Brand personality bisa menjadi salah satu faktor kesuksesan brand Anda disukai dan diingat oleh pelanggan.
Pasalnya, dengan brand personality yang kuat, brand Anda akan memiliki kepribadian yang sesuai dengan target pasar atau audiens.
Persona yang Anda tetapkan untuk brand akan membangun koneksi emosional dengan konsumen.
Lalu, apa itu brand personality dan bagaimana cara merancangnya? Yuk, simak artikel ini sampai selesai!
Apa Itu Brand Personality?
Brand personality adalah sekumpulan karakteristik manusia yang diasosiasikan dengan sebuah brand.
Nantinya, kepribadian ini akan menjadi fondasi ketika brand berinteraksi dengan audiens.
Dalam dunia marketing, brand personality penting untuk membangun koneksi emosional dengan konsumen. Dengan begitu, brand dapat lebih mudah dikenali, diingat, dan dipercaya.
Misalnya, sebuah brand ingin dikenal sebagai brand yang inovatif, maskulin, unik, lucu, dan karakteristik manusia lainnya.
Alasan Brand Personality Penting
Ada beberapa alasan yang menjadikan kepribadian unik penting untuk sebuah brand. Di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Membedakan dari Kompetitor
Salah satu cara untuk memiliki nilai lebih dibandingkan kompetitor adalah kepribadian yang unik. Kepribadian unik akan membuat brand Anda lebih menonjol di pasar.
2. Meningkatkan Loyalitas Konsumen
Ingin konsumen selalu datang pada Anda?
Sesuaikanlah cara interaksi Anda dengan konsumen melalui kepribadian brand Anda.
3. Memudahkan Komunikasi
Saat ini, cara terbaik dalam menyampaikan keunggulan dan solusi yang Anda tawarkan kepada konsumen adalah melalui komunikasi yang bersifat story telling.
Kepribadian brand Anda akan menjadi fondasi dari cara Anda membangun cerita yang terkoneksi dengan audiens. Kemudian, Anda dapat mengimplementasikannya di dalam copy, desain, dan kampanye pemasaran.
Jenis-Jenis Brand Personality
Salah satu teori yang kerap digunakan dalam menentukan brand personality adalah teori Jennifer Aaker (1997). Dia membagi kepribadian brand menjadi lima jenis, di antaranya sebagai berikut.
1. Ketulusan (Sincerity)
Ciri khas kepribadian ini adalah ramah, jujur, membumi, dan tampak perhatian dengan audiensnya.
Tujuan dari kepribadian ini adalah meraih rasa percaya dari publik dengan simpati dan membangun koneksi emosional.
Contoh brand
- MyRoti: brand yang ingin membangun koneksi "kekeluargaan"
- The Body Shop: sebagai brand yang dikenal peduli pada lingkungan sekitar dan menggunakan bahan baku ramah lingkungan
- Disney: Dalam setiap produknya, baik film, merchandise, dan taman hiburan, menekankan nilai-nilai kekeluargaan dan sebagai sesuai yang bisa dinikmati bersama keluarga
2. Antusias (Excitement)
Kepribadian ini memiliki ciri khas yaitu berani, imajinatif, muda, dan enerjik.
Kepribadian ini cocok untuk brand yang dengan segmen anak muda yang memiliki segudang aktivitas.
Contoh brand
- Nike: brand yang selalu mendorong audiens untuk selalu berani mengambil langkah. Hal ini terlihat dari slogan "Just do it!"
- Lucky Strike: brand yang memiliki kepribadian selalu up to date dengan tren dan mendorong audiens untuk "beraksi"
- GoPro: dengan produk andalannya yaitu action kamera, brand ini tampak selalu antusias mengajak audiensnya berpetualang
3. Kompeten (Competence)
Kepribadian ini memiliki karakteristik sebagai brand yang cerdas, membangun argumentasi dengan dasar ilmiah, dan profesional.
Biasanya, kepribadian ini digunakan oleh brand teknologi, keuangan, dan kesehatan.
Contoh brand
- BCA: dikenal sebagai brand bank yang dipercaya dalam mengelola keuangan
- Siloam Hospitals: membangun brand-nya sebagai sebuah fasilitas kesehatan yang dilengkapi fasilitas dengan teknologi terkini dan didukung dokter spesialis berpengalaman
- Google Search: dengan database besar, Google membangun reputasi sebagai sumber pengetahuan dan berita yang dapat diandalkan
4. Elegan (Sophistication)
Ciri khas brand yang membangun kepribadian elegan adalah selalu menonjolkan kesan mewah, eksklusif, dan berkelas.
