Coca-Cola meluncurkan “Create Real Magic” di tahun 2024, sebuah platform inovatif yang membuka ruang bagi seniman digital untuk berkreasi dengan elemen visual khas Coca-Cola. Dengan bantuan kecerdasan buatan, kreator dapat mengeksplorasi ikon-ikon legendaris Coca-Cola seperti botol kontur yang ikonik, logo klasik Spencerian, hingga karakter khas seperti Santa Claus dan Beruang Kutub. Program ini terwujud melalui kolaborasi Coca-Cola dengan OpenAI dan Bain & Company, yang menggabungkan kecanggihan teknologi GPT-4 dan DALL-E.
Kreator dari berbagai belahan dunia dapat mengakses situs resmi www.createrealmagic.com hingga 31 Maret untuk mengembangkan karya mereka. Menariknya, hasil terbaik dari platform ini akan ditampilkan di billboard digital Coca-Cola di lokasi-lokasi strategis seperti Times Square, New York, dan Piccadilly Circus, London. Selain itu, 30 seniman terpilih akan mendapatkan kesempatan eksklusif untuk mengunjungi kantor pusat Coca-Cola di Atlanta dan mengikuti "Real Magic Creative Academy". Keren banget ga sih?
Menurut James Quincey, CEO The Coca-Cola Company, teknologi AI bukan sekadar alat, tetapi juga katalisator untuk mendorong kreativitas lebih jauh. "Kami percaya AI bisa membuka cara baru bagi seniman untuk bereksplorasi dan menghadirkan ide-ide segar ke dalam dunia pemasaran," ujarnya. Coca-Cola sendiri terus mengeksplorasi AI dalam berbagai aspek bisnis, termasuk digital marketing dan produksi materi promosi. Sementara itu, Pratik Thakar, Global Head of Creative Strategy Coca-Cola, melihat program ini sebagai jembatan antara seni dan teknologi. "Kami ingin AI menjadi alat bantu yang memperkuat kreativitas, bukan menggantikannya," katanya. Wah sesuai banget kan sama visi creative faith, creative technology, dimana kreatifitas dan teknologi itu bisa saling menopang dan kerja bareng untuk memberikan hasil yang positif.
Coca-Cola tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi tetapi juga mempererat hubungan dengan komunitas kreatif di seluruh dunia. Program ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat mempercepat proses kreatif tanpa menghilangkan sentuhan manusia yang unik. "Create Real Magic" bukan sekadar eksperimen AI, tetapi juga sebuah ajakan bagi para seniman untuk terus berkarya dan membawa seni ke level berikutnya. Di Indonesia juga ada yang menggabungkan komunikasi dan teknologi, Friendly AI, tanya noah, feature yang dimiliki oleh creative faith sebagai chatbot asisten yang tugasnya menjawab mengenai Creative Faith, yang serunya lagi sistem ini bisa di adapt sama perusahaan-perusahaan lain supaya bisa efisiensi dan efektif di dalam melakukan konversi.
Sumber : coca-colacompany.com
Baca juga : Adidas Floral Ads Gabungin Estetika Keren dan Teknologi AI
💬 Diskusi langsung dengan TanyaNoah AI sekarang!

