Bisnis produk minuman merupakan salah satu bisnis yang memiliki banyak kompetitor. Baik itu minuman kopi, soda, air putih, teh, dan lain-lain, memiliki banyak saingan yang klaim sebagai produk minuman nomor satu.
Maka dari itu, untuk “bermain” di area bisnis ini, diperlukan brand positioning yang kuat yang diamplifikasi dengan berbagai kampanye marketing yang apik.
Tujuannya, agar konsumen mengingat brand Anda, setidaknya pada momen tertentu, dan mendongkrak penjualan.
Lalu, bagaimana cara kita mem-branding sebuah produk minuman agar lebih dikenal dan mendatangkan banyak pelanggan? Yuk, simak insight lengkapnya pada artikel ini!
Contoh Strategi Branding Produk Minuman yang Efektif
Sebelum membahas strategi lebih dalam, yuk, telaah beberapa contoh strategi branding produk yang berhasil.
1. Kopi Tuku

Brand Kopi Tuku berhasil menembus persaingan industri minuman kopi yang sudah berada di red ocean alias banyak banget kompetitornya.
Dari segi nama, Kopi Tuku merupakan nama yang sederhana dan diambil dari bahasa Jawa yang sering digunakan sehari-hari (tuku = beli). Jika hendak membeli kopi, mungkin banyak orang akan mengatakan "Aku tuku kopi." Dengan permainan kata itu, Kopi Tuku jadi lebih mudah dikenal oleh target pasarnya.
Kemudian, Kopi Tuku mengambil pangsa pasar yang ingin membeli kopi untuk dibawa pulang, ke tempat kerja, atau sebagai teman perjalanan. Maka dari itu, kebanyakan dari gerai Kopi Tuku dibuat tanpa banyak tempat duduk dan mengutamakan pelanggan yang akan membawa pulang kopinya.
Dengan begitu, Kopi Tuku identik sebagai kopi yang tidak hanya nikmat diminum, tetapi juga kopi untuk orang yang memiliki mobilitas tinggi.
2. Teh Botol Sosro
Slogan "Apa pun makanannya, minumannya Teh Botol Sosro!" pasti sangat akrab di telinga Anda, ‘kan?
Kekuatan dari brand ini adalah narasi yang kuat yang diambil dari kebiasaan banyak orang ketika makan. Sudah menjadi kebiasaan banyak orang di Indonesia, ketika makan di sebuah warung atau rumah makan, akan memesan es teh manis sebagai minumannya.
Perilaku inilah yang digunakan Teh Botol Sosro untuk mem-branding produknya. Dengan begitu, Teh Botol Sosro dikenal sebagai "zona aman" bagi orang yang ingin memesan minuman di warung atau rumah makan.
3. AQUA
Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah selalu bilang “beli AQUA” saat hendak membeli air putih, padahal yang tersedia adalah brand lain. Perilaku masyarakat inilah yang dijadikan “senjata” oleh AQUA.
Maka dari itu ada dua slogan dari AQUA yang belakangan digunakan untuk mem-branding produknya, yaitu "Apa pun aktivitasnya, AQUA dulu!" dan "Tidak semua air itu AQUA".
Tujuannya, agar orang yang membeli air mineral dengan menyebut "beli AQUA", benar-benar mendapat dan minum AQUA.
4. Pocari Sweat
Pocari Sweat merupakan brand minuman isotonik yang mungkin tidak ada dalam benak masyarakat ketika hendak membeli minuman. Siapa juga yang terpikir beli minuman isotonik saat haus atau baru selesai makan?
Makanya, Pocari Sweat melakukan sedikit pendekatan ke arah sains untuk membangkitkan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya minuman isotonik.
Jadi, kekuatan pertama Pocari Sweat adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa minuman isotonik seperti Pocari Sweat akan mengembalikan cairan tubuh ketika dehidrasi. Lalu, menggunakan warna biru dan putih sebagai simbol “kesegaran”.
5. Coca Cola

Coca-Cola adalah contoh klasik bagaimana brand bisa menjadi bagian dari budaya populer. Dengan storytelling yang kuat, Coca Cola menciptakan citra bahwa minuman ini merupakan minuman yang cocok diminum ketika kumpul-kumpul bersama teman-teman, keluarga, atau saat menggelar pesta.
Kemudian, konsistensi menggunakan warna merah juga membuat brand ini mudah diingat oleh konsumennya.