Kepribadian ini cocok untuk brand fesyen, kosmetik, dan gaya hidup masyarakat menengah ke atas.
Contoh brand
- Rolex: brand yang selalu disandingkan dengan pengusaha atau eksekutif sukses
- Chanel: brand eksklusif dengan desain terbatas dan hanya bisa diakses oleh orang tertentu
- McLaren: brand yang menonjolkan kecanggihan dan eksklusivitas karena hanya bisa diakses pengusaha dan eksekutif sukses
5. Tangguh (Ruggedness)
Kepribadian brand ini memiliki ciri khas maskulin, tangguh, dan kuat.
Biasanya, kepribadian ini digunakan oleh brand yang identik dengan aktivitas outdoor dan olahraga ekstrem.
Contoh brand
- Harley-Davidson: brand yang identik aktivitas pria yang gemar touring dengan motor besar
- Eiger: brand yang memiliki karakter petualang
- Jeep: brand yang selalu menggambarkan dirinya tangguh di berbagai medan
Contoh Brand Personality yang Sukses
Berikut adalah beberapa brand yang memiliki persona khas dan sukses dikenal luas oleh masyarakat.
1. Nike
Seperti yang dibahas di atas, brand Nike selalu menonjolkan rasa antusiasmenya. Melalui kepribadian itu, Nike membangun koneksi emosional dengan konsumennya melalui iklan-iklan mereka.
Dalam iklan, Nike mengangkat perjuangan para atlet yang menjadi inspirasi banyak orang.
2. Gojek
Menargetkan anak muda, Gojek memiliki kepribadian yang cepat tanggap dan berkomunikasi dengan gaya anak muda.
Tone of voice yang santai dan relevan tapi tetap profesional membuat brand ini menjadi lebih dekat dengan konsumennya.
3. Apple
Dengan desain minimalis, Apple berhasil menonjolkan karakter elegan dan eksklusif. Selain itu, Apple juga berhasil membentuk image sebagai brand yang terdepan dalam inovasi dan kreativitas.
4. Red Bull
Red Bull memiliki kepribadian sebagai brand minuman yang penuh semangat dan keberanian. Hal ini terbukti melalui berbagai iklan dan acara yang disponsorinya.
Aktivitas outdoor yang menantang dan ekstrem seolah-olah telah melekat dalam brand Red Bull.
Cara Menentukan Brand Personality
Berikut adalah cara sederhana menentukan brand personality.
1. Kenali Target Audiens
Anda harus memahami karakteristik audiens, baik dari segi usia, gaya hidup, bahasa yang digunakan, serta nilai dan budaya yang dijunjung. Pastikan kepribadian brand relevan dengan faktor-faktor tersebut.
2. Pantau Kompetitor
Anda dapat membandingkan kepribadian yang ditonjolkan oleh kompetitor. Pastikan kepribadian brand Anda unik dan beda dari kompetitor.
3. Tentukan Nilai Inti Brand
Tentukanlah nilai inti dari sebuah brand, semisal inklusif, efisien, kreatif, berani, dan lain-lain.
Nilai ini akan menjadi fondasi dari cara komunikasi Anda dengan audiens.
4. Pilih Kata Kunci
Pilihlah tiga sampai lima kata sifat yang menggambarkan brand Anda. Misalnya, "lucu", "ramah", "bersemangat", "patriotik", dan "peduli".
5. Terapkan ke Semua Elemen Branding
Langkah selanjutnya adalah menyusun tone of voice, desain visual, copywriting, dan gaya dalam melayani pelanggan. Pastikan semuanya memiliki karakter yang sama sesuai kepribadian yang Anda bangun.
Kami Bantu Anda Berpikir
Brand personality harus dipikirkan secara matang karena akan menjadi identitas yang esensial dari sebuah brand.
Dengan memahami cara membangun kepribadian yang unik dan relevan, Anda akan membuat brand dan bisnis Anda menjadi lebih hidup.
Selain itu, hubungan dengan audiens pun akan terasa menjadi lebih dekat.
Apakah Anda siap merancang brand personality yang unik dan relevan dengan audiens?
Kalau ya, saatnya berdiskusi dengan Creative Faith untuk menentukan langkah strategis dalam menentukan brand personality.
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

