juga cara sebuah produk di-branding.

 

Branding tersebut menjadi sebuah cara agar sebuah produk dikenal dari segi nama, fungsi, dan identik dengan perilaku penggunanya.

 

Meski pada dasarnya strategi branding sama, tentu ada beberapa perbedaan strategi di dalamnya.

 

Lalu, bagaimana cara kita mem-branding sebuah produk agar lebih dikenal dan mendatangkan banyak pelanggan? Yuk, simak insight lengkapnya pada artikel ini!

 

Contoh Strategi Branding Produk yang Berhasil

Sebelum membahas strategi lebih dalam, yuk, telaah beberapa contoh strategi branding produk yang berhasil.

 

1. Kopi Tuku

contoh branding kopi tuku
Kopi Tuku (sumber: gofood.co.id)

Tentu brand satu ini sangat akrab di telinga Anda yang gemar ngopi. Strategi yang dijalankan Kopi Tuku cukup berhasil di tengah industri perkopi yang sering disebut "red ocean".

 

Dari segi nama, Kopi Tuku merupakan nama yang sederhana dan diambil dari bahasa Jawa yang sering digunakan sehari-hari (tuku = beli). Jika hendak membeli kopi, mungkin banyak orang akan mengatakan "Aku tuku kopi." Dengan permainan kata itu, Kopi Tuku jadi lebih mudah dikenal oleh target pasarnya.

 

Kemudian, Kopi Tuku mengambil pangsa pasar yang ingin membeli kopi untuk dibawa pulang, ke tempat kerja, atau sebagai teman perjalanan. Maka dari itu, kebanyakan dari gerai Kopi Tuku dibuat tanpa banyak tempat duduk dan mengutamakan pelanggan yang akan membawa pulang kopinya.

 

Dengan begitu, Kopi Tuku identik sebagai kopi yang tidak hanya nikmat diminum, tetapi juga kopi untuk orang yang memiliki mobilitas tinggi.

 

2. Apple

Di Indonesia, Apple identik sebagai gawai kelas atas yang banyak digunakan oleh pengusaha atau eksekutif perusahaan.

 

Hal ini tidak lepas dari cara Apple mem-branding produknya sebagai gawai yang eksklusif, prestisius, dan harga yang lebih tinggi dibandingkan kompetitor.

 

Sejalan itu, dalam kampanye pemasarannya, Apple menciptakan narasi yang kuat tentang inspirasi dan gaya hidup pengguna Apple.

 

3. Teh Botol Sosro

Tentu Anda tidak asing dengan slogan ini "Apa pun makanannya, minumannya Teh Botol Sosro!", 'kan?

 

Kekuatan dari brand ini adalah narasi yang kuat yang diambil dari kebiasaan banyak orang ketika makan. Sudah menjadi kebiasaan banyak orang di Indonesia, ketika makan disebuh warung atau rumah makan, akan memesan es teh manis sebagai minumannya.

 

Perilaku inilah yang digunakan Teh Botol Sosro untuk mem-branding produknya. Dengan begitu, Teh Botol Sosro dikenal sebagai "zona aman" bagi orang yang ingin memesan minuman di warung atau rumah makan.

 

4. Nike

Poster Cristiano Ronaldo sebagai talent Nike (sumber: Deviant Art/Rishu07)

Brand satu ini juga memiliki kekuatan di narasi dan membangun emosi konsumennya. Slogan "Just Do It" diperkenalkan dalam setiap iklannya.

 

Nike seolah tahu bahwa mangsa pasarnya adalah orang-orang yang gemar berolahraga. Dalam olahraga, diperlukan ketekunan dan kedisiplinan untuk meningkatkan kemampuan.

 

Di samping menggunakan narasi untuk memotivasi konsumen, Nike juga mengoptimalkan kampanye pemasarannya dengan merekrut atlet sebagai influencernya. Nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappe, Neymar, Lin Dan, dan Michael Jordan, adalah contoh dari banyak atlet yang menjadi duta Nike.

 

5. AQUA

Strategi branding dari air minum Aqua sangat sederhana karena memanfaatkan perilaku orang-orang saat membeli air mineral dalam kemasan. Saat membeli air mineral, banyak orang pasti langsung bilang "beli AQUA" walau yang tersedia adalah produk dari brand lain.

 

Maka dari itu ada dua slogan dari AQUA yang belakangan digunakan untuk mem-branding produknya, yaitu "Apa pun aktivitasnya, AQUA dulu!" dan "Tidak semua air itu AQUA".

 

Tujuannya, agar orang yang membeli air mineral dengan menyebut "beli AQUA", benar-benar mendapat dan minum AQUA.

 

6. Indomie

Serupa dengan AQUA, Indomie berada di top of mind banyak orang ketika membahas mie instan, walau ada brand lain juga yang sama-sama memproduksi mie instan.

 

Selain rasa yang sesuai dengan selera orang Indonesia, cara Indomie merancang logo dan kemasan juga menarik perhatian. Font "Indomie" yang tegas dan menonjol, pemilihan warna kemasan yang mencolok, serta gambar dalam kemasan yang menggugah selera.

 

Elemen-elemen ini membuat siapa pun yang ke toko atau minimarket dapat langsung mengenal kemasan Indomie.

