Branding image dan brand awareness merupakan dua komponen penting dalam strategi marketing. Namun, banyak orang sering salah sangka dengan mengira bahwa kedua istilah ini sama.
Pemahaman yang salah akan berakibat pada penerapan strategi yang salah juga. Jadi, Anda sebagai pelaku bisnis dan marketer harus benar-benar memahami kedua istilah ini..
Yuk, pahami perbedaan brand image dan brand awareness dari artikel ini!
Perbedaan Definisi Brand Image dan Brand Awareness
Perbedaan brand awareness dan brand image adalah dari fungsinya, brand awareness berfungsi sebagai indikator tingkat keterkenalan sebuah brand, sedangkan brand image berfungsi sebagai persepsi publik akan sebuah brand
1. Brand Awareness
Brand awareness adalah tingkat keterkenalan sebuah brand di mata publik. Bahasa mudahnya, hasil dari brand awareness adalah orang tahu bahwa brand ini ada.
Tanda bahwa orang mulai aware dengan brand Anda adalah:
- Orang pernah melihat nama brand Anda
- Orang mengenali logo Anda
- Orang langsung kepikiran brand Anda saat butuh kategori tertentu
- Orang mengenal slogan brand Anda
- Orang mengingat iklan atau konten dari brand Anda
Namun, poin-poin di atas tentu akan sulit diukur. Lalu, apa metrik keberhasilan dari brand awareness? Metrik keberhasilan yang bisa digunakan adalah:
- Impression dan engagement di media sosial
- Banyak yang mencari brand Anda di Google atau lewat AI search (bisa dicek menggunakan SEO tools seperti Ahrefs atau SEMRush)
- Traffic website
- Jumlah kunjungan ke booth Anda ketika ada event
Contoh brand awareness yang kuat adalah Indomie. Ketika orang-orang membicarakan tentang mie instan, pasti yang terlintas dalam benaknya pertama kali adalah brand Indomie. Walau kompetitornya ada banyak, mulai dari Mie Sedap, Mie Gaga, dan Sarimi, nama Indomie tetap menempel di benak audiens.
2. Brand Image
Brand image adalah citra atau kesan yang terbentuk di benak audiens tentang brand Anda.
Jika brand awareness adalah soal bagaimana brand bisa dikenal, brand image merupakan soal bagaimana brand dipersepsikan. Sederhananya, di kepala orang, “brand ini seperti apa sih?”
Contohnya brand Louis Vuitton yang memiliki brand image kuat sebagai brand fesyen kelas atas. Tidak sekadar mahal, produk-produk Louis Vuitton memiliki kesan eksklusif, sehingga siapa pun yang mengenakan produk dari brand ini akan terkesan kaya, elegan, dan mewah.
Gagal Branding Bisa Picu Gagal dalam Bisnis
Branding merupakan modal yang kuat dalam berbisnis. Persepsi dan popularitas yang bagus akan memicu audiens untuk tertarik membeli produk Anda.
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah dengan mengira bahwa peningkatan awareness adalah branding. Padahal pekerjaan untuk mem-branding belum selesai.
Banyak pelaku bisnis mengejar follower, engagement, dan traffic yang tinggi, tetapi lupa hal penting dalam branding, yaitu persepsi. Akibatnya, brand Anda bisa saja menjadi terkenal, tetapi sulit dipercaya oleh audiens. Ini adalah contoh dari brand awareness yang tinggi tetapi brand image lemah.
Contoh Brand Awareness Tinggi tapi Brand Image Lemah
Biasanya hal ini terjadi pada brand F&B yang kerap diulas oleh banyak influencer dan food vloger. Anda pasti pernah dengar, ‘kan, kafe atau rumah makan yang viral di media sosial karena menunya yang “unik” sehingga membuat banyak orang penasaran?
Nah, brand-brand F&B ini berhasil meningkatkan awareness-nya sampai viral di media sosial. Namun, brand tersebut gagal membentuk persepsi positif karena berbagai hal, misalnya:
- Rasanya biasanya saja (kualitas produk tidak mampu bersaing)
- Pelayanan buruk (berdampak pada pengalaman pelanggan)
- Tempat tidak nyaman (memperburuk pengalaman pelanggan)
Dari viral, brand Anda bisa berubah menjadi overrated. Meski dikenal, citra yang buruk bisa berujung pada kegagalan bisnis.
