Salah satu bisnis yang memiliki banyak kompetitor tapi masih seksi adalah skincare. Pasalnya, hampir semua orang, berlomba-lomba memiliki kulit yang cerah dan terawat.
Menjadi menarik baik di lingkungan pertemanan, pekerjaan, dan ketika acara tertentu, membuat kesadaran untuk merawat kulit semakin tinggi.
Maka dari itulah, peluang ini ditangkap oleh pelaku bisnis yang berkecimpung di dunia kecantikan dan kesehatan untuk juga berlomba-lomba merilis brand dan produk skincare.
Namun, tidak semua brand berhasil dikenal dan laku di pasaran. Bisa saja produknya bagus, tetapi tidak menemukan pasar yang tepat karena kesalahan strategi dalam branding.
Lalu, bagaimana cara merancang strategi branding yang tepat untuk brand dan produk skincare? Yuk, simak selengkapnya di artikel ini!
Strategi Branding Skincare
Pada prinsipnya, strategi branding skincare adalah dengan membangun branding yang spesifik, menjual “proses”, transparan, tunjukkan dengan bukti, buat kampanye awareness yang kuat, perkuat brand voice dan narasi, serta sesuaikan brand voice dengan tipografi dan desain.
1. Bangun Branding yang Spesifik
Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan pebisnis adalah mem-branding produknya untuk semua kalangan. Padahal di era konsumen sudah semakin cerdas, mereka akan mencari produk yang sesuai dengan masalah mereka.
Anda bisa menyematkan branding yang lebih spesifik, misalnya:
- skincare untuk kulit sensitif
- skincare untuk kulit yang sering berjerawat
- skincare untuk pria
- skincare untuk barrier repair
- skincare untuk remaja yang baru mulai
- skincare untuk yang sering aktivitas outdoor
Positioning yang jelas bikin brand lebih mudah diingat dan lebih mudah mendapat kepercayaan dari konsumen karena akan kelihatan lebih fokus, tidak asal jual.
2. Jual “Proses” Bukan Hasil Instan
Kesalahan lain yang sering dilakukan pelaku bisnis dan marketer adalah menjanjikan hasil dalam waktu cepat. Padahal kulit setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda. Dengan begitu jika menjanjikan hasil dalam waktu cepat akan terkesan overpromise.
Terus bagaimana menonjolkan keunggulan produk?
Tetap bisa, kok! Caranya, tonjolkanlah proses akan dilalui oleh konsumen dan hasilnya. Dengan begitu, konsumen bisa memiliki ekspektasi yang realistis.
Contoh:
❌Salah: Skincare ini bikin wajah glowing dalam 1 minggu
✅ Benar:; Membantu memperkuat skin barrier dalam 3–4 minggu jika kamu memakai secara rutin
3. Transparan
Transparan di sini bukan berarti membongkar rahasia dapur perusahaan, ya!
Namun, Anda dapat menunjukkan elemen-elemen di dalam produk, contohnya:
- Bahan utama
- Konsentrasi aktif di dalam produk
- Risiko efek samping
- Aturan pemakaian
- Cocok digunakan oleh siapa dengan karakter kulit seperti apa
Baca Juga: Mengenal Identitas Produk dan Brand supaya Tidak Salah Strategi Bisnis
4. Tunjukkan dengan Bukti
Karena kulit merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sensitif, konsumen pun akan berhati-hati dalam membelinya. Maka dari itu, Anda harus berani menunjukkan bukti empiris bahwa produk Anda aman dan memiliki efek yang bagus.
Contoh bukti empiris yang bisa ditunjukkan adalah hasil uji laboratorium, sertifikasi dari BPOM, dan edukasi mengenai bahan dari skincare.
Namun, jangan tunjukkan hal tersebut seperti sedang sidang tesis yang formal. Anda bisa menunjukkan bukti-bukti empiris tersebut dengan dibalut storytelling yang menarik.
Contoh:
Anda memiliki produk skincare yang dikhususkan untuk kulit yang sensitif. Mulailah narasi dengan masalah yang sering dihadapi oleh orang-orang, yaitu kulit yang gampang berubah merah ketika kontak dengan bahan tertentu. Lalu, jelaskan bahan apa yang aman digunakan untuk kulit sensitif tersebut. Setelah itu, barulah kenalkan produk Anda sebagai solusi dari masalah kulit sensitif.
5. Buat Kampanye Brand Awareness yang Awet
Jangan sekadar minta influencer mempromosikan. Memang mereka akan memberi dampak, tetapi hanya sementara. Anda harus menggunakan cara yang membuat branding Anda akan tetap diingat audiens dalam rentang waktu lama.
Kuatkanlah brand awareness! Pasalnya, menurut penelitian yang dimuat di jurnal Universitas Muhammadiyah, brand awareness memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk skincare.
Brand awareness yang awet dapat diciptakan melalui langkah berikut:
- Artikel edukasi di website
- Edukasi di media sosial
- Konsistensi dalam narasi dan copywriting
- Highlight success story
6. Brand Voice dan Narasi
Kedua elemen ini sangat berhubungan dalam membentuk citra sebuah brand skincare.
Ketika berhadapan dengan audiens, pastikan brand bertindak sebagai expert yang memahami masalah kulit audiens. Namun, penting juga untuk tidak menggurui. Pasalnya, audiens juga datang dengan pemahaman yang mungkin mereka dapat dari dokter atau brand lain.
Supaya mendapat simpati audiens, lakukanlah ini:
- Sesuaikan nada bicara dengan target pasar, jika skincare untuk anak muda jadilah seseorang yang menyenangkan. Apabila skincare dikhususkan untuk orang usia di atas 40-an, jadilah seperti friendly advisor.
- Tidak menyalahkan kondisi kulit seseorang, tetaplah bersikap empati
- Tidak merendahkan kompetitor
- Tidak terlalu hard selling
7. Sesuaikan Brand Voice dengan Tipografi dan Desain
Tipografi dan desain juga sangat penting karena akan menggambarkan citra dari brand Anda.
Untuk produk skincare, visual yang ditampilkan mencerminkan kelembutan, elegan, minimalis, dan fresh. Jadi pilihlah warna yang kalem atau pastel dan muda. Jika ingin memilih warna yang tebal atau kuat, kombinasikanlah dengan warna yang lebih kalem.
Baca Juga: Packaging Desain Claudia Soap
Kolaborasi dengan Creative Faith
Membangun branding untuk produk skincare memang sedikit tricky. Anda harus memberi tahu audiens mengenai hasil positif dari produk Anda dan di saat yang bersamaan Anda juga harus mengedukasi audiens mengenai brand skincare seperti apa yang bisa dipercaya.
Mem-branding produk yang berhubungan dengan kecantikan dan kesehatan kulit memang tidak mudah.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi kreatif dan berorientasi target pasar untuk mencapai tujuan dari marketing dan bisnis Anda..
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?