 

7. Sepeda Motor Honda

contoh branding produk honda vario
Honda Vario (sumber: Liputan6.com/Herdi)

Apa yang terpikir di benak Anda ketika seseorang berbicara tentang Honda? Irit, terjangkau, onderdil banyak, perawatan mudah, dan lain sebagainya.

 

Secara kasat mata, Anda pun pasti dapat dengan mudah melihat sepeda motor dengan merek Honda di jalan, ‘kan? Mulai dari sepeda motor tua era Honda 70 sampai era skuter matic seperti sekarang.

 

Hal ini terjadi lantaran sepeda motor Honda dipandang sebagai “pilihan aman” banyak orang. Selain itu, sejak awal, Honda menempatkan brand positioning-nya sebagai brand yang efisien dan dapat diandalkan untuk rutinitas sehari-hari masyarakat Indonesia.

 

8. Tokopedia

Jika di industri air minum dalam kemasan ada AQUA, di industri e-commerce ada Tokopedia. Brand ini berhasil menjadi top of mind banyak orang ketika kita berbicara mengenai e-commerce atau toko online.

 

Selain brand ini menjadi salah satu e-commerce paling tua di Indonesia, pemilihan namanya yang simpel dan akrab di telinga masyarakat Indonesia, membuat Tokopedia lebih mudah diterima masyarakat.

 

Kemudian, Tokopedia juga selalu diasosiasikan dengan kelengkapan produk yang dipasarkan di platform ini. Coba deh tengok orang sekitar ketika mendiskusikan sesuatu untuk dibelanjakan, pasti ada saja yang bilang “Coba cari di Tokped (Tokopedia), pasti ada!”.

 

Ini tidak hanya keberhasilan Tokopedia dalam membuat produk, tetapi juga caranya memasarkan platform ini sebagai sesuatu yang dibutuhkan orang saat belanja.

 

 

Baca Juga: Portofolio Pollux Skysuite Aparment

 

Strategi Branding Produk

Dari beberapa contoh di atas, kita dapat mengambil beberapa insight dalam merancang strategi produk. Berikut adalah beberapa di antaranya.

 

1. Komunikasi yang Sederhana

Salah satu kesalahan kita sebagai marketer adalah ingin merancang sesuatu yang "megah" sehingga melupakan faktor terpenting, yaitu komunikasi yang dipahami oleh konsumen.

 

Maka dari itu, dari beberapa contoh strategi branding produk yang sukses, buatlah narasi sederhana yang mudah diingat konsumen.

 

2. Merancang Cerita untuk Brand

Storytelling dapat menyentuh emosi dari pelanggan. Buatlah brand Anda masuk ke dalam cerita yang relevan dengan kehidupan konsumen.

 

Hal ini akan membuat brand Anda lebih dikenal dan menjadi bahan pertimbangan ketika konsumen hendak membeli produk.

 

Seperti Nike dan Apple, emosi dari konsumen adalah kunci kesuksesan sebuah strategi branding.

 

3. Utamakan Pengalaman Konsumen

Saat menjual produk, pasti kita ingin memberi tahu konsumen semua fungsi dan manfaat sebuah produk. Namun, ini seperti pedang bermata dua.

 

Di satu sisi, konsumen tahu keseluruhan fungsi produk, tetapi di sisi lain akan membuat kampanye pemasaran menjadi terkesan datar.

 

Untuk menyukseskan kampanye pemasaran, kita harus menyentuh emosi konsumen. Ciptakanlah storytelling yang relevan dengan pengalaman konsumen serta membangkitkan emosi dan rasa penasaran.

 

4. Visual yang Menarik Perhatian

Visual juga menjadi kunci dalam strategi branding produk. Pastikanlah visual yang dirancang menggambarkan nama brand dan jenis produk yang dijual.

 

Mulai dari pemilihan font nama brand, logo, warna, hingga kemasan menjadi faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam strategi branding.

 

Seperti contohnya Indomie, bisa menarik perhatian dari warnanya mencolok hingga foto dalam kemasan yang menggugah selera, membuat konsumen tertarik saat melewati rak Indomie di toko atau minimarket.

 

 

Baca Juga: Strategi Membuat Iklan Lucu yang Berkesan & Brand Mudah Diingat

 

5. Tentukan Brand Positioning

Brand positioning juga akan mempengaruhi cara kita melaksanakan kampanye pemasaran.

 

Apakah sebuah produk akan dijual untuk orang yang gemar nongkrong, orang yang mobilitasnya tinggi, kalangan menengah ke atas, memiliki selera tertentu, atau target pasar lainnya.

 

Brand positioning yang kuat dapat menjadi pembeda brand kita dari kompetitor. Selain itu, kita akan mendapat niche pasar yang lebih spesifik.

 

Kolaborasi dengan Creative Faith

Untuk memasarkan layanan rumah sakit, tidak bisa disamakan dengan industri lain karena menyangkut kesehatan dan keselamatan pasien. Maka dari itu, kampanye yang humanis dan penuh empati harus dikedepankan.

 

Merancang strategi pemasaran seperti itu tentu tidak mudah. Diperlukan perencanaan strategi yang matang yang melibatkan berbagai stakeholders mulai manajemen, dokter, perawat, pakar teknologi kesehatan, dan marketer.

 

Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi kreatif dan berorientasi pada bisnis yang humanis untuk mencapai tujuan marketing dan bisnis Anda.

 

Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda. 

 

Apakah brand Anda siap naik kelas?

 

Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

AUTHOR
Zika