Contoh Brand Image Tinggi tapi Brand Awareness Lemah
Brand image bagus tetapi awareness yang lemah bisa Anda lihat pada produk-produk berkualitas dari sebuah brand yang hanya diketahui oleh YTTA (yang tahu-tahu aja). Jadi, sangat disayangkan, ‘kan?
Contohnya, sebuah bengkel sepeda motor selalu bisa menangani kerusakan sepeda motor yang tidak bisa dilakukan bengkel mana pun dan bahkan hal-hal yang tidak bisa ditangani oleh bengkel resmi di dealer, bisa ditangani dengan baik oleh bengkel ini. Artinya bengkel ini menjaga kualitas layanan dan produk-produk suku cadangnya.
Namun sayangnya, setelah 10 tahun berdiri, bisnisnya hanya berkutat di situ-stu saja. Orang yang tahu kualitas bengkel ini, hanya pelanggan-pelanggan lama dan warga yang tinggal di sekitar bengkel tersebut. Sebuah bisnis yang menghasilkan layanan berkualitas tetapi tidak berhasil menjangkau konsumen yang lebih luas.
Baca Juga: Prinsip Branding Premium yang Harus Ada, Tidak Sekadar Mahal
Cara Kerja Brand Awareness dan Brand Image dalam Bisnis
Brand awareness dan brand image adalah dua komponen yang tidak bisa dipisahkan dari bisnis. Keduanya sama-sama membentuk ekosistem sebuah bisnis. Brand awareness penting untuk meningkatkan pertumbuhan di awal bisnis, sedangkan brand image penting untuk memastikan bahwa brand masih eksis dalam jangka waktu panjang.
1. Brand Awareness = Gerbang Masuk
Di sini konsumen akan mengenal produk Anda. Ini adalah pemicu sebelum konsumen mempertimbangkan produk Anda.
2. Tercipta Persepsi
Setelah produk dikenal, akan terciptalah persepsi di benak audiens tentang produk Anda. Apakah produk Anda berkualitas, layak dipilih, serta cocok untuk mereka atau tidak.
Image menjadi penentu, apakah mereka akan percaya pada produk Anda atau tidak.
3. Loyalitas
Jika brand awareness dan brand image sama-sama bagus, akan tercipta loyalitas di mana konsumen akan setia menggunakan produk Anda. Bukti loyalitas adalah konsumen kembali membeli produk Anda, brand sering diperbincangkan (word of mouth), dan komunitas konsumen yang loyal.
Baca Juga: Cara Membangun Brand Trust yang Benar, dari Perkenalan sampai Transaksi
Strategi Meningkatkan Brand Awareness
Beberapa strategi yang biasa digunakan dalam meningkatkan brand awareness adalah sebagai berikut:
- Membuat konten edukasi yang shareable di media sosial
- Membuat konten lucu di media sosial
- Kolaborasi brand
- Artikel edukasi di blog (optimasi SEO untuk topik yang dicari audiens)
- Iklan
- Mengikuti event-event tertentu
Strategi Meningkatkan Brand Image
Brand image tidak dibangun dari slogan, tetapi dari pengalaman yang konsisten. Cara membentuk citra yang kuat di antaranya:
- Menentukan brand association (pet-friendly, premium, hemat, cepat, profesional, mewah)
- Konsistensi dalam menampilkan visual dan tone of voice
- Buat pengalaman audiens jadi lebih baik (balas cepat chat pelanggan, pastikan pengiriman sesuai jadwal, menjaga kualitas produk, layanan after sales yang baik, dan lain-lain)
Kolaborasi dengan Creative Faith
Menciptakan brand image yang kuat tentu bukanlah perkara mudah. Menciptakan citra yang kuat merupakan kombinasi merumuskan nilai dan kreativitas Anda.
Hal ini tentu bukanlah kerja individu, melainkan kerja tim yang memiliki visi yang sama.
Maka dari itu, Anda membutuhkan mitra strategis untuk merancang strategi kreatif dan berorientasi target pasar untuk mencapai tujuan dari marketing dan bisnis Anda..
Memiliki sejumlah portofolio dalam membantu brand dalam menciptakan berbagai strategi yang kuat untuk kebutuhan marketing, Creative Faith akan memikirkan semua sisi kreatif dan strategis untuk bisnis Anda.
Apakah brand Anda siap naik kelas?
Yuk, kolaborasi dengan Creative Faith!

