Dalam dunia bisnis yang sangat kompetitif, kepercayaan konsumen menjadi sesuatu yang mahal harganya. Sekalinya konsumen kehilangan kepercayaan akan sebuah brand, akan sulit mendapat kepercayaan itu lagi.
Maka dari itu, Anda sebagai pengelola bisnis harus memahami cara mengelola brand trust. Apa itu brand trust?
Brand trust adalah keyakinan konsumen bahwa sebuah merek akan berkomitmen memberikan kualitas terbaik secara konsisten dan menampilkan nilai-nilai simpatik. Brand yang dipercaya akan membuat konsumen merasa aman, sehingga peluang mereka membeli produk Anda secara berulang akan besar.
Lalu, bagaimana cara membangun brand trust yang benar? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini, ya!
Cara Membangun Brand Trust
1. Narasi Perkenalan Penting Banget
Saat memperkenalkan brand ke publik, Anda harus membangun narasi yang menentukan citra brand sejak awal. Singkatnya, Anda ingin dikenal sebagai brand yang seperti apa
Pada perkenalan, tujuan Anda adalah meningkatkan brand awareness, bukan berjualan. Maka dari itu, elemen yang harus ada dalam narasi Anda di awal adalah:
- Siapa diri Anda?
- Persona audiens seperti apa yang Anda dekati?
- Solusi seperti apa yang Anda tawarkan untuk audiens?
- Nilai apa yang Anda pegang sehingga audiens simpati dengan brand Anda?
Brand awareness yang kuat akan meningkatkan rasa percaya atau membentuk brand trust secara lebih mudah. Pasalnya, audiens akan percaya pada sesuatu yang familiar untuk mereka.
2. Membangun Kredibilitas dengan Bukti
Selain mengenal dengan baik, audiens juga akan lebih percaya padaa brand yang memiliki kredibilitas baik. Kredibilitas ini dibuktikan dengan track record yang nyata melalui kualitas produk.
Pertanyaannya, bagaimana cara menunjukkan kepada audiens bahwa rekam jejak Anda sangat baik jika belum pernah menggunakan produk atau jasanya? Caranya ada beberapa alternatif, di antaranya:
- Membuat konten tentang proses pembuatan produk dilakukan sesuai standar nasional atau internasional
- Menampilkan bukti testimoni dari Google Review, aplikasi, website, video, dan lain-lain. Bukti testimoni ini bisa Anda kemas secara menarik melalui konten di media sosial
- Edukasi kualitas brand di berbagai platform, misalnya video Reels, carousel, dan artikel di blog
Menurut penelitian yang dimuat Jurnal Manajemen dan Profesional, e-WOM (electronic word-of-mouth) berpengaruh pada brand image dan brand trust yang kemudian mendorong purchase intention.
3. Konsistensi
Meski Anda memiliki bisnis dengan banyak ragam produk atau banyak cabang, jangan sampai kualitasnya berbeda-beda. Jika berbeda sedikit saja pada salah satu produk atau cabang tertentu, reputasi juga menjadi taruhannya.
Ada beberapa poin penting dalam menjaga konsistensi, di antaranya:
- Sajikan produk atau jasa pada konsumen sesuai dengan narasi yang Anda janjikan sejak awal
- Perhatikan kualitas produk dan jasa
- Pelayanan cepat dan jelas
- Responsif dalam menerima keluhan pelanggan
4. Layanan Purnajual (After Sales)
Tugas Anda tidak berhenti sampai konsumen membeli produk. Anda harus memastikan bahwa konsumen puas dengan produk atau jasa Anda. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga rasa percaya dengan tetap melayani keluhan mereka setelah membeli produk Anda.
5. Jadikan Audiens sebagai Konsumen Setia
Ajaklah audiens atau konsumen berpartisipasi dalam kampanye Anda. Contohnya bisa dengan beberapa program berikut:
- Special Offer (untuk konsumen yang telah mencapai transaksi pada nilai tertentu)
- Loyalty program
- Dorong audiens membagikan pengalaman saat menggunakan produk Anda
Baca Juga: 5 Contoh Konten Tingkatkan Brand Awareness, Bisa Ditiru dan Berdampak Besar
Lalu, Apa Langkah Praktis Membangun Trust?
Untuk membangun trust, Anda perlu lebih dekat dengan konsumen dan membuat mereka bersimpati. Caranya, mulai dengan mengoptimasi website, membuat konten, membangun komunitas dari audiens, dan transparan mengenai produk atau jasa Anda.
1. Optimasi Website
Anda harus mengoptimasi website dengan memastikan setiap informasi yang dibutuhkan oleh audiens, terdapat di website. Mulai dari informasi produk, cara menggunakannya, hingga tips-tips yang bisa dilakukan sehari-hari yang dapat menyelesaikan masalah mereka.
2. Membuat Konten
Optimalkan platform yang dapat Anda jangkau. Konten video yang dibubuhi dengan copy yang menarik dan engaging akan disukai oleh audiens. Jika konten relevan, Anda akan mendapat simpati audiens.
3. Membangun Komunitas
Pahamilah di mana audiens Anda beraktivitas dan memungkinkan untuk berkumpul. Dengan komunitas, baik online atau offline, audiens atau konsumen Anda akan saling berbagi semakin terhubung dengan Anda. Sebagai pelaku bisnis, Anda pun akan lebih mudah dalam memperkenalkan produk atau jasa baru, memperkenalkan program promo, dan lain-lain.
Contoh komunitas yang dibangun dengan kuat dan memiliki hubungan kuat dengan brand adalah komunitas otomotif, sepeda, lari, kuliner, wisata, dan lain-lain.
4. Transparan
Jangan sembunyikan risiko atau batasan produk Anda karena kejujuran memupuk rasa percaya jangka panjang. Anda tidak perlu memberi tahu rahasia perusahaan, cukup pengetahuan umum mengenai produk Anda. Selama tidak berbohong tentang kualitas produk, Anda akan tetap mendapat simpati audiens dan konsumen.
Kolaborasi dengan Creative Faith
Pengaruh brand trust sangat penting karena orang-orang hanya akan membeli produk dari brand yang mereka percaya. Di sini, simpati audiens menjadi sangat berharga.
Anda harus membangun narasi dari awal tentang tujuan brand dan untuk siapa brand membuat produk. Ini tentu bukan pekerjaan mudah, melainkan PR yang cukup kompleks karena melibatkan sesuatu yang memengaruhi bisnis dalam jangka panjang.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi kreatif dan berorientasi pada bisnis yang humanis untuk mencapai tujuan marketing dan bisnis Anda.
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?