6. Chatime
Chatime merupakan salah satu brand dengan produk “minuman rekreasi” alias minuman yang diminum ketika sedang santai, jalan-jalan, atau nge-date bersama kekasih. Jadi, branding yang dibawa adalah keceriaan dan kesesuaian dengan selera pasar lokal.
Selain itu, tidak Chatime juga tidak ketinggalan dengan memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan promo musiman.
7. Bear Brand
Strategi branding dari Bear Brand hampir sama dengan Pocari Sweat yang menggunakan pendekatan sains. Hal ini dilakukan untuk membedakan Bear Brand dengan susu lainnya.
Kini, masyarakat mengetahui bahwa Bear Brand adalah produk minuman susu steril. Kemudian sebutan sebagai “Susu Beruang” memperkuat brand agar lebih mudah dikenal masyarakat.
8. Yakult
Yakult adalah minuman probiotik yang mengandung bakteri baik. Untuk orang yang menekuni atau belajar sains tentu bukan hal sulit untuk memahami apa itu minuman probiotik. Namun, bagaimana dengan awam? Tentu mereka harus browsing dulu untuk mengetahui apa itu minuman probiotik.
Maka dari itu, Yakult menyederhanakan komunikasinya dengan sebuah slogan “Cintai ususmu, minum Yakult tiap hari”. Dengan begitu, konsumen tahu bahwa Yakult bermanfaat untuk kesehatan usus.
Baca Juga: Contoh Branding Produk yang Memikat Pelanggan Jadi Loyal. Bangunkan Emosi Pelanggan!
Strategi Branding Produk Minuman
Dari beberapa contoh di atas, kita dapat mengambil beberapa insight dalam merancang strategi produk minuman. Berikut adalah beberapa di antaranya.
1. Identitas Brand
Karena bersaing di red ocean, produk minuman harus memiliki identitas khas agar mudah diingat konsumen dan terjadi repeat order.
Jadi, pastikan, apa identitas brand minuman Anda. Untuk memulainya bisa dengan membuat satu kalimat ini, “Brand minuman saya adalah brand minuman yang … [isi titik-titiknya]”
2. Tentukan Brand Positioning
Selain identitas, brand positioning juga sangat memengaruhi eksekusi kampanye pemasaran.
Pertimbangkanlah ke mana Anda akan menjual produk Anda. Misalnya, apakah produk minuman Anda akan dijual untuk orang yang gemar nongkrong, orang yang mobilitasnya tinggi, kalangan menengah ke atas, memiliki selera tertentu, atau target pasar lainnya.
Brand positioning yang kuat dapat menjadi pembeda brand kita dari kompetitor. Selain itu, Anda akan mendapat niche pasar yang lebih spesifik..
3. Komunikasi yang Sederhana
Apa pun posisi dan identitas brand Anda, agar mudah diingat konsumen, harus menggunakan cara komunikasi sederhana. Jadi, rumuskan hal-hal kompleks pada brand Anda menjadi sebuah pesan sederhana yang mudah dipahami konsumen.
4. Merancang Cerita untuk Brand
Storytelling dapat menjadi kunci bagi brand Anda dalam persaingan produk minuman yang ketat. Pastikan brand produk minuman Anda relevan dengan cerita sehari-hari konsumen Anda.
5. Visual yang Identik
Pastikanlah visual produk minuman Anda mencerminkan emosi yang terjadi setelah konsumen minum produk Anda, semisal kesegaran, keseruan, dan lain-lain. Selain itu, pastikan brand Anda mudah dikenali audiens ketika mereka hendak beli minuman di minimarket atau supermarket.
Jadi, Anda harus memperhatikan sedetail mungkin dalam hal pemilihan font nama brand, logo, warna, hingga kemasan menjadi faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam strategi branding.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Brand produk minuman harus mampu berkomunikasi secara sederhana dan strategis karena keputusan konsumen dalam memilih minuman yang akan dibeli, dilakukan dalam waktu cepat. Jadi pastikan brand Anda muncul dalam benak audiens ketika hendak membuat keputusan yang diambil dalam waktu singkat tersebut.
Maka dari itu, Anda harus memiliki mitra strategis untuk merancang strategi yang relevan dalam mencapai tujuan dari marketing dan bisnis. Creative Faith dapat menjawab kebutuhan brand Anda tersebut.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand untuk menciptakan strategi branding yang kuat, Creative Faith akan memikirkan semuanya dari awal sampai akhir untuk Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

