creativefaith logo

Cara Bikin Konten yang Brand Harus Tahu

DATE
09 March 2026
READING TIME
3 mins
cara bikin konten untuk brand

Kalau dulu konten adalah nilai tambah sebuah brand, sekarang sudah tidak lagi. Sekarang, konten menjadi kewajiban sebuah brand.

 

Konten tidak hanya membuat brand sekadar eksis, tetapi juga memiliki nilai.

 

Dengan begitu, audiens atau target pasar akan selalu mengingat brand Anda. Pada akhirnya, brand menjadi lebih dipercaya dan menguntungkan bisnis dalam jangka panjang.

 

Namun, cara seorang content creator dan brand membuat konten sedikit berbeda walau pada dasarnya sama.


Terus, bagaimana cara brand membuat konten yang bisa berdampak pada bisnis? Yuk, simak selengkapnya di sini!

 

Cara Bikin Konten untuk Brand

Cara bikin konten untuk brand yang harus kamu tahu adalah fokus pada brand positioning, bangun customer journey, gunakan insight audiens, prioritaskan value, dan konsisten bikin konten

 

1.  Fokus Brand Positioning

Jangan sia-siakan konten hanya untuk sekadar seru-seruan atau meningkatkan traffic. Pasalnya, traffic itu tidak akan ada gunanya jika audiens tidak tahu karakter brand Anda, apa yang Anda jual, dan solusi apa yang dipecahkan oleh brand Anda.

 

Maka dari itu, gunakanlah konten untuk memperkenalkan brand positioning Anda kepada audiens.

 

Contoh:

  • Brand kesehatan fokus pada edukasi kesehatan dan pengobatan yang tepat
  • Brand sepatu fokus pada desain dan penggunaan sepatu (untuk siapa dan digunakan untuk apa)
  • Brand olahraga fokus pada perjuangan atlet meraih prestasi
  • Brand premium fokus pada memperlihatkan eksklusivitas

 

2. Bangun Customer Journey

Berbeda dengan content creator individu yang fokus pada membangun persona, Anda sebagai brand harus membangun customer journey, baik itu di media sosial Instagram, TikTok, LinkedIn, dan X serta website.

 

Berdasarkan funnel marketing tradisional, berikut adalah contoh jenis konten dari setiap funnel hingga terbangun customer journey.

Awareness

Consideration

  • Menjelaskan spesifikasi produk
  • Studi kasus
  • Success story

Conversion

  • Ajakan untuk membeli
  • Landing place katalog
  • Siaran live untuk jualan

Pendekatan ini membuat konten tidak hanya menarik, tetapi juga mendorong audiens bergerak menuju pembelian.

 

Baca Juga: 9 Contoh Konten Digital Marketing untuk Menangkan Leads

 

3. Gunakan Insight Audiens, Tidak Sekadar Intuisi

Karena konten brand menyangkut pada perhitungan bisnis, konten yang dibuat pun harus didasarkan pada angka atau argumen yang objektif. Maka dari itu, Anda bisa membuat konten berdasarkan insight audiens. 

 

Pasalnya, insight itu menggambarkan kebutuhan, masalah, dan solusi yang dibutuhkan oleh audiens.

 

Anda bisa mendapat insight audiens dari:

  • Survei
  • Penelitian
  • Data di Google Analytics
  • Data internal dari customer service
  • Fitur Insight di media sosial
  • Analisis konten kompetitor yang performanya bagus

 

4. Prioritaskan Value, Bukan sekadar Promosi

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menjadikan konten sebagai iklan. Audiens digital saat ini cenderung menghindari konten yang terlalu menjual.

 

Maka dari itu, saat ngonten, pastikan Anda menampilkan positioning, nilai brand Anda, dan bagaimana brand menciptakan solusi untuk masalah audiens.

 

5. Konsistensi Lebih Penting dari Viral

Daripada hanya sekali viral lalu setelahnya meredup, lebih baik mempertahankan angka yang sudah diraih dari konsistensi mengunggah konten. Jika sudah konsisten, Anda bisa push performanya sedikit demi sedikit.

 

Dampak dari konsistensi adalah:

  • memperkuat brand recall
  • membangun kepercayaan
  • menciptakan top-of-mind awareness

Karena itu, brand sebaiknya memiliki content framework yang jelas, seperti:

  • pilar konten
  • tone of voice
  • pesan utama brand

 

Kolaborasi dengan Creative Faith

Konten bisa meningkatkan brand visibility Anda secara digital dan berdampak positif pada bisnis. Supaya membekas di benak audiens, Anda harus memikirkan strategi untuk membuat konten, alias tidak ngasal.

 

Untuk membuat konten yang baik, butuh kerja sama dari lini bisnis, marketing, dan kreatif. Tujuannya, memastikan kreativitas sejalan dengan visi bisnis yang berjalan sejak awal.

 

Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi marketing dan kreatif yang berorientasi target pasar untuk mencapai tujuan dari bisnis Anda..

 

Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda. 

 

Apakah brand Anda siap naik kelas?

 

Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

AUTHOR
Admin